Di antara banyak indikator teknikal seperti volume profile, stochastic, dan RSI, moving average adalah salah satu indikator paling populer, dan popularitas ini bukan tanpa alasan, indikator ini sering kali memiliki akurasi dan potensi profit yang cukup baik dalam trading. Salah satu strategi yang sangat populer adalah strategi 20-period exponential moving average (20 EMA).
Artikel ini akan membahas strategi 20 EMA, mulai dari cara mengatur indikator hingga cara menggunakannya untuk trading, dijelaskan langkah demi langkah. Jika kamu ingin lebih memahami strategi trading EMA, teruslah membaca.
Apa itu Strategi 20 EMA?
Strategi 20 EMA sangat menekankan data harga terkini, sehingga memiliki keunggulan dalam mengidentifikasi tren pasar dan pergerakan harga. Strategi ini menggunakan 20-day EMA untuk membantu trader mencari peluang beli dan jual, dengan tujuan meraih profit dari menangkap fluktuasi harga jangka pendek di berbagai instrumen keuangan.
Karena sederhana dan praktis, banyak trader profesional menggunakan strategi ini dan menerapkannya di berbagai pasar termasuk forex, saham, dan komoditas.
Perhitungan 20 EMA didasarkan pada rata-rata harga aset selama 20 hari trading terakhir, sekaligus memberikan bobot lebih tinggi pada harga terkini melalui pembobotan eksponensial. Oleh karena itu, dibandingkan dengan simple moving average (SMA), EMA mampu merespons perubahan harga lebih cepat.
Jadi, jika kamu ingin cepat menentukan arah tren dan mencari potensi posisi entry dan exit, 20 EMA adalah pilihan yang sangat praktis.
Ada banyak cara menggunakan 20 EMA, yang akan kami jelaskan lebih detail nanti. Namun, salah satu cara paling umum adalah mengamati hubungan posisi harga dengan 20 EMA untuk menentukan tren pasar saat ini.
Misalnya, ketika harga terus bergerak di atas 20 EMA, ini bisa berarti pasar sedang dalam tren naik, sehingga memberikan potensi peluang beli; ketika harga terus bergerak di bawah 20 EMA, ini bisa berarti pasar sedang dalam tren turun, sehingga memberikan potensi peluang jual.
Konsep ini sangat sederhana, dan logika dasarnya sama dengan banyak strategi trading EMA lainnya, termasuk strategi trading 9 EMA yang juga populer.
Strategi 20 EMA — Setup Trading
Mengatur indikator 20 EMA di platform trading seperti TradingView, MetaTrader 4 (MT4), atau MetaTrader 5 (MT5) sangatlah mudah, dan juga dapat secara efektif mendukung strategi trading kamu. Berikut penjelasan singkat cara pengaturannya.
Pengguna TradingView
Di platform TradingView, EMA adalah indikator bawaan yang sangat mudah ditambahkan ke grafik. Untuk menambahkan 20 EMA, klik "Indicators" di grafik, cari "Exponential Moving Average" dan tambahkan ke grafik.
Pengguna MetaTrader 4/5
Di MT4 atau MT5, EMA dapat ditambahkan ke grafik melalui daftar "Indicators". Di kategori "Trend" dalam daftar indikator, kamu dapat menemukan indikator EMA. Setelah menambahkan EMA ke grafik, atur parameter periode menjadi "20" untuk menyesuaikannya menjadi 20-period EMA. Kamu juga dapat menyesuaikan warna dan gaya garis moving average sesuai preferensimu.
Mirip dengan TradingView, di MT4/MT5, 20 EMA dapat digunakan untuk menentukan tren pasar dan mencari potensi sinyal beli atau jual berdasarkan hubungan posisi harga dengan garis EMA.
4 Strategi Cross 20 EMA Terbaik
Salah satu penggunaan umum 20 EMA adalah menerapkannya pada strategi cross moving average. Mirip dengan strategi cross simple moving average, strategi cross EMA biasanya menggunakan dua atau lebih moving average untuk menghasilkan sinyal trading, umumnya dipadukan dengan satu moving average cepat dan satu moving average lambat.
Misalnya, kamu dapat mengamati cross antara 20 EMA dengan EMA yang lebih panjang (misalnya 50 EMA atau 200 EMA). Ketika 20 EMA breakout ke atas melampaui EMA jangka panjang, ini dapat dianggap sebagai sinyal bullish; ketika 20 EMA breakout ke bawah menembus EMA jangka panjang, ini dapat dianggap sebagai sinyal bearish. Bagian selanjutnya akan membahas ini lebih detail.
Strategi cross exponential moving average (EMA) adalah metode trading yang fleksibel dan dinamis. Strategi ini mencari potensi peluang beli dan jual dengan menggunakan dua atau lebih EMA dengan periode berbeda.
Berikut ini, kami akan memperkenalkan empat strategi cross EMA yang banyak digunakan oleh trader.
#1 Strategi Trading 9/20 EMA
Strategi ini menggunakan 9-period EMA dan 20-period EMA secara bersamaan.
9-period EMA lebih sensitif terhadap perubahan harga, sehingga terutama digunakan untuk menentukan tren jangka pendek. Sebaliknya, 20-period EMA mampu memberikan perspektif tren pasar yang lebih luas. Oleh karena itu, kombinasi ini sering digunakan oleh trader yang menerapkan strategi day trading.
Misalnya, ketika 9 EMA breakout ke atas melampaui 20 EMA, ini berarti pasar mungkin memasuki tren naik, sehingga menghasilkan sinyal beli. Sebaliknya, ketika 9 EMA breakout ke bawah menembus 20 EMA, ini berarti pasar mungkin memasuki tren turun, sehingga menghasilkan sinyal jual.
Paling cocok untuk: scalping dan day trading
#2 Strategi Trading 5/20 EMA
Strategi ini mirip dengan strategi 9/20 EMA, tetapi menggunakan 5-period EMA. 5-period EMA merespons perubahan harga lebih cepat, sehingga sangat cocok untuk gaya trading yang lebih agresif, atau pasar dengan volatilitas tinggi. Strategi ini sering digunakan oleh scalper, karena mereka terutama menangkap pergerakan harga yang sangat kecil.
Sinyal beli atau jual ditentukan melalui titik cross antara 5 EMA dan 20 EMA. EMA periode pendek breakout ke atas melampaui EMA periode panjang, berarti pasar mungkin memasuki tren bullish; EMA periode pendek breakout ke bawah menembus EMA periode panjang, berarti pasar mungkin memasuki tren bearish.
Paling cocok untuk: scalping dan day trading
#3 Strategi Cross 20/60 EMA
Strategi ini menggunakan 20-period EMA dan 60-period EMA. 60 EMA dengan periode lebih panjang mampu memfilter lebih banyak fluktuasi harga jangka pendek, sehingga memberikan sinyal tren yang lebih stabil.
Strategi ini sangat cocok untuk analisis tren jangka menengah hingga panjang seperti strategi swing trading. Secara spesifik, ketika 20 EMA breakout ke atas melampaui 60 EMA, biasanya dianggap sebagai sinyal bullish; ketika 20 EMA breakout ke bawah menembus 60 EMA, dianggap sebagai sinyal bearish.
Paling cocok untuk: swing trading dan trading jangka panjang
#4 Strategi Cross 20/200 EMA
Strategi ini menggunakan 20-period EMA dan 200-period EMA. 200 EMA adalah indikator yang banyak diperhatikan saat menentukan arah tren jangka panjang, dan biasanya juga merupakan bagian dari strategi position trading.
Ketika 20 EMA breakout ke atas melampaui 200 EMA, ini bisa berarti tren bullish jangka panjang akan segera dimulai. Sebaliknya, ketika 20 EMA breakout ke bawah menembus 200 EMA, ini bisa berarti tren bearish jangka panjang akan segera dimulai.
Paling cocok untuk: swing trading
Bagaimana Cara Trading dengan Strategi 20 EMA?
Kita sudah beberapa kali menyebutkan sebelumnya bahwa 20 EMA dapat digunakan untuk mengidentifikasi tren serta mencari posisi entry dan exit. Berikut ini, mari kita pelajari lebih detail salah satu strategi 20 EMA yang sangat sederhana, efektif, namun relatif jarang dibahas: menangkap pembalikan harga menggunakan 20 EMA, dengan indikator RSI sebagai alat konfirmasi.
1. Setup Trading
Hal pertama yang perlu dilakukan adalah mengatur grafik trading dengan benar. Seperti yang ditunjukkan pada gambar di bawah, kedua indikator ini perlu ditambahkan ke grafik. Untuk indikator RSI, gunakan pengaturan parameter default.
Setelah pengaturan indikator selesai, kamu dapat memilih timeframe yang paling sesuai dengan gaya trading kamu.
2. Entry Trading
Aturan trading untuk mencari peluang entry dengan strategi ini sangat sederhana dan cukup mekanis. Setelah membuka grafik, hal pertama yang perlu diamati adalah apakah indikator RSI menunjukkan bahwa pasar sudah memasuki kondisi oversold atau overbought.
3. Stop Loss dan Target Take Profit
Mengingat tidak ada strategi yang 100% efektif, menetapkan posisi stop loss dengan jelas sangatlah penting. Untuk trade ini, kita dapat langsung menempatkan stop loss beberapa poin di bawah swing low terbaru.
Untuk trade jual, stop loss juga dapat ditempatkan di atas swing high terbaru. Ini memberikan cukup "ruang volatilitas" untuk trade, sekaligus mengurangi kemungkinan posisi terkena stop loss secara tidak terduga akibat pelebaran spread.
Penetapan target take profit memiliki sifat yang agak subjektif. Misalnya, jika kamu seorang swing trader dan percaya bahwa kondisi saat ini mungkin merupakan awal dari tren baru, kamu dapat memilih untuk memegang trade ini lebih lama.
Berikut beberapa pertanyaan umum tentang strategi 20 EMA
1. Apakah 20 EMA adalah indikator yang baik untuk mencari sinyal trading?
20 EMA memang dianggap sebagai indikator yang baik untuk mencari sinyal trading, terutama karena lebih menekankan pada data harga terkini.
Dibandingkan dengan simple moving average (SMA), 20 EMA mampu merespons informasi pasar terbaru lebih cepat, yang merupakan keunggulan terutama dalam lingkungan pasar yang bergerak cepat.
2. Bagaimana cara menggunakan 20 EMA untuk day trading?
20 EMA sangat cocok untuk day trading. Trader dapat menunggu harga mengalami pullback dan menguji level resistance yang dibentuk oleh 20 EMA, untuk mencari posisi entry yang baik. Biasanya, trader juga menunggu sinyal konfirmasi yang valid muncul di level tersebut sebelum masuk ke trade.
3. EMA mana yang digunakan oleh sebagian besar trader profesional?
Pertanyaan ini tidak memiliki jawaban tunggal yang berlaku untuk semua trader, karena pemilihan periode EMA sangat bergantung pada gaya trading trader, pasar yang ditradingkan, dan strategi trading spesifiknya.
Namun, EMA yang umum digunakan meliputi 20-period EMA, 50-period EMA, dan 200-period EMA. Trader biasanya memilih periode EMA yang sesuai berdasarkan timeframe analisis mereka, serta cara mereka menangkap tren pasar dan pembalikan harga.