Vibha Jha adalah seorang Juara Investasi Amerika berpengalaman yang telah mengasah keterampilan trading dan investasinya selama bertahun-tahun melalui praktik yang fokus. Selain itu, Jha adalah seorang pensiunan eksekutif perusahaan asuransi kesehatan yang menekuni investasi dan trading sebagai sebuah passion.
Ketertarikannya pada saham dimulai pada pertengahan 1990-an, ketika ia bekerja sebagai underwriter keuangan di Aetna dan membeli sebuah mobil dengan uang tunai.
Saat itu, kakaknya yang bekerja sebagai engineer di Goldman Sachs menyarankannya untuk tidak menghabiskan terlalu banyak uang untuk mobil, melainkan membeli saham seperti Microsoft.
"Tentu saja, saya tidak mendengarkannya, karena saya dibesarkan dalam keluarga di mana ayah saya selalu menekankan 'jangan berutang, seminimal mungkin pinjaman.'" kata Jha, yang kini berusia 55 tahun.
Namun pada tahun 1999, harga saham Microsoft telah naik dari sekitar $5 (sekitar Rp80.000) pada tahun 1995 menjadi lebih dari $57 (sekitar Rp912.000), naik lebih dari 1000%. Ia menyadari bahwa jika ia menginvestasikan uang itu ke saham, ia sudah bisa membayar mobil tersebut berkali-kali lipat.
Untuk menebus kesalahan awalnya, Jha masuk ke Microsoft di harga tinggi pada kuartal terakhir tahun 1999—tepat sebelum pecahnya gelembung dot-com. Ia mengenang bahwa ia kehilangan sekitar 70% investasinya dalam tiga bulan.
"Ketertarikan awal saya pada investasi didorong oleh kenaikan harga saham, tetapi saat itu saya sama sekali tidak menyadari betapa cepat dan drastisnya harga saham bisa turun," kata Jha. "Jadi saya belajar dari kesalahan yang sangat mahal."
Pelajaran terbesarnya adalah: sebelum membeli, fundamental perusahaan yang kuat bukanlah satu-satunya faktor yang perlu dipertimbangkan. Jika kamu membeli perusahaan yang tepat di waktu yang salah, kamu tetap bisa kehilangan banyak uang, katanya.
Bagaimana Jha meningkatkan kemampuannya secara bertahap?
Untuk belajar, ia mulai membaca banyak buku tentang trading dan investasi. Sejak tahun 2005, ia menjadi pembaca rutin Investors Business Daily, membaca buku-buku seperti How to Make Money in Stocks (karya William O'Neil) untuk menyerap pengalaman. Ia secara bertahap memperluas pengetahuannya dengan melacak laporan keuangan kuartalan perusahaan-perusahaan yang menarik baginya, dan akhirnya berinvestasi sekali setiap kuartal.
Strategi tradingnya adalah memilih saham yang bisa dipegang untuk jangka panjang, tetapi tetap cukup fleksibel untuk keluar begitu fundamental melemah atau harga menembus di bawah moving average mingguan. Pemenang terbesarnya pada tahun 2021 adalah Affirm (AFRM), yang melonjak pada kuartal keempat 2021. Pemenang saham tunggal terbesarnya pada tahun 2020 adalah Trade Desk (TTD).
Pada tahun 2020, ia memutuskan untuk mengikuti Kejuaraan Investasi Amerika, dan bertrading di akun Roth IRA-nya. Pada tahun 2021 ia kembali berkompetisi, dan bertrading di akun Traditional IRA (menurut dokumen broker yang dilihat oleh Insider). Ini memungkinkannya untuk masuk dan keluar posisi dengan bebas tanpa implikasi pajak.
Pada tahun 2020 ia mengakhiri kompetisi dengan return 155,2%, pada tahun 2021 dengan return 100,4%, melampaui banyak profesional terkemuka. Sementara S&P 500 pada periode yang sama naik sekitar 16% dan 27%. Pada tahun 2023, Jha kembali mengikuti kejuaraan, mempertahankan kinerja yang stabil dan mencapai return yang mengesankan sebesar 70%.
Pencapaian ini memperkuat reputasi Jha sebagai trader yang disiplin dan berkualitas tinggi, yang mampu menghasilkan kinerja luar biasa baik di pasar yang mendukung maupun yang bergejolak.
4 Rahasia Terbaik
◕ Kenali Gaya Trading Kamu
Misalnya, apakah kamu lebih cenderung buy and hold, atau lebih cepat ganti saham? Jawabannya tergantung pada volatilitas yang bisa kamu tanggung. Jika terlalu banyak fluktuasi harga membuatmu gugup, kamu mungkin lebih cocok untuk swing trading atau day trading, daripada mencoba menangkap pergerakan kecil, katanya. Tidak peduli seberapa dalam riset fundamentalmu atau seberapa canggih strategi teknikalmu, kamu tidak bisa mengendalikan arah pasar saham. Satu-satunya yang bisa kamu kendalikan adalah reaksimu, jadi kamu harus merasa nyaman dengan strategimu.
"Kesalahan yang mungkin dilakukan orang adalah bereaksi berlebihan atau kurang bereaksi," kata Jha. "Jika kamu tidak memahami gayamu sendiri, hal-hal yang sangat normal di pasar pun bisa menyebabkanmu overtrading."
Karena keterbatasan waktu, Jha cenderung melakukan trading jangka panjang atau memegang posisi selama beberapa bulan hingga satu tahun. Namun, terkadang jika fundamental perusahaan tidak cukup kuat atau saham sudah overbought, ia juga memegangnya dalam jangka pendek, misalnya dua bulan.
◕ Belajar dari Satu Orang, Bukan Belajar Secara Terpisah-pisah dari Banyak Sumber
Orang tersebut harus sesuai dengan gaya tradingmu. Misalnya, jika kamu bisa menerima memegang saham selama beberapa bulan, maka belajar teknikal dari day trader tidaklah cocok. Mencoba mengikuti strategi yang tidak sesuai dengan gayamu sendiri akan membuat mental menghambat eksekusi, dan kamu akhirnya akan mendapatkan hasil yang sama sekali berbeda, katanya.
Ketika Jha tertarik pada trading di tahun 90-an, sumber daya online belum tersedia. Jadi ia mulai membaca banyak buku dan publikasi. Ia merasa resonansi dengan ajaran Mark Minervini, seorang Juara Investasi Amerika dan trader. Ia telah menerbitkan banyak buku, dan favoritnya adalah Think and Trade Like a Champion. Ia juga mengikuti maestro investasi legendaris William O'Neil, yang menerbitkan How To Make Money in Stocks.
◕ Peningkatan Berkelanjutan dan Bertahap
Bagi Jha, ini berarti meninjau kembali apa yang bisa ia lakukan lebih baik setelah keluar dari sebuah trade. Sebagian besar pengamatannya berkaitan dengan teknikal. Dengan kata lain, apakah ia bisa masuk di harga yang lebih baik, atau apakah ia bisa memegang posisi lebih lama? Jika trade tersebut rugi, ia akan merenungkan apakah ia telah cukup meneliti fundamental perusahaan, apakah ada informasi yang terlewat.
Misalnya, pada 22 November 2021, ia membuka posisi di produsen kendaraan listrik Rivian (RIVN) tak lama setelah IPO. Hari itu harga saham terus turun, dan ia dengan cepat menjual setengah posisinya pada hari yang sama, dengan kerugian $3.470 (sekitar Rp55.520.000). Ia menyimpan setengahnya lagi untuk melihat apakah akan rebound, tetapi tidak. Setelah kejadian itu ia menyadari bahwa IPO perusahaan tidak berarti itu adalah titik entry yang tepat. Saat itu mendekati musim liburan, dan ia juga tidak punya cukup waktu untuk meninjau dan memantau saham ini dengan cermat.
◕ Beri Waktu untuk Menilai Apakah Strategi Berhasil, Sebelum Memutuskan untuk Meninggalkannya dan Beralih ke Metode Lain
Asalkan kamu tidak kehilangan terlalu banyak uang dalam prosesnya, katanya. Kamu mungkin memiliki strategi yang baik, atau mungkin melakukan semuanya dengan benar dalam riset fundamental, tetapi jika pasar berkinerja buruk, kamu sedang melawan arus. Mungkin strategimu lebih cocok untuk pasar yang bergejolak, atau lebih cocok untuk bull market yang lambat.
"Jika saya melakukan beberapa trade dan semuanya rugi, ya, ini mungkin sebagian masalah cara berpikir saya," kata Jha. "Tetapi bisa juga hanya karena angin tidak berpihak pada saya. Dan saya percaya, kamu tidak harus selalu fully invested. Terkadang saya memegang cash."
Untuk bertahan cukup lama agar strategimu punya waktu untuk terbukti, kamu harus memiliki manajemen risiko yang baik. Ini berarti menetapkan stop loss dan mengelola ukuran posisi dengan baik, katanya. Misalnya, ketika ia melakukan trade buruk di Rivian, satu-satunya penyelamat adalah ukuran posisinya yang sangat kecil. Sehingga dampaknya terhadap portofolionya sangat minimal.
Strategi Swing Trading TQQQ Jha
Alur trading TQQQ Jha mencakup analisis pasar yang cermat, titik entry yang presisi, dan penjualan yang disiplin saat harga tinggi.
Sinyal Entry:
⊙ Beli ketika TQQQ kembali ke moving average kunci (seperti MA 50 hari atau MA 10 minggu).
⊙ Lacak higher low untuk mengkonfirmasi pembalikan tren.
⊙ Masuk ketika Nasdaq menunjukkan tanda-tanda kenaikan baru setelah koreksi.
Jual Saat Harga Tinggi:
⊙ Jha menggunakan sinyal teknikal untuk keluar dari posisi secara bertahap, mengunci profit:
⊙ Mencetak swing high 52 minggu baru tetapi volume menurun.
⊙ Nasdaq menunjukkan empat hingga lima distribution day.
⊙ Beberapa kali gagal menembus resistance lalu terjadi penurunan.
Jha juga dengan cermat melacak kenaikan dari swing low ke swing high, dan mencatat bahwa TQQQ biasanya memiliki beberapa peluang pergerakan 20%–30% setiap tahunnya.
Mencari Market Leader: Kriteria Fundamental dan Teknikal
Selain TQQQ, Jha juga fokus pada saham growth yang memiliki potensi kenaikan dua kali bahkan tiga kali lipat. Ia mempelajari teori William O'Neil secara mendalam dan mengikuti banyak prinsip strategi CANSLIM.
Analisis Fundamental:
⊙ Pertumbuhan laba dan penjualan kuartalan: Target 25–35% atau bahkan lebih tinggi.
⊙ Proyeksi laba tahunan: Pastikan pertumbuhan yang kuat berkelanjutan di beberapa kuartal ke depan.
⊙ Kepemilikan institusi: Prioritaskan saham dengan kepemilikan dana yang terus meningkat.
Analisis Teknikal:
⊙ Pola awal, seperti pola "cup and handle" atau "double bottom".
⊙ Breakout di atas MA 50 hari dan MA 10 minggu.
⊙ Garis Relative Strength (RS) mencetak swing high baru.
Aturan Manajemen Risiko untuk Kesuksesan Jangka Panjang
Manajemen risiko adalah inti dari proses trading Vibha:
⊙ Aturan stop loss: Keluar dari trade ketika saham turun di bawah MA 10 minggu atau MA 50 hari.
⊙ Position sizing: Posisi awal 10%, tambah posisi dengan hati-hati saat pullback atau konsolidasi sempit.
⊙ Hindari konsentrasi berlebihan: Jaga portofolio yang terdiversifikasi dengan 6–8 saham inti.
"Mengendalikan kerugian adalah pelajaran terpenting yang saya pelajari. Saya menentukan ukuran posisi berdasarkan stop loss teknikal, yang memungkinkan saya terus memegang trade yang bergerak dengan baik."
Ringkasan Pengalaman: Saran untuk Trader yang Bercita-cita
Merefleksikan perjalanannya, Jha berbagi pelajaran kunci kepada trader yang ingin meningkatkan proses trading mereka:
❍ Kenali gayamu: Baik kamu swing trader atau trend follower, memahami kekuatan dan kelemahanmu sangat penting.
❍ Mulai dari kecil: Mulai dengan posisi yang lebih kecil, kurangi risiko saat belajar.
❍ Buat trading plan yang lengkap: Termasuk aturan beli, jual, position sizing, dan manajemen risiko.
❍ Terus belajar secara berkelanjutan: Jha terus menyempurnakan prosesnya melalui pengalaman bertahun-tahun, membaca buku, dan menganalisis kesalahan.
"Kamu hanya bisa belajar dari praktik. Mulai dari posisi kecil, optimalkan sistemmu, dan yang terpenting, patuhi aturanmu."
Pencapaian mengesankan Vibha Jha—return 155,2% pada 2020, 100% pada 2021, dan 70% pada 2023—menunjukkan kekuatan strategi yang disiplin. Kisahnya membuktikan bahwa dengan ketekunan, aturan yang jelas, dan pembelajaran berkelanjutan, adalah mungkin untuk mencapai return luar biasa sambil mengelola risiko secara efektif.