"Tidak ada yang bisa memprediksi pasar secara konsisten. Inti dari trading adalah odds, statistik, probabilitas, dan menghindari risiko kehilangan seluruh modal."——Henri Simoes (Trader profesional, penulis trading, dan peneliti psikologi trading)
Menurut saya, kutipan klasik Henri Simoes ini hampir merangkum esensi trading dengan cara yang paling ringkas. Dalam hidup, dalam trading, dan dalam segala hal, jika ada satu hal yang pasti, itu adalah: tidak ada yang 100% pasti.
Itulah mengapa saya suka kutipan ini.
Kalimat ini dengan sempurna menjelaskan konsep bahwa "trading adalah permainan odds, sekaligus permainan probabilitas". Dunia trading dan investasi penuh dengan kejutan dan ketidakpastian. Meskipun pasar tidak sepenuhnya acak, hampir segala hal bisa terjadi. Karena itu, trader harus mempersiapkan mental sejak awal dan benar-benar memahami bahwa esensi trading adalah odds dan probabilitas. Untuk bisa sukses, kamu harus membuat probabilitas berpihak padamu.
Saya masih ingat dengan jelas saat pertama kali melihat grafik pergerakan harga. Sungguh mengejutkan!
Harga terus bergerak naik turun. Hijau, merah. Profit, rugi. Semuanya terlihat begitu acak.
Sebenarnya apa yang menyebabkan pergerakan harga yang (kadang sangat drastis) ini?
Saat baru mulai trading, saya tahu bahwa belajar dan berlatih itu sangat penting. Jadi, saya menghabiskan banyak waktu untuk menimba ilmu dan berlatih berulang kali. Saya belajar membaca dan menganalisis grafik, juga mempelajari analisis teknikal dan fundamental, berharap bisa meningkatkan probabilitas keberhasilan saya.
Setiap kali mengalami losing trade, saya meragukan diri sendiri, meragukan sistem trading saya, meragukan strategi trading saya. Saya selalu berpikir untuk terus memperbaiki dan meningkatkan diri. Saya mencari buku baru, konten baru, kursus baru, berharap menemukan lebih banyak rahasia kesuksesan.
Saya menghabiskan berminggu-minggu untuk meneliti apa yang salah, dan terus merevisi sistem dan strategi trading saya. Saya merasa cemas karena tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.
Dan hasilnya? Tidak ada yang berubah.
Sampai suatu hari, akhirnya saya mengerti.
Kalau pada akhirnya segala hal bisa terjadi, kenapa harus cemas untuk setiap trade?
Kalau segala hal bisa terjadi, kenapa harus khawatir?
Cukup bersiap untuk skenario terburuk, buat probabilitas berpihak padamu, lalu secara konsisten mengikuti pergerakan pasar.
Menerima cara berpikir yang lebih berfokus pada probabilitas ini membuat saya merasa sangat lega. Saya tidak lagi harus benar setiap saat, saya hanya perlu "cukup benar" — yaitu cukup sering menghasilkan profit.
Sayangnya, banyak trader pemula terlalu fokus pada belajar, sering mengganti strategi trading, tapi tidak pernah benar-benar mematangkan satu strategi. Mereka menganggap bahwa setiap kali ada losing trade, berarti strateginya bermasalah dan perlu terus diperbaiki.
Tentu saja, rugi itu tidak menyenangkan. Tapi percayalah, sebelum kamu benar-benar menerima bahwa "trading adalah permainan probabilitas", kamu tidak akan pernah bisa sukses.
Rugi itu sendiri adalah bagian dari proses trading, dan kemungkinan besar juga bagian dari sistem trading-mu.
Dengan terus belajar dan mengumpulkan pengalaman, kamu bisa meningkatkan probabilitas kemenangan, tapi tidak ada metode yang bisa menjamin 100% sukses.
Kenapa?
Karena tidak ada seorang pun di dunia ini yang bisa tahu dengan pasti ke mana pasar akan bergerak, dan tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.
Satu-satunya yang bisa kita lakukan adalah membuat penilaian.
Penilaian ini bisa didasarkan pada pengetahuan dan pengalaman, tapi pada akhirnya, itu tetap hanya sebuah penilaian.
Bisa benar, bisa juga salah.
Trading bisa disederhanakan menjadi dua pertanyaan:
1. Seberapa tinggi win rate-mu?
2. Setiap kali menang, berapa banyak yang bisa kamu hasilkan dibandingkan risiko yang kamu ambil?
Misalnya, jika setiap kali kamu benar bisa mendapatkan 10 kali lipat dari risiko (risiko 1, profit 10), maka bahkan jika win rate-mu hanya 20%, atau bahkan serendah 10%, dalam jangka panjang kamu tetap bisa profit.
Yang benar-benar berperan adalah "rata-rata jangka panjang" ini.
Temukan sistem trading yang secara statistik memiliki keunggulan, lalu jalankan dengan konsisten.
Trading pada dasarnya adalah permainan probabilitas. Artinya, kamu bisa melihat trading seperti sebuah kasino. Bedanya, kamu harus menjadi kasinonya, bukan penjudinya.
Kasino selalu membuat odds berpihak pada mereka.
Mereka tahu akan selalu ada segelintir orang beruntung yang menang, dan mayoritas besar pada akhirnya akan kalah.
Mereka tidak tahu siapa persisnya yang akan menang, tapi mereka tahu bahwa secara rata-rata jangka panjang, sebagai bisnis yang beroperasi stabil, mereka pasti akan menjadi pihak yang profit bersih.
Karena itulah kasino selalu bisa tetap profit. Semakin banyak orang yang kalah, dan hanya segelintir orang beruntung yang menang, profit bersih kasino akan terus bertumbuh.
Selama mereka memiliki keunggulan rata-rata di setiap putaran, yang perlu mereka lakukan adalah membuat semakin banyak putaran terjadi.
Trading juga sama. Kamu perlu terus meningkatkan probabilitas kemenanganmu, dan mencapai profit bersih yang stabil dalam jangka panjang.
Jangan mencoba untuk benar setiap saat. Seperti kasino, cukup benar secara rata-rata jangka panjang. Lalu, ulangi terus keunggulanmu.
Ada satu hal lagi yang perlu diperhatikan: kasino bisa terus profit karena mereka selalu berpegang pada sistem mereka, dan percaya bahwa dalam jangka panjang mereka pasti akan menghasilkan uang. Mereka membiarkan segelintir orang beruntung menang.
Demikian juga, kamu perlu berpegang pada strategi dan sistem trading-mu.
Seiring waktu, kamu bisa melakukan optimasi secukupnya, tapi jangan sering bereksperimen dan mengubah secara drastis.
Apakah kamu punya sistem trading?
Apakah kamu percaya pada sistem trading-mu?
Kesimpulan
Tetap disiplin, jangan takut rugi, konsisten jalankan trading plan dan strategi trading-mu, kejar profit bersih jangka panjang seperti kasino. Jangan pernah lupa, trading adalah permainan probabilitas, dan tugasmu adalah membuat probabilitas berpihak padamu.