Artikel ini ditulis oleh Rolf Schlotmann, seorang trader profesional asal Jerman dengan pengalaman trading lebih dari 16 tahun. Ia adalah praktisi analisis teknikal dan price action trading, yang menganut filosofi trading "price action di atas segalanya, berpikir probabilistik, bukan prediktif".
Selama ini "trading reversal" selalu memiliki reputasi yang buruk. Tapi apakah strategi trading reversal benar-benar lebih buruk, lebih berbahaya, dan harus dihindari? Sebagai trader dengan pengalaman lebih dari 16 tahun, saya bisa katakan dengan bertanggung jawab: faktanya tidak demikian, justru sebaliknya.
Setiap tren baru dimulai dari reversal tren sebelumnya. Karena itu, trader reversal sering kali dapat mengidentifikasi tren baru lebih awal, dan dengan memegang tren baru lebih lama, mereka dapat secara signifikan memperbesar ruang profit. Jika kamu ingin menangkap tren terbaik sedini mungkin, mempelajari reversal sangatlah berharga.
Selanjutnya, saya akan memperkenalkan 3 strategi trading yang bisa kamu gunakan di pasar dan timeframe apa pun (pastikan berlatih dulu di akun demo!). Konsep dan strategi dalam artikel ini bersifat abadi karena menyentuh inti dari cara kerja pasar dan price action. Tujuan saya melalui strategi-strategi ini adalah membantu kamu benar-benar memahami esensi pasar.
Strategi #1: Divergence
Meskipun banyak trader pernah mendengar tentang divergence trading, sebagian besar hanya memahami di permukaan. Izinkan saya menjelaskan makna sebenarnya dari divergence dari sudut pandang yang berbeda.
RSI adalah indikator momentum, yang berarti mengukur kecepatan pergerakan harga dan kekuatan pergerakan pasar.
RSI membentuk higher low setiap kali harga mencetak new high. Inilah yang disebut divergence, karena pergerakan harga dan pergerakan indikator saling menyimpang.
Tapi mengapa ini penting?
Karena RSI mengukur kekuatan tren, high RSI yang semakin menurun menunjukkan bahwa momentum pasar sedang melemah dan tren sedang melambat. Jika kita saat ini memegang posisi long, ini adalah sinyal yang sangat penting karena berarti probabilitas kelanjutan tren sedang menurun.
Indikator RSI mengukur durasi dan kekuatan swing tren.
Masalah umum yang sering dialami trader kurang berpengalaman adalah mereka terlalu terburu-buru dan masuk terlalu awal. Hanya karena divergence muncul, bukan berarti harga pasti akan langsung turun.
Ketika sebuah tren berakhir, harga akan masuk ke fase konsolidasi sideways, atau reversal ke arah tren yang berlawanan.
Kita bisa menganalisis price action lebih lanjut untuk menilai apakah pasar akan segera reversal. Ketika trader yang memegang posisi long mulai menutup posisi, aksi jual mereka akan menambah tekanan bearish di pasar. Jika cukup banyak pembeli yang keluar dan pada saat yang sama penjual baru masuk ke pasar, reversal tren bisa terjadi.
Dalam bull market, harga biasanya membentuk higher high (HH) dan higher low (HL). Selama struktur ini masih ada, tidak ada alasan untuk short.
Higher low berarti setiap kali harga turun, masih ada pembeli yang aktif masuk mendorong harga naik. Jika kamu ingin mencari peluang short dengan probabilitas lebih tinggi, idealnya tunggu pasar membentuk lower low (LL). Lower low menunjukkan bahwa pembeli sudah tidak secepat sebelumnya dalam mendorong harga naik, ini adalah sinyal konfirmasi bearish tambahan.
Tips penting lainnya: perkecil perspektif timeframe grafik, dan perhatikan posisi formasi ini dalam struktur yang lebih besar.
Mengapa ini sinyal yang penting?
Semakin lama tren berlangsung, semakin banyak orang yang sudah membeli di pasar ini. Dan calon pembeli yang belum membuka posisi long semakin sedikit — lalu, siapa lagi yang bisa terus mendorong harga naik?
Kedua, pembeli-pembeli ini sudah mengumpulkan banyak unrealized profit. Ketika pasar menunjukkan tanda-tanda melemah, trader ini lebih cenderung menutup posisi untuk menghindari profit yang tergerus. Perilaku ini juga akan semakin menambah tekanan jual di pasar.
Support dan resistance juga bisa diterapkan pada indikator!
Dalam bear market, price action seharusnya menunjukkan lower high dan lower low.
Trader agresif mungkin sudah masuk lebih awal saat ini, tapi perhatikan bahwa karena kamu kekurangan sinyal konfirmasi yang krusial, win rate kamu kemungkinan besar akan terpengaruh.
Seorang trader terkenal pernah berkata: "Titik balik pasar sering kali disertai dengan volatilitas terbesar."
Ini masuk akal, karena setelah tren naik yang panjang, banyak pembeli mulai menutup posisi dan keluar, sementara penjual baru masuk ke pasar. Pergeseran kekuatan ini sering kali menyebabkan peningkatan volatilitas.
Masih kurang satu sinyal konfirmasi tren bearish terakhir: breakout di bawah new low.
Mengapa ini penting? Karena hanya ketika harga breakout di bawah previous low, kita bisa sepenuhnya mengonfirmasi bahwa high sebelumnya memang benar-benar "lower high".
Meskipun demikian, kamu juga bisa memilih cara yang lebih agresif, yaitu masuk saat lower high pertama muncul.
Strategi #2: Sinyal Pergeseran Reversal Bollinger Bands
Bollinger Bands® adalah salah satu alat trading favorit saya, terutama cocok untuk trend following trading.
Namun, saya sarankan untuk menyesuaikan parameter default terlebih dahulu.
Saya mengubah standar deviasi dari default 2.0 menjadi 2.5. Dengan begitu Bollinger Bands akan menjadi lebih lebar, sinyal lebih reliabel, dan lebih banyak market noise yang tersaring.
Secara umum, Bollinger Bands paling cocok digunakan di trending market. Meskipun bisa juga digunakan di ranging market, berdasarkan pengalaman saya, hasilnya lebih baik di trending market.
Dalam bull market yang kuat, kamu biasanya akan melihat harga terus-menerus menyentuh upper band Bollinger Bands, dan hampir tidak pernah menyentuh lower band.
Terkadang, pullback yang lebih dalam juga bisa menyentuh band di sisi berlawanan (lower band). Namun, selama harga tidak bisa bertahan lama di sekitar band berlawanan tersebut, atau tidak bisa mendorong band itu sendiri untuk berubah arah, ini biasanya bukan sinyal reversal yang sangat kuat.
Masuk terlalu awal ke tren baru bisa membuat kamu menghadapi volatilitas harga yang besar. Periode seperti ini sangat sulit untuk trading karena rentang pergerakan harga sangat besar.
Karena itu, lebih baik menunggu top terbentuk, dan mengamati lebih banyak tanda yang mengonfirmasi bahwa tren baru sudah dimulai. Jangan khawatir ketinggalan tren. Dibandingkan mencoba trading di puncak pasar yang kacau, cara yang lebih "aman" adalah menunggu tren dengan volatilitas rendah.
Strategi #3: Pergeseran Momentum / Squeeze Struktur
Sekarang kita bisa menerapkan apa yang telah dipelajari dari dua strategi sebelumnya ke metode trading reversal pasar lainnya.
Masih ingat yang saya katakan sebelumnya? Dalam uptrend, kamu biasanya akan melihat pasar terus mencetak higher high dan higher low. Ini sangat penting, karena selama pola ini masih ada, kamu tidak boleh trading melawan tren.
Sinyal pertama perubahan struktur pasar adalah ketika harga membentuk lower low untuk pertama kalinya.
Ukuran swing tren juga bisa memberikan banyak informasi.
Perubahan dalam perilaku pasar dan tren selalu layak untuk diperhatikan!
Begitu kamu mulai memperhatikan high pasar, kamu akan menemukan bahwa mereka sering kali retrace ke area sekitar puncak pasar
Seberapa dalam retracement akan terjadi, kita tidak bisa tahu sebelumnya.
Saya juga mengaktifkan daily pivot, yang merupakan alat support dan resistance yang sangat baik. Kamu akan sering melihat bahwa harga menggunakan garis pivot sebagai resistance selama proses retracement.
Masuk di awal tren biasanya bisa memberikan risk-reward ratio yang lebih tinggi melalui stop loss yang lebih ketat dan menangkap profit yang lebih besar.
Metode ini mungkin sedikit lebih agresif, karena entry kamu jelas lebih awal dibandingkan contoh divergence dan Bollinger Bands yang disebutkan sebelumnya. Tapi imbalan dari trading ini adalah potensi risk-reward ratio yang lebih tinggi.
Apakah Trading Reversal Berisiko Tinggi?
Dalam trading, tidak ada yang benar-benar aman, apa pun strategi trading yang kamu pilih, selalu ada risiko.
Namun, istilah "trading reversal" sangat mudah disalahpahami dan banyak mendapat penilaian negatif. Tapi pandangan negatif ini tidak beralasan.
Cara trading reversal yang diperkenalkan di sini bukanlah menyarankan kamu untuk blindly short saat harga masih naik. Itu memang ceroboh dan sangat berbahaya.
Sebenarnya, kesamaan dari ketiga strategi ini adalah kita semua menunggu sinyal yang jelas — yang menunjukkan bahwa tren saat ini sedang kehilangan momentum, dan harga mungkin mulai bergerak ke arah baru.
Saya tidak melihat strategi trading ini sebagai strategi reversal klasik, melainkan sebagai metode early trend following. Pada dasarnya, kita tidak memprediksi titik balik pasar, melainkan mencari sinyal awal bahwa tren sebelumnya mulai bergerak berlawanan.
Apakah strategi trading ini cocok untukmu? Saya tidak bisa menjamin ini cocok untuk semua orang, tapi kamu bisa mencobanya.
Strategi trading yang telah dibahas ini pasti akan membantumu melihat trading reversal dari perspektif yang berbeda.