Dale Woods mulai trading forex pada tahun 2007, seorang trader "hardcore" yang sangat menyukai analisis price action, dan hingga kini memiliki pengalaman trading 17 tahun. Selama lebih dari satu dekade karier tradingnya, Woods terus mempelajari price action, membentuk strategi trading price action-nya sendiri, dan meraup return trading yang melimpah karenanya.
"Saya selalu percaya bahwa grafik trading harus tetap sederhana dan masuk akal, mengambil keputusan trading berdasarkan data pergerakan harga murni. Dengan begitu, trader bisa menghindari gangguan dari indikator yang tidak perlu. Saya tidak membutuhkan indikator apa pun, dan tidak menggunakan EA apa pun untuk membuat keputusan trading. Saya selalu fokus pada studi pergerakan harga awal dari pair mata uang, komoditas, dan lainnya. Menurut saya, price action adalah salah satu cara trading yang paling dekat dengan pasar, paling andal, dan paling menguntungkan."
Woods telah melakukannya selama 17 tahun, dan akan terus begitu di masa depan. Katanya, price action adalah rajanya!
Sebuah strategi trading price action untuk pasar ranging yang sederhana dan mudah dipahami.
Saya suka menjaga semuanya tetap sederhana dan jelas, dan pasar ranging bukan pengecualian.
Yang dimaksud pasar ranging adalah ketika harga terjebak di antara level support dan resistance, bergerak bolak-balik di antara kedua batas tersebut.
Cara terbaik adalah: perhatikan batas atas dan bawah, cari sinyal price action yang mengindikasikan harga akan segera memantul.
Kamu bisa dengan jelas melihat ini adalah pasar ranging, karena ada dua batas yang jelas di grafik, dan harga berulang kali bergerak di antara keduanya.
Perhatikan: di batas atas muncul beberapa sinyal penolakan bearish, sedangkan di batas bawah muncul beberapa sinyal penolakan bullish — sinyal-sinyal ini menunjukkan harga kemungkinan akan memantul di batas tersebut.
Sinyal-sinyal ini adalah sinyal peringatan dini untuk siklus ranging baru.
Kamu hanya perlu trading di batas area ranging untuk mendapatkan peluang trading terbaik. Mencoba trading "breakout" dari pasar ranging adalah hal yang berbeda! Ini sangat sulit — pasar sering menipu kamu di dekat batas ranging, membuatmu mengira harga akan breakout, padahal tidak.
Situasi ini disebut false breakout, atau "fakeout". Sangat umum terjadi di puncak dan dasar range, bahkan trader berpengalaman pun mudah terjebak — jadi, cukup fokus trading peluang "pantulan" di batas ranging saja.
Ketika kamu trading di tengah area ranging, itu seperti menari di atas api.
Pasar ranging itu sendiri sederhana, jangan membuatnya rumit.
Pasar ranging adalah struktur pasar yang sederhana. Ketika kamu mencari peluang trading ranging, kamu mencari bukti bahwa harga berniat memantul di puncak atau dasar range. Sinyal pantulan bullish muncul di dasar, sinyal pantulan bearish muncul di puncak. Jangan mudah masuk ke area tengah range — di sana adalah zona ranjau yang berbahaya!
Rahasia mengidentifikasi tren, dan cara trading mengikuti tren
Bagaimana cara menentukan tren pasar? Ini adalah pertanyaan yang sering dianalisis berlebihan dan keluar dari konteks, terutama sangat umum dalam berbagai diskusi publik.
Karena penuh kekacauan dan perbedaan pendapat, tidak ada yang bisa memberikan jawaban pasti. Tapi sebenarnya jawabannya ada di sini:
Yang perlu kamu perhatikan adalah jejak swing high dan swing low dari harga.
◎ Pasar yang naik akan membentuk higher high (HH) dan higher low (HL)
◎ Pasar yang turun akan membentuk lower high (LH) dan lower low (LL)
Saya menemukan banyak trader suka menggunakan berbagai indikator untuk menentukan arah tren — sebenarnya tidak perlu sama sekali, informasi paling kunci ada di grafik itu sendiri.
Analisis struktur swing tidak hanya membantumu menentukan apakah tren ada, tetapi juga membantumu mengidentifikasi kekuatan tren, serta zona panas potensi reversal.
Sekarang, "mengidentifikasi tren" tidak pernah semudah ini!
"Aturan emas" trading adalah "beli murah, jual mahal". Kedengarannya sederhana, tapi kenapa masih banyak trader yang selalu beli di puncak ekstrem, atau jual di dasar ekstrem?
Ketika trader melakukannya terbalik (beli mahal, jual murah), maka yang terjadi adalah:
Beli di posisi tinggi dalam tren naik → terjebak di puncak
Short di posisi rendah dalam tren turun → terhempas ke dasar
Ingatlah pepatah klasik ini: "Beli saat pullback dalam tren naik, jual saat rebound dalam tren turun (Buy the dips, sell the rallies.)."
Pepatah trading yang tersebar luas ini dengan tepat merangkum cara memposisikan diri dengan benar dalam tren, sekaligus menghindari risiko tersapu oleh pullback.
Jika pasar sedang dalam tren turun, rebound singkat adalah peluang short-mu; jika pasar sedang dalam tren naik, pullback singkat adalah peluang long-mu.
Terkadang, kembali ke dasar adalah hal yang paling penting. Kamu perlu benar-benar memahami apa itu tren.
Inilah mengapa price action adalah cara terbaik untuk mengevaluasi struktur pasar, kamu bisa langsung melihat apakah pasar sedang dalam kondisi trending.
Tren sebenarnya sederhana — seperti struktur pasar yang bertingkat. Kamu tidak perlu setumpuk indikator aneh untuk memberitahu arah, cukup gunakan aturan identifikasi tren yang diajarkan di pelajaran ini, dan kamu bisa menentukan sendiri kondisi tren.
Kesimpulan
Kamu tidak membutuhkan indikator apa pun untuk menentukan tren! Semua jawaban ada dalam price action itu sendiri, dan tidak sulit untuk dibaca.
Alasan utama kegagalan entry trader adalah mereka tidak bisa dengan benar menentukan apakah pasar sedang trending; atau dalam tren mereka "salah posisi" saat trading sinyal. Gunakan analisis struktur swing untuk menentukan apakah pasar sedang trending, arah harga, dan kekuatan tren.
Terakhir, ingatlah aturan emas ini, "Beli rendah dalam tren naik, jual tinggi dalam tren turun."