Konten tentang strategi Smart Money Concept (SMC) telah mendapat banyak perhatian dan sambutan dari para pembaca. Seiring semakin banyak orang yang membangun kerangka awal tentang SMC, kami pun sudah siap untuk memahami strategi SMC lebih dalam.
Dalam SMC, Fair Value Gap (FVG) dan Order Block (OB) adalah dua konsep yang sangat inti. Di artikel-artikel sebelumnya saya sudah memperkenalkan konten awal dari kedua konsep tersebut, tetapi seperti halnya support resistance yang punya tingkat kekuatan berbeda, FVG dan OB juga ada yang efisien dan ada yang kurang efisien. Di artikel hari ini, saya akan fokus membahas cara mengidentifikasi OB yang efisien.
Sebelum itu, mari kita ulas kembali apa itu Order Block (OB). OB biasanya merupakan posisi di mana investor institusional besar mengeksekusi order dengan volume yang cukup besar. Karena OB merepresentasikan area dengan likuiditas yang sangat melimpah, area ini juga sering menjadi target para pemain institusi besar. Oleh karena itu, dalam trading, mengidentifikasi OB dapat secara signifikan meningkatkan win rate trading kita.
Ketika tercermin di grafik, OB biasanya didefinisikan sebagai kandil bearish terakhir sebelum sebuah tren naik dimulai, atau kandil bullish terakhir sebelum sebuah tren turun dimulai.
Hari ini kita akan fokus membahas 2 kondisi order block yang valid: pengambilan likuiditas dan ketidakseimbangan (imbalance).
Poin Penting Pertama Order Block yang Valid: Pengambilan Likuiditas
Sebuah OB yang valid biasanya akan didahului oleh terjadinya pengambilan likuiditas sebelum terbentuk, yaitu sebuah "fake breakout" terhadap swing low atau swing high di depannya. Tujuan fake breakout ini adalah untuk memicu stop loss di sekitar swing low atau swing high tersebut, sehingga mendapatkan harga yang lebih murah. Ketika pengambilan likuiditas seperti ini terjadi, probabilitas terbentuknya OB yang valid di area tersebut menjadi lebih besar.
Pengambilan likuiditas di sini dapat dibagi menjadi dua situasi: pertama, sweep likuiditas secara struktural; kedua, sweep likuiditas setelah dengan cepat menciptakan swing low baru dalam jangka pendek.
Jenis pertama, yaitu sweep likuiditas secara struktural, cukup penting. Biasanya harga terlebih dahulu membentuk swing high atau swing low kecil, kemudian terjadi pembalikan arah. Ketika para investor mengira harga akan berbalik arah dan mulai masuk untuk short/long, order stop loss mereka di sekitar swing high/swing low sebelumnya menjadi likuiditas di pasar. Setelah itu harga kembali berbalik arah dan menyapu likuiditas tersebut.
Poin Penting Kedua Order Block yang Valid: Imbalance
Ketika kita menemukan sebuah OB, kita perlu mengamati apakah pergerakan harga setelahnya disertai dengan ketidakseimbangan antara buyer dan seller, yaitu munculnya Fair Value Gap (FVG). Ambil contoh OB bullish, logika di baliknya adalah: ketika institusi telah menyerap habis order sell dan melanjutkan eksekusi order mereka, dalam jangka pendek akan terjadi ketidakseimbangan antara buyer dan seller, yaitu munculnya FVG.
Ketika sebuah OB memenuhi dua kondisi, yaitu pengambilan likuiditas dan FVG, maka kita bisa katakan bahwa OB ini kemungkinan besar adalah OB yang sangat berkualitas atau efisien. Logika di baliknya adalah: investor institusional pertama-tama melakukan stop loss hunting di area ini, kemudian menghabiskan banyak pihak lawan (counterparty), dan setelah pihak lawan habis mereka masih bersedia untuk terus membeli. Semua ini mengungkapkan niat investor institusional besar untuk melakukan posisi long.