Strategi trading pola grafik double top (Double Top Chart Pattern) adalah alat yang ampuh bagi trader yang ingin memanfaatkan peluang pembalikan pasar. Strategi ini dibangun berdasarkan pola grafik yang sederhana namun efektif, dan dijunjung tinggi oleh trader karena kemampuannya memprediksi potensi penurunan tren harga dengan cukup akurat.
Dengan memperhatikan pembentukan dua puncak yang jelas, trader dapat mengidentifikasi titik entry dan exit yang krusial, sehingga mengoptimalkan proses pengambilan keputusan mereka. Pendekatan ini menggabungkan analisis teknikal dengan metode yang jelas dan terstruktur, membuatnya mudah dikuasai baik oleh trader pemula maupun yang berpengalaman.
Sama seperti pola triple top, pola grafik double top juga merupakan pola pembalikan bearish klasik, dan pola ini dapat ditemukan pada grafik di hampir semua timeframe. Biasanya pola ini muncul setelah harga naik untuk beberapa waktu dan mendekati level resistance, di mana harga bersiap untuk pullback, trader ingin masuk di sini, dan harga berkisar di sekitar swing high sebelumnya.
Sebaliknya, pola grafik double bottom (Double Bottoms Chart Pattern) adalah pola pembalikan bullish. Secara sederhana, pola double bottom berarti pola penurunan akan segera berakhir dan harga akan naik.
Pola grafik double top/double bottom menunjukkan bahwa tren naik atau turun telah kehilangan momentum, di mana tekanan jual meningkat setelah tren naik memasuki area overbought, atau tekanan beli meningkat setelah oversold dalam tren turun.
Strategi Pola Grafik Double Top
Jika kamu ingin mempelajari cara trading yang menguntungkan, maka fokuslah berlatih strategi double top. Strategi pola grafik double top menggunakan prinsip trading yang sederhana dan andal.
Jika digunakan dengan tepat, strategi ini dapat mengubah hasil trading kamu. Ini adalah metode trading yang sangat sukses, cocok untuk semua jenis pasar. Apa pun gaya trading kamu, kamu dapat menggunakan strategi ini pada timeframe pilihanmu.
Seperti yang telah disebutkan di atas, pola reversal double top mirip dengan pola triple top. Satu-satunya perbedaan di antara keduanya adalah jumlah pengujian ulang pada level resistance.
Diperkirakan lebih dari 95% trader mengalami kerugian. Salah satu penyebab statistik ini merugikan trader adalah karena kamu menggunakan metode trading yang salah. Namun, kami berencana mengubah keadaan ini dengan mengungkap cara trading reversal double top yang tidak konvensional.
Apa Itu Pola Reversal Double Top?
Pola double top adalah pola trading pembalikan bearish yang muncul di akhir tren naik.
Selain itu, reversal double top terdiri dari dua puncak berurutan yang memiliki high yang kurang lebih sama. Saat puncak pertama terbentuk, tren naik menemui resistance, kemudian harga turun kembali hingga menemukan level support yang kita sebut "neckline".
Pada fase kedua, harga bergerak naik lagi, mendekati level resistance yang dibentuk oleh puncak pertama. Namun, harga gagal menembus level resistance tersebut, dan malah turun kembali ke posisi neckline.
Salah satu trader terhebat di Wall Street sepanjang sejarah, Jesse Livermore, pernah berkata, ketika tren berubah arah, titik balik penting inilah yang selalu menghasilkan uang besar. Kami percaya bahwa strategi pola grafik double top dapat membantumu mencapai target profit.
Mekanisme Psikologis di Balik Pola Double Top
Pola reversal double top mencerminkan pertarungan antara bull dan bear. Ketika harga berada dalam tren naik dan membentuk puncak pertama, ini menunjukkan kekuatan bull mulai melemah.
Setelah pullback pertama, bull mencoba mendorong harga ke high baru, tetapi gagal menembus puncak sebelumnya, karena bear mengambil alih kendali dan menekan harga turun.
Perhatian: Pola reversal double top hanya valid jika terjadi breakout double top. Yang kami maksud dengan breakout double top adalah breakout pada neckline.
Hanya ketika breakout double top terjadi, barulah bull menyerah. Ini adalah bukti jelas bahwa tren pasar telah berbalik. Oleh karena itu, reversal double top dikonfirmasi ketika neckline ditembus.
Selanjutnya, mari kita lihat bagaimana menggunakan strategi pola grafik double top untuk trading secara efektif. Kamu akan belajar bagaimana menghasilkan profit dengan menggunakan "naked chart".
Cara Trading dengan Strategi Pola Grafik Double Top: Aturan Sell
Kami menemukan bahwa strategi trading paling sukses adalah yang menggunakan naked chart (naked K). Naked chart hanya menampilkan harga, merupakan representasi harga yang sangat jelas, dan tidak terganggu oleh banyak indikator teknikal.
Strategi pola grafik double top adalah solusi kamu untuk mengatasi grafik yang berantakan.
Saat trading reversal, kuncinya adalah menganalisis pasar dengan menggabungkan fase pasar dan pola grafik (yaitu reversal double top).
Langkah #1: Tentukan Fase Pasar, Reversal Double Top Memerlukan Tren Naik
Hanya karena kamu dapat menemukan reversal double top, bukan berarti kamu harus masuk secara buta. Ingat, kita memerlukan kondisi latar belakang yang tepat, semua faktor harus terpenuhi untuk membentuk reversal double top yang ideal.
Oleh karena itu, langkah pertama adalah mengidentifikasi fase pasar atau kondisi pasar. Pada momen tertentu, pasar mungkin sedang naik, turun, atau sideways. Seperti yang telah kami tentukan sebelumnya, reversal double top memerlukan tren naik terlebih dahulu.
Karena ini adalah strategi trading reversal, kita pertama-tama memerlukan tren sebelumnya. Jika tidak, kita mungkin hanya trading di pasar ranging, dan ini yang harus kita hindari, terutama saat kita trading pola reversal double top.
Langkah #2: Reversal Double Top Terdiri dari Dua Puncak Bulat
Langkah kedua dalam strategi pola grafik double top adalah menemukan preseden historis atau pola grafik. Tanpa konfirmasi harga, kita tidak ingin membuat keputusan trading. Dalam kasus kita, kita menggunakan pola reversal double top.
Agar breakout double top dianggap layak ditradingkan, kamu perlu mengidentifikasi dua puncak bulat.
Jadi, apa itu rounded top?
Dalam analisis teknikal, rounded top hanyalah pola harga yang biasanya muncul setelah tren naik. Harga bergerak naik terlebih dahulu, kemudian turun dengan cepat, membentuk puncak bulat, yang terkadang tampak seperti bentuk "V" terbalik.
Tentu saja, berdasarkan struktur reversal double top, ukuran dan amplitudo puncak "V" terbalik akan bervariasi. Namun, yang penting adalah kita perlu melihat harga naik dengan cepat, kemudian turun dengan cepat, membentuk puncak bulat.
Perhatian: Reversal double top yang valid harus memiliki dua puncak bulat.
Selanjutnya, kita akan masuk ke kriteria ketiga dari strategi pola grafik double top.
Langkah #3: Izinkan Perbedaan 10 Poin Antara Dua Puncak
Seperti yang kami katakan sebelumnya, jangan mengejar kesempurnaan, karena dalam trading, kamu perlu menyingkirkan pola pikir idealis. Reversal double top tidak akan selalu terlihat sempurna, jadi bersikaplah fleksibel.
Itulah mengapa kita perlu mengizinkan perbedaan hingga 10 poin antara dua puncak.
Kemungkinan dua puncak muncul pada level harga yang sama hampir nol. Kamu akan menemukan bahwa dua puncak biasanya memiliki perbedaan yang tipis, tetapi mereka muncul di sekitar area harga yang sama.
Yang lebih penting adalah harga close. Jika posisi pola double top sangat baik, harga close mungkin akan sejajar sepenuhnya.
Selanjutnya, kita perlu menentukan teknik entry untuk strategi pola grafik double top.
Langkah #4: Jual Ketika Kandil Breakout Double Top Close di Bawah Neckline
Setelah kita menentukan fase pasar dan karakteristik reversal double top yang ideal, kita perlu menunggu konfirmasi perubahan momentum.
Kandil breakout double top (K-line) adalah sinyal kita bahwa momentum telah berubah, dan ini juga merupakan kunci untuk mengonfirmasi dan memvalidasi pola double top.
Kamu akan melihat breakout double top terjadi berulang kali, tetapi harus dianalisis dalam konteks tren pasar.
Selanjutnya, kita perlu menentukan posisi take profit untuk strategi pola grafik double top.
Langkah #5: Target Profit Sama dengan 2 hingga 3 Kali Jarak Harga dari Puncak Tertinggi ke Neckline
Target profit minimum untuk pola double top kira-kira sama dengan 2 hingga 3 kali jarak harga dari double top ke neckline.
Jika kita memproyeksikan jarak harga yang sama ke bawah sebanyak 2 hingga 3 kali, kita bisa mendapatkan area profit pertama untuk strategi pola grafik double top.
Karena pola double top dapat menghasilkan reversal yang signifikan, kami menyarankan untuk tetap fleksibel dalam menetapkan target profit, agar tidak melewatkan peluang profit besar.
Hal penting berikutnya yang perlu kita tentukan adalah posisi stop loss.
Langkah #6: Pasang Stop Loss Protektif di Atas Level Resistance yang Dibentuk oleh Reversal Double Top
Strategi pola grafik double top memberimu cara sederhana untuk mengukur risiko, karena kamu dapat memasang stop loss protektif sedikit di atas level resistance pola double top.
Selain itu, pola double top juga memberimu kesempatan menggunakan stop loss yang lebih kecil, yang sangat bagus karena kita selalu ingin meminimalkan kerugian.
Perhatian: Di atas adalah contoh trading sell. Untuk trading buy, kamu dapat menggunakan aturan yang sama secara terbalik. Kali ini kita akan menggunakan pola double bottom.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, reversal double top adalah salah satu pola grafik yang paling umum. Fakta bahwa pola double top muncul begitu sering dan dapat memberikan peluang sell yang besar membuktikan bahwa harga tidak berubah secara acak, dan dapat dimanfaatkan untuk mendapatkan profit yang melimpah.
Untuk trading double top dengan benar, kamu perlu menerapkan beberapa aturan trading dasar. Langkah-langkah berikut akan membantumu mengidentifikasi dan trading pola reversal double top (bottom):
Langkah 1: Identifikasi Tren
Langkah 2: Bentuk Puncak Pertama
Langkah 3: Tren Terputus
Langkah 4: Bentuk Titik Terendah Range
Langkah 5: Bentuk Puncak Kedua
Langkah 6: Gambar Neckline
Langkah 7: Breakout Neckline
Langkah 8: Entry Trading
Langkah 9: Pasang Stop Loss
Langkah 10: Pasang Take Profit
Langkah 11: Exit Trading
Seperti yang telah disebutkan, pola double top (atau double bottom) adalah pola trading yang paling umum pada grafik trading sehari-hari. Faktanya, pola ini begitu umum sehingga dengan sendirinya dapat membuktikan bahwa price action tidak seacak yang diklaim sebagian ahli industri. Harga pada grafik hanya mencerminkan emosi trader, dan pola double top atau double bottom menandakan bahwa bull dan bear untuk sementara menguji ulang harga secara ekstrem.
Jika pergerakan harga bersifat acak, mengapa begitu banyak pola grafik klasik yang muncul? Jawabannya adalah "sebagian besar pelaku pasar memiliki pola pikir dan cara pengambilan keputusan yang kurang lebih sama". Jika suatu level harga (pola harga) diuji berkali-kali oleh pasar tetapi gagal ditembus, maka ini akan memberikan lebih banyak kepercayaan diri kepada trader, dan mereka akan semakin yakin akan keandalan pola harga tersebut.