Grafik Kagi awalnya digunakan di Jepang pada akhir tahun 1800-an, jauh sebelum kita melihatnya di grafik harga konvensional. Berbeda dengan candlestick Jepang dan bar chart, Kagi tidak bergantung pada waktu — ia menunjukkan tingkat supply dan demand yang mendasari dari suatu aset.
Karena alasan ini, banyak trader menganggap grafik Kagi sebagai alat yang sangat penting saat menggunakan price action trading. Grafik ini menyaring noise di pasar dan hanya menampilkan pergerakan harga yang signifikan.
Dengan kata lain, grafik Kagi melacak pergerakan harga di pasar. Namun, kali ini ia hanya mempertimbangkan satu variabel: harga.
Dalam artikel ini, kita akan membahas bagaimana menggunakan grafik Kagi untuk lebih memahami tren dan memanfaatkan keunggulannya di pasar manapun.
Elemen-Elemen Grafik Kagi
Pada grafik Kagi, kamu hanya akan melihat satu garis. Biasanya ada dua warna, hijau dan merah, yang masing-masing menunjukkan kondisi pasar bullish dan bearish.
Memahami Konstruksi Grafik Kagi
Sekilas, grafik Kagi terlihat seperti ular. Atau bisa dibilang seperti sebuah garis yang dengan sederhana melompat naik turun di layar. Namun, di balik garis sederhana itu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.
Pertama, Kagi adalah jenis grafik baru dari Jepang yang independen terhadap waktu. Sama seperti Renko chart dan Point & Figure, Kagi hanya mempertimbangkan pergerakan harga yang relevan. Oleh karena itu, ia menyaring titik-titik di mana pergerakan harga kurang dari jarak minimum yang dibutuhkan.
Selain itu, Kagi hanya menggambar nilai baru (atau kelanjutan garis) ketika harga melebihi jarak yang telah ditentukan. Tergantung pada pasarnya, jarak ini sangat bervariasi.
Di masa lalu, tidak banyak pasar yang bisa ditradingkan. Faktanya, sama seperti candlestick, Kagi juga berasal dari pasar beras, di mana pergerakan harga mengikuti pola tertentu. Lingkungan saat itu sangat berbeda dengan pasar keuangan saat ini.
Sebagai contoh, pasar mata uang saat ini terdiri dari berbagai pasangan mata uang. Namun, price action setiap pasangan berbeda-beda. Ada pasangan mata uang yang rentang harganya melebar setiap hari, sementara yang lain dikenal dengan konsolidasi yang lebih besar. Cukup bandingkan GBP/CHF dan AUD/NZD harian, dan kamu akan melihat bahwa pasangan pertama memiliki rentang pergerakan yang lebih besar.
Dengan kata lain, jika trader menggunakan perubahan harga yang sama untuk semua pasar, maka grafik Kagi akan sangat terbatas kegunaannya. Seperti yang disebutkan di atas, setiap pasar memiliki karakteristiknya sendiri.
Karena alasan ini, platform trading saat ini menggunakan ATR (Average True Range), dengan parameter periode tipikal 14.
Dengan kata lain, agar Kagi menggambar sebuah nilai, pergerakan harga pada hari manapun harus melebihi ATR(14). Dengan begitu, ia bisa beradaptasi dengan setiap pasar, dan pergerakan yang relevan akan muncul di grafik.
Menggunakan Persentase untuk Menggambar Kagi
Cara lain untuk menggambar grafik Kagi adalah dengan menggunakan persentase. Misalnya, grafik hanya menggambar nilai ketika harga bergerak lebih dari 1% per hari. Dengan demikian, ia akan mengabaikan "noise", atau periode konsolidasi pasar yang tidak relevan. Dan, ia hanya akan mempertimbangkan hari-hari dengan pergerakan harga yang relevan. Dengan cara ini, grafik Kagi akan sangat berguna dalam menangkap tren dan menjaga arah pasar yang benar.
Kita bisa mengatakan bahwa grafik Kagi sampai batas tertentu mirip dengan Renko chart dan Point & Figure. Namun, dibandingkan keduanya, Kagi memiliki kegunaan yang lebih baik dalam melacak tren.
Kesimpulan ini berasal dari cara ketiga grafik tersebut dikonstruksi. Misalnya, Point & Figure terutama dibangun secara horizontal dan vertikal, yang meskipun menghemat banyak waktu, metode ini juga membuatnya sulit untuk melihat tren yang relevan; di sisi lain, Renko chart menambahkan blok baru untuk setiap rangkaian harga. Tapi dalam melakukannya, keunggulan menggunakan pergerakan harga yang relevan untuk menyaring fluktuasi pasar menjadi hilang.
Bagaimana Trading dengan Grafik Kagi
Sebelum mempelajari berbagai metode trading di pasar keuangan menggunakan grafik Kagi, ada satu hal yang perlu ditekankan: tidak semua platform trading mendukung grafik Kagi. Platform trading paling populer di kalangan trader retail, MT4/MT5, tidak menyediakan grafik Kagi. Meskipun trader dapat mengimpor indikator kustom untuk membangun grafik Kagi. Tapi tidak ada pengaturan default, dan biasanya memerlukan biaya tambahan untuk menambahkan script Kagi.
Bahkan platform TradingView, menggunakan grafik Kagi pada timeframe rendah juga dikenakan biaya. Ini mungkin justru menandakan pentingnya grafik Kagi dan relevansi informasi yang mereka berikan.
Menguasai Tren dengan Bantuan Grafik Kagi
Garis tren dapat diterapkan dengan lebih baik pada grafik Kagi. Karena grafik Kagi hanya menampilkan fluktuasi pasar yang relevan, garis tren akan menyaring false breakout.
Grafik Kagi membantu mendefinisikan tren bullish dan bearish dengan lebih baik;
Dari sini, garis tren memiliki korelasi yang lebih besar dengan price action;
Breakout palsu dan asli mudah terdeteksi pada grafik Kagi dan dapat diinterpretasikan sesuai dengan itu.
Menghasilkan Sinyal Trading dengan Grafik Kagi
Sebelumnya, kita sudah menyebutkan bahwa grafik Kagi dapat digunakan untuk mengidentifikasi breakout asli dan palsu dalam tren. Cukup menggunakan karakteristik grafik Kagi ini saja sudah cukup untuk meningkatkan performa trader.
Namun, karena grafik Kagi mendistorsi elemen waktu, banyak trader merasa bingung. Untuk sepenuhnya memahami cara kerja grafik Kagi, kita perlu mengambil langkah-langkah secara bertahap.
Pertama, kita menggunakan grafik Kagi untuk menemukan breakout garis tren, selanjutnya adalah menemukan shoulder atau waist reversal pada grafik. Terakhir, beralih ke candlestick chart untuk melihat hasil sinyal trading yang dihasilkan.
Langkah 1 - Gambar Garis Tren yang Relevan
Pertama, tunggu shoulder terbentuk. Selanjutnya, cari reversal. Selain itu, periksa tanggal pada grafik Kagi. Terakhir, tandai entry point pada grafik candlestick biasa.
Ingatlah bahwa ini hanya untuk membuktikan efisiensi penggunaan grafik Kagi. Dalam trading sebenarnya, tanggal grafik Kagi untuk entry trading selalu sesuai dengan tanggal pada grafik candlestick biasa.
Langkah 2 - Temukan Reversal pada Grafik Kagi
Metode Lain Menggunakan Grafik Kagi
Saat trading dengan grafik Kagi, oscillator juga bisa bekerja dengan baik. Namun, satu hal yang perlu diingat adalah grafik Kagi hanya menampilkan pergerakan yang relevan. Oleh karena itu, garis plot oscillator hanya mencerminkan pergerakan tersebut. Ini berarti interpretasi standar oscillator tidak akan bekerja seperti yang diharapkan. Jadi, trader perlu beradaptasi dengan situasi baru.
Ambil contoh RSI (Relative Strength Index). Sebagai oscillator, ia hanya beroperasi pada rentang nilai positif.
Selain itu, pembacaan RSI di atas 70 atau di bawah 30 masing-masing menunjukkan kondisi overbought atau oversold. Namun, untuk grafik Kagi, RSI jarang melebihi 70 atau 30. Oleh karena itu, menggunakan RSI untuk trading overbought atau oversold tidak cocok pada grafik Kagi.
Namun, ada satu metode RSI yang terbukti cocok untuk grafik Kagi.
Yaitu trading divergence.
Divergence pada Grafik Kagi
Divergence adalah salah satu cara paling populer dalam trading menggunakan oscillator. Karena oscillator mempertimbangkan beberapa periode sebelum menggambar parameter, trader selalu mengandalkan apa yang ditampilkan oscillator, bukan apa yang ditampilkan harga.
Dalam hal penggunaan grafik Kagi, informasi dari oscillator menjadi lebih penting. Pertimbangkan pengaturan parameter periode standar oscillator pada grafik candlestick biasa, periode RSI adalah 14.
Faktanya, ini berarti ia memeriksa 14 kandil sebelumnya pada grafik utama. Selanjutnya, dengan mempertimbangkan semua informasi dari periode tersebut, menerapkan formula RSI, dan menggambar nilai berdasarkan hasilnya.
Tapi pada grafik Kagi, ia hanya menerapkan formula pada periode di mana harga bergerak sesuai aturan Kagi. Jadi, meskipun periode waktu yang terlibat masih 14 hari, perluasannya dalam waktu jauh lebih dari 14 hari.
Kesimpulan
Steve Nison, Senior Vice President di DALWA Securities Company New York, Amerika Serikat, adalah ahli analisis teknikal pertama yang secara sistematis memperkenalkan teknik candlestick Jepang ke dunia Barat, dan diakui secara luas di kalangan keuangan Amerika sebagai otoritas teknik K-line. Steve menghabiskan banyak waktu di Jepang untuk mendokumentasikan metode tradisional orang Jepang dalam memprediksi harga beras di masa depan.
Ia membawa sebagian besar teknik candlestick Jepang ke dunia Barat. Selain itu, ia juga bertanggung jawab menyebarkan grafik Kagi ke seluruh dunia, serta bagaimana mengkonstruksi dan menginterpretasikan grafik tersebut. Karyanya mendapat pujian dari trader di seluruh dunia.
Mungkin satu-satunya teori trading yang dikenal dunia Barat saat itu yang mirip dengan grafik Kagi adalah Point & Figure trading. Ia juga menyaring fluktuasi yang tidak relevan, dan hanya mempertimbangkan kapan pasar bergerak. Namun, seiring dengan perbaikan yang terus dilakukan oleh para teknisi, Point & Figure berevolusi seiring waktu, sementara grafik Kagi tetap tidak berubah.
Sebagai trader di abad ke-21, kita juga menikmati hak istimewa memiliki komputer dan platform trading elektronik. Saat ini, koneksi internet sederhana dan akun broker sudah cukup untuk mengakses berbagai indikator dan data historis. Menggambar grafik Kagi hari ini semudah menyalakan komputer. Sisanya adalah mengetahui cara menginterpretasikannya, apa yang mereka representasikan, dan cara terbaik menggunakan grafik Kagi.
Artikel ini berusaha mencerminkan pentingnya faktor waktu dalam trading. Teori yang mempertimbangkan faktor waktu menyaring noise pasar, menghilangkan dampak negatif dari emosi dan energi yang dibutuhkan untuk mengamati pasar setiap hari. Ini memungkinkan trader untuk fokus hanya pada hal-hal penting. Yaitu, pada pasangan mata uang yang harganya benar-benar bergerak, menginterpretasikannya dengan grafik Kagi dan membuat keputusan yang krusial untuk akun trading. Dalam melakukannya, sulit untuk melewatkan tren penting, yang menjadikan grafik Kagi sebagai salah satu alat trading wajib di toolbox setiap trader.