Dalam trading forex, kita sering mendengar "profit berapa pip" atau "turun/naik berapa pip". Lalu, apa sebenarnya "pip" (pips/points/pipettes) itu? Dan bagaimana cara menghitung pip dalam nilai tukar?
Untuk pengetahuan ini, kamu perlu meluangkan waktu untuk mempelajarinya dengan serius, karena ini adalah hal yang wajib dipahami oleh setiap trader. Sebelum memahami dan menguasai "pip", jangan pernah berpikir untuk trading.
Apa Sebenarnya "Pip" Itu?
"Pip" adalah satuan perhitungan yang menunjukkan perubahan nilai (nilai tukar) antara dua mata uang.
Misalnya, EUR/USD naik dari 1.1050 ke 1.1051, maka kenaikan senilai .0001 tersebut adalah 1 pip.
Ingat, "pip" biasanya adalah digit desimal terakhir dari nilai tukar.
"Pip" adalah sepersepuluh ribu dari satuan mata uang untuk semua pasangan mata uang selain yen, artinya digit keempat setelah koma desimal untuk sebagian besar pasangan mata uang. Trader dapat menghitung profit dan rugi dalam pip berdasarkan ukuran posisi, dan menggunakan "pip" untuk mengelola risiko trading dengan lebih baik.
Sebagai contoh, untuk EUR/USD, nilainya adalah 0.0001, sedangkan untuk USD/JPY, nilainya adalah 0.01.
Selain itu, perlu diperhatikan bahwa beberapa broker forex mengutip pasangan mata uang dengan digit desimal yang melebihi standar "4 dan 2", mencapai "5 dan 3" digit desimal. Mereka umumnya menggunakan desimal (Fractional Pips) untuk kuotasi, yang juga disebut "sepersepuluh pip" (pipettes/points).
Misalnya, jika GBP/USD naik dari 1.30542 ke 1.51543, maka kenaikan nilai tukar pasangan tersebut adalah .00001, yaitu 0.1 pip (one pipettes).
Di beberapa platform trading, angka yang mewakili "sepersepuluh pip" biasanya muncul di sebelah kanan dua angka yang lebih besar.
Bagi trader pemula, apakah terasa agak membingungkan? Membuat kepala pusing. Tapi tidak masalah, kuotasi yang kita hadapi biasanya adalah nilai empat digit desimal. Kamu hanya perlu memahami "sepersepuluh pip" saja.
Cara Menghitung Nilai Pip
Karena setiap mata uang memiliki nilainya sendiri, menghitung nilai satu pip relatif terhadap mata uang tertentu adalah hal yang penting.
Dalam contoh di bawah ini, kuotasi kita akan menggunakan 4 digit desimal.
Untuk perhitungan yang lebih baik, kita akan menyatakan nilai tukar sebagai rasio, yaitu EUR/USD 1.2500 akan ditulis sebagai "1 EUR/1.2500 USD".
Catatan: 1 mini lot adalah 10,000 unit mata uang (memperbesar perubahan nilai tukar 10,000 kali), yang biasa kita sebut 0.1 lot, setiap perubahan 1 pip sama dengan perubahan 1 unit mata uang (yaitu 0.0001*10000=1). Jika akun kamu didenominasi dalam dolar AS, maka nilai setiap perubahan 1 pip adalah sekitar 1 dolar AS (sekitar Rp16.000).
Contoh 1: USD/CAD = 1.0200
Maka, rumus perhitungannya adalah: Nilai pip (dalam mata uang dasar) = Perubahan nilai mata uang lawan (pip) x Rasio nilai tukar
【.0001 CAD】x 【1 USD/1.0200 CAD】
Hasil perhitungan: [(.0001 CAD)/(1.0200 CAD)] x 1 USD = 0.00009804 USD
Jadi, dalam contoh ini, jika kita trading 10,000 unit USD/CAD, maka nilai posisi dari perubahan 1 pip nilai tukar adalah sekitar 0.98 dolar AS (10,000 unit × 0.00009804 USD).
Kita mengatakan "sekitar" karena nilai tukar berubah setiap saat, dan nilai setiap pip juga berubah setiap saat.
Contoh 2: GBP/JPY = 123.00
Mari kita lihat contoh pasangan mata uang yen.
Perlu diperhatikan bahwa pasangan mata uang yen hanya presisi hingga dua digit desimal (sedangkan sebagian besar pasangan mata uang adalah 4 digit kuotasi). Dalam hal ini, 0.01 adalah 1 pip.
(Perubahan nilai mata uang lawan)× Rasio nilai tukar = Nilai pip (dalam mata uang dasar)
[.01 JPY] x [1 GBP/123.00 JPY]
Setelah dihitung: [(.01 JPY) / (123.00 JPY)] x 1 GBP = 0.0000813 GBP
Jadi, ketika kamu trading 10,000 unit GBP/JPY, perubahan nilai setiap pip adalah sekitar 0.813 pound sterling.
Cara Menghitung Profit dan Rugi Akun Trading
Dalam trading mata uang, pip sering digunakan untuk menghitung profit dan rugi.
Contoh 1: EUR/USD
Jika akun trading kita menggunakan dolar AS sebagai mata uang penyelesaian, maka setiap kali EUR/USD naik atau turun 1 pip, kita akan profit atau rugi 1 dolar AS (sekitar Rp16.000). Misalkan kita entry sell 2 mini contract EUR/USD di 1.1460, kemudian nilai tukar turun ke 1.1360 dan keluar dengan take profit, setiap kontrak kita akan profit 100 pip, total profit 200 pip (200=100×2), dan dalam mini contract, nilai 1 pip adalah sekitar 1 dolar AS, kita akan profit 200 dolar AS (sekitar Rp3.200.000).
Sebaliknya, jika akun trading menggunakan euro sebagai mata uang penyelesaian, kita perlu mengkonversi 1 dolar AS tersebut ke euro. Saat kita keluar dengan take profit, nilai tukar EUR/USD adalah 1.1360, yaitu 1 euro = 1.1360 dolar AS, kita perlu menghitung 1*1.1360, sehingga 1 dolar AS = 0.8803 euro; jadi, dalam hal ini, ketika EUR/USD naik atau turun 1 pip, kita akan profit atau rugi 0.8803 euro. Dalam contoh di paragraf sebelumnya, kita akan profit 176.06 euro (yaitu 176.06=200*0.8803).
Contoh 2: GBP/JPY
Jika akun trading kita menggunakan dolar AS sebagai mata uang penyelesaian, total trading adalah 1 mini lot, kita entry sell GBP/JPY di 146.45, kemudian turun ke 144.95 dan keluar dengan take profit, nilai tukar turun 150 pip. Nilai 1 pip adalah sekitar 1 dolar AS, maka kita mendapat 150 dolar AS (sekitar Rp2.400.000) dari trading ini.
Jika akun trading kita menggunakan yen sebagai mata uang penyelesaian, saat kita keluar dengan take profit, nilai tukar USD/JPY adalah 111.200, yaitu 1 dolar AS = 111.200 yen; maka kita mendapat 16,680 yen dari trading ini (yaitu 16,680=150*111.20).
Kesimpulan
Dalam trading, menguasai perubahan pip nilai tukar pasangan mata uang akan membantu mengelola risk-reward ratio kamu sendiri. Karena setiap platform trading memiliki ketentuan yang berbeda untuk 1 kontrak/1 lot, disarankan investor melakukan trading di akun demo platform tersebut terlebih dahulu sebelum trading real, atau berkonsultasi dengan broker atau dealer kamu. Dalam hal perhitungan, hampir semua broker telah menyiapkan program penyelesaian otomatis di backend, tanpa perlu perhitungan manual.