Rayner Teo adalah seorang trader independen yang pernah menjadi proprietary trader. Pengalaman tradingnya sekitar 14 tahun. Kini, blog trading pribadinya cukup populer. Ia terutama mengikuti tren dalam trading. Menurutnya, selain keterampilan dan strategi trading, kemampuan trader untuk mematuhi prinsip dan memiliki psikologi yang baik juga sangat penting.
Menurutnya, kesalahan yang paling sering dilakukan trader adalah mereka selalu berharap menemukan "Holy Grail trading", dan mengabaikan pembelajaran serta akumulasi pengalaman dalam trading nyata. Rayner Teo menyarankan para trader pemula untuk wajib membangun rencana yang detail. Rencana ini harus menetapkan beberapa parameter untuk setiap trade, seperti kondisi pasar mana yang boleh ditradingkan, bagaimana entry dan exit, bagaimana mengelola trade. Jika trading selalu rugi, maka harus segera merefleksikan trading plan sendiri dan terus memperbaikinya.
Moving average ada banyak jenisnya, 50-day moving average, 100-day moving average, 200-day moving average, dan lain-lain. Pertanyaan yang pasti membuat trader bingung di awal adalah: "Moving average mana yang harus dipakai?" "Kombinasi terbaik untuk strategi trading EMA itu apa?"
Seperti semua strategi atau indikator lain di dunia trading, tidak ada moving average yang paling baik secara absolut. Namun dalam tren yang berkembang sehat, 50-day moving average adalah yang paling berguna.
Apa itu 50-day moving average?
Moving average (MA) adalah indikator teknikal yang berdasarkan data harga historis.
Misalkan harga penutupan 5 hari terakhir adalah 100 dolar, 90 dolar, 95 dolar, 105 dolar, 100 dolar, maka harga rata-rata 5 hari terakhir adalah: [100+90+95+105+100]/5=98. Artinya 5-day moving average saat ini adalah 98 dolar.
Sekarang tidak perlu menghitung manual lagi, platform trading seperti Tradingview bisa otomatis menerapkan indikator 50-day moving average.
Tips: Ketika 50-day moving average memotong ke atas 200-day moving average, akan muncul golden cross, yang berarti harga akan naik.
Bagaimana memanfaatkan 50-day moving average untuk mengidentifikasi peluang profit?
Cara trading yang paling familiar bagi sebagian besar trader adalah beli di support, jual di resistance. Ketika pasar berada dalam range atau tren lemah, strategi trading EMA ini sangat berguna.
Bagaimana memanfaatkan 50-day moving average untuk menangkap tren utama?
Saat trading mengikuti tren utama pasar, banyak trader mudah tersingkir karena pullback kecil. Penyebab utamanya adalah stop loss yang dipasang terlalu ketat. Seperti mengejar gadis yang disukai, terlalu memaksa justru membuatnya kabur, beri sedikit ruang agar bisa memenangkan hatinya.
Dalam trading juga harus tahu cara memberi ruang tertentu.
50-day moving average bisa digunakan untuk trailing stop. Artinya... misalkan kamu long, maka bisa terus memegang posisi selama harga berada di atas 50-day moving average, dan exit ketika harga penutupan di bawah 50-day moving average. Sebaliknya saat short.
Tips: Jika kamu ingin mengikuti tren pasar, maka harus mengembalikan sebagian profit yang belum terealisasi. Entah kamu trading dengan moving average periode 50 hari, 60 hari, atau 100 hari, tidak ada cara untuk menghindarinya.
Bagaimana menggunakan 50-day moving average untuk menyaring pembalikan tren berprobabilitas tinggi?
Saat trading pembalikan tren, timing entry sangat krusial, terlalu awal mudah dipaksa keluar, terlalu telat akan melewatkan peluang bagus. Jadi bagaimana merencanakan entry sendiri?
50-day moving average tetap bisa dimanfaatkan. Jika tren naik, dan kamu ingin short, maka tunggu harga ditutup di bawah 50-day moving average.
Jadikan 50-day moving average sebagai alat filter, jika harga tidak ditutup di bawahnya, maka jangan trading. Begitu juga sebaliknya.
Kamu sering melewatkan entry terbaik? Bagaimana menghindarinya?
Entry terlalu telat, kamu mungkin menyadari sering beli di titik tertinggi? Satu pullback saja bisa membuatmu tersingkir. Yang paling menyebalkan adalah, pasar akhirnya tetap bergerak naik sesuai analisismu.
Kenapa bisa begitu? Karena kamu tidak entry di sekitar area value. Setelah tahu penyebabnya, mengubah perilaku jadi lebih mudah.
Misalnya dalam tren naik yang sehat, area value adalah di sekitar 50-day moving average. Maka entry kamu harus dekat dengan 50-day moving average, sehingga bisa meningkatkan win rate dan potensi profit.
50-day moving average: Bagaimana merencanakan entry dengan lebih presisi?
Kamu bisa menggunakan dua teknik:
◓ Pola kandil reversal
◓ Breakout trendline
#1. Pola kandil reversal
Seperti disebutkan di atas, 50-day moving average adalah area value dalam tren yang berkembang sehat, jika harga retest 50-day moving average, bagaimana?
Bisa mencari pola kandil reversal, seperti hammer, bullish engulfing, dan informasi konfirmasi pasar lainnya.
Tapi kadang, dalam strategi 50EMA, kamu akan melihat pola kandil reversal apa pun, sementara harga terus bergerak naik, maka bisa coba metode berikut.
#2. Breakout trendline
Jika harga pullback menuju 50-day moving average, maka bisa menggambar "mini trendline" di sini, jika harga breakout dari trendline ini, maka bisa entry.
Strategi trading 50-day moving average yang efektif
Disclaimer: Sebelum menggunakan dana akun real untuk trading, silakan uji strategi trading ini terlebih dahulu.
Fokus strategi ini adalah menangkap satu gelombang dalam tren yang berkembang sehat:
1. Identifikasi tren sehat, yaitu harga menghormati 50-day moving average;
2. Dalam tren sehat, akan terlihat harga retest 50-day moving average;
3. Setelah melihat retest, cari titik entry yang valid, seperti pola kandil reversal, dll;
4. Jika menemukan titik entry, maka mulai long pada kandil berikutnya, stop loss dipasang 1x ATR di bawah swing low;
5. Jika harga bergerak ke arah yang menguntungkan, maka exit sebelum swing high terakhir.
Kesimpulan
Rangkuman poin penting yang perlu kamu perhatikan:
◒ Dalam tren sehat, 50-day moving average adalah area value untuk mencari peluang trading yang profit;
◒ Manfaatkan 50-day moving average untuk memasang stop loss, agar lebih baik dalam menangkap tren utama;
◒ Jika harga jauh dari 50-day moving average, maka entry sudah terlambat. Tunggu peluang entry saat harga pullback;
◒ Jika harga berada di sekitar 50-day moving average, bisa memanfaatkan pola kandil reversal atau breakout trendline untuk merencanakan entry.