Apakah kamu merasa sekarang saatnya menyesuaikan strategi trading kamu?
Kamu sudah melakukan banyak riset, bertanya kepada orang lain, dan menggabungkan pengalamanmu sendiri untuk menyusun sebuah strategi trading.
Masalahnya, strategi ini tidak menghasilkan profit secepat yang kamu harapkan. Lalu, kamu mulai berpikir: seberapa lama harus bertahan? Dan kapan, serta bagaimana cara menyesuaikan strategi?
Berikut ini, kita akan membahas kapan kamu harus melakukan penyesuaian kecil bahkan besar terhadap strategi trading kamu.
Mengapa Perlu Menyusun Strategi Trading?
Ini pertanyaan yang bagus.
Kita mulai dengan contoh dari dunia olahraga.
Dalam pertandingan bisbol, seorang pelari base yang baik tidak akan mencoba mencuri base setiap kali pitcher melempar bola. Sebaliknya, ia selalu waspada, mencari peluang yang bisa membantunya maju ke base berikutnya dengan aman.
Trader yang baik juga sama, mereka harus benar-benar memahami "pertandingan" yang sedang mereka ikuti.
Sebelum benar-benar menerapkan strategi trading ke akun real, kamu harus memastikan dirimu sudah cukup memahami bagaimana berita ekonomi dan data indikator mempengaruhi pasar, serta memiliki kemampuan membaca grafik pasar.
Sebelum menyelesaikan strategi trading, memahami kondisi keuanganmu sendiri juga sangat penting.
Pengetahuan ini akan membantumu menilai apakah suatu aset (dan strategi trading kamu) layak untuk ditradingkan.
Ketika kamu merasa sudah mampu membaca grafik, serta memahami dan mencerna berita finansial, kamu bisa mulai benar-benar menerapkan strategi trading kamu ke pasar real.
Pada saat yang sama, pecah strategi trading kamu menjadi beberapa langkah yang mudah dijalankan.
Kamu tidak perlu menyelesaikan semuanya sekaligus. Lakukan secara bertahap, selangkah demi selangkah menuju trading goal akhirmu.
Tentu saja, hanya dengan satu hal kamu akan tahu apakah strategimu akhirnya efektif: benar-benar menjalankannya, dan bersabar.
Amati hasilnya dalam rangkaian trade yang cukup panjang, lihat bagaimana performa strategi ini pada akhirnya.
Jika strategimu berhasil, manfaatkan pengalaman yang kamu pelajari untuk meraih kesuksesan yang lebih besar.
Jika strategimu tidak berhasil, ambil pelajaran dari kesalahan, sesuaikan metode trading kamu, dan pastikan kesalahan yang sama tidak terulang lagi.
Jangan Terlalu Cepat Menyerah pada Strategi Trading Kamu
Bahkan strategi trading terbaik pun bisa sementara waktu tidak berfungsi karena volatilitas pasar atau faktor lainnya.
Sebelum menyerah pada strategi trading kamu, tanyakan pada diri sendiri pertanyaan-pertanyaan berikut:
1. Apakah kamu sudah memberikan cukup waktu kepada strategi ini untuk membuktikan apakah ia berhasil atau gagal?
2. Apakah kamu 100% yakin bahwa strategi ini pada akhirnya tidak akan berfungsi seperti yang kamu harapkan?
3. Apakah ekspektasimu sesuai dengan realitas pasar?
Banyak trader menganggap diri mereka "gagal", hanya karena ekspektasi mereka terhadap hasil trading tidak sesuai dengan realitas pasar.
Dengan kata lain, mereka tidak benar-benar memahami sebuah konsep yang disebut nilai harapan (expected value). Nilai harapan adalah hasil rata-rata yang secara teoritis bisa diperoleh setelah sejumlah trade tertentu.
Secara matematis, nilai harapan didefinisikan sebagai: probabilitas terjadinya trade yang berhasil (atau gagal) × jumlah profit (atau rugi) dari trade yang berhasil (atau gagal) tersebut.
Sebagian besar trader menaruh seluruh perhatian pada frekuensi trading dan ukuran trade, dan itu sendiri tidak salah.
Tapi trader yang benar-benar sukses lebih memperhatikan nilai harapan setiap trade, untuk menilai apakah keputusan beli atau jual layak menanggung risiko yang sesuai.
Jika kamu menemukan bahwa strategi trading kamu terus-menerus merugi, maka kamu harus menyadari bahwa pasar sedang mengirimkan pesan tertentu kepadamu, dan menerima hal ini mungkin tidak mudah.
Apa yang sedang kamu lakukan sekarang, kemungkinan besar salah.
Trader yang menyusun strategi trading dengan nilai harapan sebagai intinya memahami bahwa rugi kecil tidak bisa dihindari, sehingga mereka bersedia menerima kerugian tersebut.
Mereka tahu, satu trade yang bagus saja sudah cukup untuk mencapai profit secara keseluruhan, dan menutupi semua kerugian kecil sebelumnya.
Jangan Sembarangan Mengubah Strategi Trading Kamu, Malah Merusaknya
Dari mana pun strategi trading kamu berasal, buku, kursus online, atau seminar offline, kamu harus memperlakukannya seperti kamu menghargai gadget favoritmu.
Kamu tidak akan membongkar tablet atau ponselmu hanya untuk mengubah satu komponen kecil di dalamnya, kan?
Begitu juga dengan strategi trading kamu.
Jika kamu menggunakan apa yang disebut strategi portofolio, maka kamu tidak bisa sembarangan memilih beberapa saham dari portofolio untuk ditradingkan, tapi tetap berharap mendapatkan hasil yang sama dengan menjalankan seluruh portofolio secara penuh.
Mencampurkan saran dari satu strategi dengan saran dari strategi lain biasanya juga tidak akan memberikan hasil yang ideal.
Sebagian besar strategi trading adalah sistem tertutup, semuanya dirancang untuk berjalan secara mandiri, dan tidak cocok untuk dicampur satu sama lain.
Bagian Mana yang Harus Disesuaikan?
Strategi trading pada akhirnya akan ada saatnya perlu disesuaikan.
Ketahuilah, pasar finansial dan faktor-faktor pembentuknya tidak pernah statis, mereka terus naik dan turun seiring waktu.
Ketika strategi trading kamu mulai berkinerja buruk, kamu harus mempertimbangkan untuk melakukan penyesuaian.
Kamu bisa memanfaatkan tren untuk membantu menilai instrumen mana yang berkinerja buruk. Yang dimaksud tren adalah harga yang terus bergerak ke satu arah dalam periode waktu tertentu.
Apa yang Harus Disesuaikan?
Jika kamu memutuskan untuk menyesuaikan strategi trading kamu, jangan mengubah semuanya sekaligus.
Bayangkan menyesuaikan strategi trading seperti membeli baju baru. Kamu tidak akan membuang semua pakaian di lemari hanya karena membeli satu kemeja baru.
Begitu juga, kamu tidak boleh membongkar seluruh strategi trading hanya karena satu bagian dari strategi berkinerja di bawah ekspektasi.
Lalu, aspek apa saja yang harus kamu pertimbangkan untuk disesuaikan?
Penyesuaian berikut ini bisa membantu kamu mengoptimalkan strategi, tanpa merusak seluruh sistem trading:
1. Sesuaikan ukuran posisi kamu.
2. Pikirkan cara lebih memperbesar trade yang sudah berhasil.
3. Tingkatkan jumlah trade kamu secara wajar.
4. Pelajari strategi trading baru, dan validasi melalui latihan apakah ia lebih baik dari strategi yang kamu gunakan saat ini.
5. Perpendek timeframe trading kamu, tapi jangan biarkan emosi mendominasi proses pengambilan keputusanmu.
Trader berpengalaman memahami satu hal: tidak ada satu pun strategi trading yang cocok untuk semua orang.
Jika kamu sudah trading cukup lama, kamu harus percaya diri dengan pengetahuan yang telah kamu pelajari, dan menyadari bahwa pemahamanmu tentang trading dan pasar finansial sudah melampaui sebagian besar orang.
Jika kamu memang perlu menyesuaikan strategi trading kamu, usahakan penyesuaiannya tetap kecil, dan amati hasil akhir dari perubahan tersebut.