Rayner Teo adalah seorang trader independen, pernah menjadi trader prop, dan memiliki pengalaman trading hampir 15 tahun. Kini blog tradingnya sendiri cukup populer. Dia terutama trading dengan mengikuti tren. Menurutnya, selain skill dan strategi trading, kemampuan trader untuk mematuhi prinsip dan memiliki psikologi yang baik juga sangat penting.
Menurutnya, kesalahan yang paling sering dilakukan trader adalah mereka selalu berharap menemukan "cangkir suci trading", dan mengabaikan pembelajaran serta akumulasi pengalaman dalam trading nyata. Rayner Teo menyarankan trader pemula untuk wajib membuat rencana yang detail. Rencana ini harus menetapkan beberapa parameter untuk setiap trade, seperti kondisi pasar apa yang bisa ditradingkan, bagaimana entry dan exit, bagaimana mengelola trade. Jika trading selalu rugi, maka harus segera merefleksikan trading plan sendiri dan terus memperbaikinya.
Halo, teman-teman, bagaimana trading belakangan ini?
Pertama-tama, satu hal yang jelas: drawdown tidak pernah nyaman bagi siapa pun.
Entah kamu trader pemula yang baru mulai, atau sedang mengelola akun bernilai jutaan... begitu masuk fase drawdown, kamu akan merasa seolah semua yang kamu lakukan salah.
Trading gagal, kepercayaan diri terguncang, mulai meragukan segalanya.
Tapi intinya begini: setiap trader pasti mengalami drawdown. Yang benar-benar membedakan adalah bagaimana kamu menghadapinya.
Drawdown bukan berarti sistemmu rusak dan harus dibongkar total, apalagi berarti kamu harus mengejar "strategi cangkir suci" berikutnya.
Jadi, di artikel ini, saya akan membantumu memahami mengapa drawdown terjadi, bagaimana harus menghadapinya, dan tindakan apa yang diambil trader yang benar-benar matang untuk mengendalikan situasi ketika kurva equity menurun.
Mengapa drawdown terjadi (dan mengapa itu belum tentu hal buruk)
Mari kita perjelas satu hal dulu.
Hanya karena kamu sedang dalam drawdown, bukan berarti ada yang salah.
Faktanya, selama kamu trading dengan sistem yang memiliki risiko nyata, volatilitas nyata, dan peluang nyata, maka drawdown itu sendiri adalah "standar".
Nah, pertanyaannya—mengapa drawdown terjadi?
Pasar mengalami siklus fluktuasi
Jika kamu sudah trading cukup lama, kamu pasti paham bahwa tidak ada strategi yang bisa selalu efektif.
Bahkan trader atau manajer dana terbaik di dunia pun tidak bisa menghindari ini.
Karena pasar terus berganti fase: tren, konsolidasi, volatilitas tinggi, volume rendah, digerakkan berita, risk-on, risk-off...
Dan strategimu, apa pun itu, kemungkinan besar hanya tampil terbaik di beberapa kondisi tertentu, bukan semuanya.
Jadi, jika kamu menggunakan strategi trend following, dan pasar tiba-tiba masuk konsolidasi sideways yang panjang, hasilnya hampir pasti: kamu akan kena stop loss beberapa kali berturut-turut.
Ini bukan berarti kamu melakukan kesalahan, hanya saja edge trading-mu untuk sementara tidak sesuai dengan kondisi pasar. Dan ketidaksesuaian ini tidak bisa langsung diperbaiki hanya dengan "mengubah parameter sementara".
Memahami hal ini bisa membantumu menghindari meragukan diri sendiri setiap kali trade gagal.
Drawdown bukan berarti sistem tidak berfungsi
Poin ini masih sangat krusial.
Saya melihat terlalu banyak trader, begitu mengalami periode rugi, langsung membongkar sistem lama dan mulai mencari "cangkir suci baru".
Tapi sebagian besar waktu, yang mereka alami hanyalah fluktuasi normal. Bisa dipahami seperti melempar koin terus-menerus, dan muncul sisi angka 4 kali berturut-turut.
Apakah itu berarti hukum probabilitas gagal? Tentu saja tidak.
Jika sistemmu dibangun berdasarkan logika yang masuk akal, diuji melalui ratusan trade, dan divalidasi di berbagai kondisi pasar, maka sistem itu tidak akan "tiba-tiba gagal" hanya karena kinerja buruk selama seminggu atau sebulan.
Drawdown pada dasarnya hanyalah penurunan performa, itu saja. Bukan "vonis" untuk seluruh sistem trading-mu.
Kecuali terjadi perubahan mendasar, seperti strategimu sudah tidak cocok lagi dengan struktur pasar saat ini, atau apa yang kamu sebut "edge" memang sejak awal tidak berdasar. Kalau tidak, sistemmu kemungkinan besar masih valid.
Yang benar-benar perlu kamu lakukan adalah bertahan cukup lama, dan menunggu sistem itu pulih.
Trading kadang lebih seperti "bertahan mengumpulkan pengalaman", bukan mengandalkan keberanian sesaat.
Memahami rentang drawdown historis sistem sangat penting
Saya tanya kamu satu pertanyaan: "Berapa rentang drawdown normal sistem trading-mu secara historis?"
Tidak tahu?
Nah, di sinilah sebagian besar trader "melumpuhkan diri sendiri".
Mereka sama sekali tidak tahu seperti apa "drawdown normal" sistem mereka.
Jadi, ketika mereka mengalami drawdown 10% atau bahkan 15%, mereka mulai panik dan menganggap sistem sudah tidak berfungsi. Tapi jika mereka sudah melakukan backtest yang memadai, mungkin mereka akan menemukan bahwa rata-rata drawdown adalah 12%, dan max drawdown historis adalah 23%. Maka drawdown saat ini sebenarnya masih dalam "rentang normal".
Tapi jika kamu tidak tahu data-data ini... maka setiap kerugian harian akan terasa seperti bencana yang diperbesar.
Inilah mengapa backtest begitu penting. Bukan hanya untuk memvalidasi apakah sistemmu efektif, tapi juga untuk membangun ketahanan mentalmu.
Ketika kamu tahu dengan jelas rentang normal datanya, kamu bisa berkata pada diri sendiri, "Oke, ini memang tidak nyaman... tapi masih dalam ekspektasiku."
Dengan begitu, kamu bisa memisahkan kepanikan dari seluruh proses, dan membuat dirimu menerima drawdown, bukan takut padanya.
Jika kamu trading dengan sistem risk-reward ratio tinggi (high reward/risk ratio), atau edge dengan win rate rendah, maka drawdown akan lebih sering terjadi.
Hal ini memang membuat banyak trader pemula "tersandung".
Jika sistemmu dibangun pada model win rate rendah, risk-reward ratio tinggi, misalnya win rate hanya 30%, tapi risk-reward ratio setiap trade adalah 1:3 bahkan 1:4, maka kamu harus mengharapkan kerugian beruntun yang lebih lama dan drawdown yang lebih dalam.
Itulah harga yang harus kamu bayar.
Karena kamu mencoba menangkap pergerakan yang lebih besar, maka tingkat kegagalan entry-mu secara alami lebih tinggi. Ini bukan cacat sistem, tapi bagian dari desainnya. Tapi jika kamu tidak memahami ini sejak awal, kemungkinan besar kamu akan meninggalkan sistem ini sebelum edge-nya benar-benar bekerja.
Jadi intinya: apa yang akan strategimu "tagih" darimu?
Apapun strategimu: win rate tinggi dengan profit kecil, atau win rate rendah dengan keuntungan besar. Kamu harus tahu satu hal: dalam bentuk apa edge-mu akan "menagih" biaya kepadamu.
Karena setiap edge trading pasti membawa konsekuensi. Ada yang menguras kesabaranmu, ada yang menghantam kepercayaan dirimu, ada yang menguji disiplinmu.
Jika kamu tidak tahu apa yang harus diharapkan, ketika tekanan datang, kamu akan hancur. Bukan karena sistem gagal, tapi karena ekspektasimu salah.
Drawdown pasti akan terjadi. Itu bagian dari trading, dan bukan berarti kamu sedang gagal. Sebagian besar waktu, itu hanya bagian dari siklus pasar.
Lalu pertanyaannya, apa yang harus dilakukan ketika kamu sedang dalam drawdown?
Mari mulai dari masalah yang paling umum dan paling fatal: reaksi berlebihan.
Bahaya sebenarnya: reaksi berlebihan dan merusak proses trading-mu
Drawdown itu sendiri tidak akan menghancurkan trader, reaksi berlebihanlah yang menghancurkan.
Kamu pasti pernah mengalami situasi ini. Beberapa trade rugi berturut-turut, kepercayaan diri mulai menurun, mulai ragu. Lalu muncul pikiran di kepala, "Apakah harus ganti sistem baru?"
Dan tanpa sadar, kamu mulai scroll media sosial, nonton video, mempelajari SMC (Smart Money Concepts) atau mulai scalping emas—pokoknya melakukan segalanya, kecuali mengeksekusi sistem yang sebenarnya sudah kamu kuasai.
Ini membuatmu merasa sedang "melakukan sesuatu yang berguna". Tapi kenyataannya, kamu sedang mereset semua usahamu dengan satu klik.
Lalu mengapa kita melakukan ini?
Karena emosi mengambil alih pengambilan keputusan. Kerugian itu tidak nyaman, kamu ingin segera memperbaikinya. Tapi dorongan "ingin berubah" yang muncul selama drawdown pada dasarnya adalah rasa takut yang berbicara, bukan logika.
Dan justru di fase inilah trader mulai overtrading, melanggar aturan, bahkan bertaruh habis-habisan untuk balik modal sekaligus.
Jadi apa solusinya?
Data!
Ambil backtest-mu, dan tanyakan beberapa pertanyaan kunci:
1. Apakah drawdown ini masih dalam rentang normal sistem saya?
2. Apakah saya masih menjalankan aturan saya dengan disiplin?
3. Apakah sistemnya yang gagal... atau saya yang menyimpang dari sistem?
Ketika emosi memuncak, data akan memberikan kejelasan. Entah itu membuktikan kamu masih di jalur yang benar, atau menunjukkan bahwa kamu sudah menyimpang dari edge trading-mu.
Jadi, jangan mudah meninggalkan sistem hanya karena kinerja jangka pendeknya buruk... itu sama seperti berhenti gym hanya karena satu sesi latihan intensitas tinggi.
Terus konsisten, dan pada akhirnya, profit akan kembali.
Apa yang bisa kamu lakukan untuk kembali mengendalikan situasi
Saat ini kamu mungkin berpikir: "Oke, saya paham. Drawdown itu normal, saya tidak boleh meninggalkan sistem... tapi saya masih merasa buruk. Apa yang harus saya lakukan sekarang?"
Pertanyaan yang bagus.
Karena "bertahan" itu mudah diucapkan, tapi sulit dilakukan, kan?
Ketika kamu sedang dalam fase kerugian beruntun, rasionalitas sering dikesampingkan. Itulah mengapa kuncinya bukan hanya "apa yang tidak boleh dilakukan", tapi kamu juga butuh tindakan konkret yang bisa langsung dieksekusi untuk menjaga stabilitas, melindungi kepercayaan diri, dan tetap trading dengan pikiran yang jernih.
Berikut beberapa metode yang saya temukan benar-benar efektif selama bertahun-tahun:
✔ Kurangi ukuran posisi untuk sementara
Jika sistemmu masih valid, tapi mentalmu menjadi rapuh, maka salah satu cara paling sederhana dan efektif adalah: kurangi ukuran posisi.
Jangan khawatir, kamu masih trading dengan sistem yang sama, masih mematuhi aturan yang sama. Tapi ketika eksposur risiko modal mengecil, tekanan emosional juga ikut menurun. Kamu memberi dirimu ruang untuk menemukan ritme kembali tanpa dihancurkan oleh "ketakutan rugi dengan posisi penuh".
Saya sendiri pernah melakukannya. Ketika saya merasa kondisi saya tidak tepat, atau tekanan drawdown mulai muncul, saya akan mengurangi risiko 50% atau bahkan lebih. Bukan permanen, hanya untuk membuat diri saya kembali ke kondisi terbaik.
Ini bukan mundur dan menyerah, tapi melindungi fokusmu.
✔ Alihkan perhatian dari profit dan loss
Ini sangat krusial.
Selama drawdown, kamu mudah terlalu fokus pada hasil setiap trade. Setiap kandil merah terasa seperti menyerangmu, kan? Kamu akan melihat kurva equity setelah setiap trade, mulai menilai nilai dirimu berdasarkan hasil tiga trade terakhir...
Berhenti.
Fokuskan perhatian pada kualitas eksekusi. Apakah entry-mu sesuai dengan kondisi strategi? Apakah entry-mu bersih dan rapi? Apakah risikomu terkendali dengan baik? Apakah exit-mu dieksekusi sesuai rencana?
Jika jawabannya "ya", maka itu adalah trade yang sukses! Bahkan jika itu adalah trade rugi, tetap layak diapresiasi.
Hasil akan datang dengan sendirinya. Tapi melihat skor sebelum pertandingan selesai hanya akan membuatmu kehilangan ritme dan kendali sepenuhnya.
Targetmu selalu: eksekusi yang bersih dan sempurna.
✔ Mulai menulis trading journal (jika belum)
Saya mencatat trading journal bukan untuk "kesenangan", tapi karena itu membuat saya menghadapi kenyataan.
Selama drawdown, emosi akan mendistorsi persepsimu. Kamu akan mulai berkata pada diri sendiri: "Tidak ada yang berhasil" atau "Saya rugi di setiap trade". Tapi ketika kamu mencatat data dengan jelas—entry, pola, catatan, hasil—kamu sering kali akan menemukan bahwa situasinya tidak seburuk yang kamu rasakan.
Mungkin kamu hanya memiliki beberapa trade yang break even; atau kamu sedang mengambil peluang probabilitas rendah; atau mungkin, semuanya sebenarnya masih dalam rentang fluktuasi normal.
Tapi jika kamu tidak mencatat data, kamu tidak akan bisa melihat ini.
Trading journal mampu menekan emosi dan memberikan informasi yang objektif.
Dan setelah kamu keluar dari drawdown ini, kamu bisa kembali mereview: bagaimana drawdown ini mempengaruhi psikologimu, apa yang kamu lakukan dengan benar, dan apa yang salah.
✔ Istirahat sejenak
Terkadang, pilihan terbaik adalah menyingkir untuk sementara.
Saya tidak mengatakan untuk meninggalkan trading, atau mempelajari strategi baru. Yang saya maksud adalah penyesuaian psikologis.
Pergi jalan-jalan, jauh dari chart selama akhir pekan, bahkan mematikan komputer selama beberapa hari, menjauhkan diri dari angka-angka, semua ini bisa membawa perubahan besar.
Karena faktanya, ketika kamu emosional, kamu lebih mudah melanggar aturan, memaksakan entry, dan memperparah kerugian.
Istirahat singkat bisa membuatmu kembali dengan pikiran jernih dan perspektif baru. Pasar tidak akan hilang, tapi semakin kamu memaksakan diri keluar dari keterpurukan, keputusanmu justru akan semakin buruk.
Terkadang, mundur selangkah sebenarnya adalah tindakan yang paling disiplin, dan itu tidak memalukan.
✔ Tinjau kembali perspektif jangka panjangmu
Ketika kamu berada dalam fase drawdown, kamu akan merasa segalanya tidak penting, dan pikiranmu hanya terfokus pada bagaimana kembali ke titik break even.
Tapi cobalah menarik perspektif lebih jauh.
Mengapa kamu awalnya trading sistem ini? Apa yang data katakan tentang kinerja jangka panjangnya? Bagaimana performanya di drawdown sebelumnya? Berapa lama waktu pemulihannya?
Jika sistemmu memiliki ekspektasi positif, maka secara definisi, selama kamu memberinya kesempatan, ia akan pulih.
Inilah mengapa saya selalu menyimpan statistik sistem di dekat saya. Saya tahu win rate saya, rata-rata drawdown, kerugian beruntun terpanjang, dan rata-rata periode pemulihan. Angka-angka ini adalah jangkar ketika badai datang.
Karena dalam jangka pendek, trading terlihat acak, tapi dalam jangka panjang, selama kamu konsisten, edge akan muncul.
Inilah mentalitas yang perlu kamu pegang.
Dan ini membawa kita ke bagian kunci terakhir...
Buat rencana penanganan drawdown yang sudah direncanakan sebelumnya
Ini bisa membawa perubahan besar, terutama cocok untuk trader yang mudah terjebak dalam pusaran emosi begitu ada masalah.
Saya menyebutnya "rencana drawdown", yaitu seperangkat rencana sederhana yang dibuat sebelum situasi memburuk.
Logikanya begini... ketika kamu berada dalam drawdown, emosi akan ikut campur. Pada saat inilah trader menyebabkan kerugian terbesar, bukan karena drawdown itu sendiri, tapi karena keputusan yang mereka buat selama drawdown.
Jadi, daripada membuat keputusan emosional di tempat, lebih baik tulis beberapa aturan ke dalam rencanamu terlebih dahulu. Dengan begitu, ketika kamu menghadapi titik terendah, kamu sudah tahu bagaimana harus menghadapinya.
Misalnya, kamu bisa membuat protokol seperti ini:
1. Ketika drawdown mencapai 10%, saya akan memotong ukuran posisi menjadi setengah.
2. Ketika drawdown mencapai 15%, saya akan menghentikan trading selama dua hari dan mereview trading saya.
3. Jika drawdown mencapai 25%, saya akan menghentikan trading dan mengevaluasi ulang sistem dengan data, bukan emosi.
Kamu juga bisa menetapkan kriteria "drawdown berakhir", sehingga kamu tahu kapan bisa kembali meningkatkan risiko.
Angka-angka ini bukan nilai magis yang tetap, kamu bisa menyesuaikannya dengan toleransi risiko, ukuran akun, dan gaya trading-mu.
Kuncinya adalah menetapkan pagar pelindung untuk dirimu sendiri, agar tidak jatuh ke dalam kepanikan ketika kurva equity menurun. Dalam protokol skenario terburuk di atas, kamu drawdown 25%... itu masih bisa dipulihkan. Tapi jika margin call, kamu keluar dari permainan sepenuhnya!
Ini tentang melindungi modal dan kondisi mentalmu di masa-masa sulit.
Inilah yang sering membedakan trader yang bisa bertahan di pasar dan akhirnya sukses, dengan mereka yang mengejar kesempurnaan tapi kehabisan tenaga lebih awal.
Kesimpulan
Drawdown (kerugian) tidak pernah menyenangkan, tapi itu bagian dari perjalanan trading.
Setiap trader profit yang kamu kenal, kagumi, dan pelajari pernah mengalami drawdown. Bukan sekali, tapi berulang kali. Mereka yang akhirnya sukses bukan karena menguasai strategi rahasia atau sistem entry yang sempurna.
Mereka sukses karena tidak panik, tidak mengejar harga tinggi, dan tidak meninggalkan edge mereka karena kesulitan.
Skill sejati dalam trading bukan hanya menemukan edge, tapi juga menjaga disiplin selama masa sulit yang tidak terhindarkan, dan terus mengeksekusi sistemmu.
Jadi, jika kamu sekarang sedang dalam fase drawdown, ingat: ini tidak mendefinisikan siapa kamu. Yang penting adalah apa yang kamu lakukan selanjutnya.
Tetap tenang, kelola risiko, dan trading dengan pikiran yang jernih. Ketika badai berlalu, edge trading-mu akan bekerja seperti yang memang dirancang: bekerja seiring waktu.
Terus maju, kamu pasti bisa!