Apa itu margin?
Dalam trading forex, kamu hanya perlu menyetor sejumlah kecil dana untuk membuka dan mempertahankan posisi baru.
Dana ini disebut margin.
Sebagai contoh, jika kamu ingin membeli USD/JPY senilai $100.000 (sekitar Rp1,6 miliar), kamu tidak perlu membayar seluruh jumlah $100.000 tersebut, cukup menyetor sebagian saja, misalnya $3.000 (sekitar Rp48 juta). Jumlah pastinya tergantung pada broker forex atau penyedia CFD kamu.
Margin bisa dianggap sebagai deposit jaminan atau garansi yang diperlukan untuk membuka dan mempertahankan posisi.
Ini adalah jaminan "itikad baik" bahwa kamu mampu menahan posisi hingga trading selesai.
Margin bukanlah biaya atau biaya transaksi.
Margin hanyalah sebagian dana dari balance akun kamu yang dialokasikan oleh broker forex untuk mempertahankan trading kamu dan memastikan kamu dapat menutupi potensi kerugian dari trading tersebut.
Dana ini "terpakai" atau "terkunci" selama periode trading tertentu.
Setelah trading selesai, margin akan "dilepaskan" kembali ke akun kamu dan dapat "digunakan" lagi... untuk membuka trading baru.
Apa itu margin requirement?
Margin dinyatakan sebagai persentase (%) dari "ukuran posisi penuh", yang juga dikenal sebagai "nilai nosional" dari posisi yang ingin kamu buka.
Tergantung pada pair mata uang dan broker forex, jumlah margin yang diperlukan untuk membuka posisi berbeda-beda.
Kamu mungkin melihat margin requirement seperti 0,25%, 0,5%, 1%, 2%, 5%, 10%, atau lebih tinggi.
Persentase (%) ini disebut margin requirement.
Apa itu required margin?
Ketika margin dinyatakan dalam jumlah tertentu dalam mata uang akun kamu, jumlah tersebut disebut required margin.
Setiap posisi yang kamu buka memiliki jumlah required margin-nya sendiri, yang perlu "dikunci".
Required margin juga dikenal sebagai deposit margin, entry margin, atau initial margin.
Mari kita lihat contoh trading EUR/USD (Euro/Dolar AS) yang umum. Tanpa leverage, untuk membeli atau menjual 100.000 unit EUR/USD, trader perlu menyediakan dana akun sebesar $100.000 (sekitar Rp1,6 miliar), yang merupakan nilai penuh dari posisi tersebut.
Tetapi jika margin requirement adalah 2%, maka hanya perlu menyediakan $2.000 (sekitar Rp32 juta) (yaitu "required margin") untuk membuka dan mempertahankan posisi EUR/USD senilai $100.000 tersebut.
Contoh #1: Membuka posisi long USD/JPY
Misalkan kamu menyetor $1.000 (sekitar Rp16 juta) ke akun kamu, dan ingin membuka posisi long USD/JPY sebanyak 1 mini lot (10.000 unit).
Berapa margin yang diperlukan untuk membuka posisi ini?
Karena USD adalah base currency, mini lot ini bernilai $10.000, yang berarti nilai nosional posisi adalah $10.000.
Misalkan akun trading kamu dalam denominasi USD, dan margin requirement adalah 4%, maka required margin adalah $400 (sekitar Rp6,4 juta).
Contoh #2: Membuka posisi long GBP/USD
Misalkan kamu menyetor $1.000 (sekitar Rp16 juta) ke akun kamu, dan ingin membuka posisi long GBP/USD pada harga 1,30000 sebanyak 1 mini lot (10.000 unit).
Berapa margin yang diperlukan untuk membuka posisi ini?
Karena GBP adalah base currency, mini lot ini bernilai £10.000, yang berarti nilai nosional posisi adalah $13.000 (sekitar Rp208 juta).
Misalkan akun trading kamu dalam denominasi USD, dan margin requirement adalah 5%, maka required margin adalah $650 (sekitar Rp10,4 juta).
Contoh #3: Membuka posisi long EUR/USD
Misalkan kamu ingin long EUR/USD, dan ingin membuka 1 mini lot (10.000 unit) posisi.
Berapa margin yang kamu perlukan untuk membuka posisi tersebut?
Misalkan akun trading kamu dalam denominasi USD, pertama-tama kamu perlu mengetahui harga EUR/USD. Misalkan EUR/USD diperdagangkan pada harga 1,15000.
Karena Euro adalah base currency, mini lot ini bernilai €10.000, yang berarti nilai nosional posisi adalah $11.500 (sekitar Rp184 juta).
Karena margin requirement adalah 3%, maka required margin adalah $345 (sekitar Rp5,5 juta).
Cara menghitung required margin
Dalam margin trading, margin yang diperlukan untuk membuka dan mempertahankan posisi ("required margin") dihitung berdasarkan persentase ("margin requirement") dari ukuran posisi ("nilai nosional").
Jumlah spesifik required margin dihitung berdasarkan base currency dari pair mata uang yang ditradingkan.
Jika base currency berbeda dari mata uang akun trading kamu, maka required margin akan dikonversi ke mata uang akun kamu.
Berikut adalah rumus untuk menghitung required margin:
Jika base currency sama dengan mata uang akun:
Required Margin = Nilai Nosional × Margin Requirement
Jika base currency berbeda dari mata uang akun:
Required Margin = Nilai Nosional × Margin Requirement × Nilai Tukar antara Base Currency dan Mata Uang Akun
Satu-satunya tujuan dana dalam akun adalah untuk memastikan kamu memiliki cukup margin yang tersedia untuk trading.
Dalam trading forex, kemampuan kamu untuk membuka trading tidak selalu bergantung pada dana di balance akun kamu. Lebih tepatnya, itu bergantung pada jumlah margin yang kamu miliki.
Ini berarti broker kamu selalu memeriksa apakah akun kamu memiliki cukup margin, yang sebenarnya mungkin berbeda dari balance akun kamu.
Jika ini terdengar membingungkan, jangan khawatir. Seiring kita terus membahas lebih dalam, kamu akan mulai memahaminya.
Ringkasan
Dalam pelajaran ini, kita telah mempelajari hal-hal berikut:
● Margin requirement adalah jumlah margin yang diperlukan untuk membuka posisi. Ini adalah persentase (%) dari "posisi penuh" atau "nilai nosional" dari posisi yang ingin kamu buka.
● Required margin adalah dana yang perlu "dikunci" dan dialokasikan saat kamu membuka posisi.