Jenis sistem trading ini sangat menarik bagi sebagian trader karena mampu menghilangkan gangguan emosi dalam trading secara efektif. Jika kamu merasa terlalu emosional saat trading, maka model trading ini mungkin cocok untukmu.
Sistem trading berbasis aturan harus mendefinisikan seluruh proses trading secara ketat, dan trader harus tanpa syarat menjalankan semua aturan yang telah ditetapkan. Sistem aturan inti mencakup enam dimensi: kondisi entry, ukuran posisi, risiko maksimum per transaksi, manajemen trading, risiko maksimum portofolio, dan kondisi exit.
Berdasarkan sistem berbasis aturan, secara umum terbagi menjadi tiga kategori:
1. Strategi 100% otomatis
2. Strategi dengan intervensi manual
3. Strategi progresif yang menggabungkan otomatis dan manual
Apapun jenis yang kamu pilih, artikel ini akan membantumu membuat sistem trading yang cocok untukmu.
Langkah #1: Pahami apa yang cocok dengan kepribadianmu
Ini adalah langkah yang sangat penting, jadi jangan abaikan.
Banyak trader pemula menganggap mereka tidak perlu mempertimbangkan kecocokan sistem trading dengan kepribadian mereka, selama mengikuti aturan sistem dengan ketat, mereka bisa profit.
Tapi kenyataannya justru sebaliknya.
Bahkan jika sistem tradingmu memiliki aturan yang jelas, kamu tetap perlu mempertimbangkan reaksimu terhadap hasil trading.
Kamu mungkin memiliki sistem yang sangat profitabel, tapi jika kamu tidak bisa menerima karakteristik tertentu dari sistem tersebut, pada akhirnya kamu akan meninggalkannya.
Mari kita lihat beberapa elemen inti yang harus kamu perhatikan.
Apa tujuanmu?
Pertama, kamu perlu memikirkan apa tujuan sistem tradingmu.
Apakah kamu ingin membuat akun kecil tumbuh dengan cepat melalui trading? Atau kamu ingin mencapai return yang stabil pada akun yang lebih besar?
Saat kamu baru mulai trading, pertanyaan-pertanyaan ini sangat penting.
Jawabanmu akan menentukan jenis sistem trading yang akan kamu bangun.
Sebaiknya tuliskan target tahunanmu sebagai arah usaha kamu.
Beberapa trader ingin menghasilkan 10.000% dalam setahun (ya, mereka serius). Tapi kenyataannya, jika kamu memiliki akun yang relatif besar, menghasilkan 30% per tahun sudah cukup memenuhi kebutuhan sebagian besar orang, dan tekanannya jauh lebih ringan.
Jadi, tolong evaluasi secara realistis apa yang benar-benar ingin kamu dapatkan dari sistem tradingmu.
Tuliskan tujuanmu ke dalam trading plan, pastikan kamu selalu bergerak ke arah yang benar.
Drawdown
Banyak trader ingin menghasilkan uang besar. Tapi profit besar biasanya juga berarti drawdown besar.
Apakah kamu bisa menahan drawdown seperti itu?
Beberapa trader bisa.
Tapi berdasarkan pengalaman saya, sebagian besar trader tidak bisa menahannya.
Karena itu, kamu perlu memperhatikan data drawdown-mu dengan cermat. Saat paper trading, drawdown 40% mungkin terlihat tidak masalah. Tapi ketika kamu memasukkan uang sungguhan ke pasar, tekanan psikologisnya akan berubah drastis.
Jika kamu kesulitan merasakan dampak emosional dari drawdown di akun demo, maka saya sarankan kamu membuka akun real dengan modal kecil dan menggunakan lot mikro (0,01 lot) untuk trading.
Kamu mungkin akan menemukan bahwa drawdown yang bisa kamu tahan lebih tinggi atau lebih rendah dari perkiraan. Inilah mengapa menguji berbagai jenis sistem trading sangat penting, karena dapat membantumu menemukan cara trading yang paling cocok untukmu.
Frekuensi trading
Selanjutnya, kamu perlu memahami frekuensi eksekusi strategi tradingmu, dan memikirkan sejauh mana kamu bisa menerima frekuensi tersebut.
Sebagai contoh, misalkan strategimu hanya mengeksekusi beberapa transaksi per bulan. Tapi ketika membuka posisi, win rate-nya tinggi, dan karena kamu menggunakan trailing stop, biasanya bisa menangkap beberapa profit besar.
Kedengarannya bagus, kan?
Tapi bagi sebagian trader, cara ini justru sangat menyiksa. Mereka mudah bosan dan menyukai trading dengan frekuensi lebih tinggi.
Sebaliknya juga berlaku — jika frekuensi trading suatu sistem terlalu tinggi, sebagian trader akan merasa tertekan karena harus terus memantau grafik atau memegang terlalu banyak order sekaligus.
Jadi, luangkan lebih banyak waktu untuk memikirkan frekuensi trading yang cocok untukmu.
Ritme trading terbaik setiap orang berbeda-beda.
Win rate
Apakah kamu tipe trader yang menyukai win rate tinggi? Atau lebih cenderung ke win rate rendah, tapi setiap transaksi memiliki risk-reward ratio yang lebih tinggi?
Seorang trader yang saya kenal suka melakukan trading 100R (yaitu setiap profit bisa mencapai 100 kali risiko). Tapi win rate-nya hanya sekitar 20%. Apakah kamu bisa menahan 8 kali (atau bahkan lebih) rugi berturut-turut sebelum akhirnya mendapat satu profit?
Atau kamu lebih memilih return 1R, tapi dengan win rate mencapai 75%?
Kedua metode ini sama-sama bisa profit.
Tidak ada yang benar atau salah di sini, yang penting adalah mana yang paling bisa kamu terima.
Sama halnya, saya sarankan kamu mencoba kedua metode tersebut dan lihat mana yang paling cocok untukmu.
Full otomatis, manual, atau kombinasi keduanya?
Cara entry dan exit trading akan sangat mempengaruhi hasil tradingmu.
Misalnya, jika sistem tradingmu harus otomatis agar bisa profit, tapi kamu tidak bisa menulis program trading otomatis, maka strategi ini tidak akan berhasil untukmu.
Tapi kamu selalu bisa belajar. Kamu bisa mengikuti kursus pemrograman MT4 online untuk menguasai dasar-dasar trading otomatis.
Tentu saja, kamu juga bisa menyewa programmer untuk menulis sistem tradingmu. Berikut adalah daftar programmer, serta panduan cara menemukan programmer yang tepat.
Di sisi lain, mungkin kamu tidak mempercayai sistem trading otomatis dan lebih suka mengelola trading secara manual. Jika demikian, pastikan waktu tradingmu sesuai dengan strategimu.
Jika sistemmu menghasilkan peluang trading terbaik pada pukul 3:00 pagi, maka mungkin tidak cocok sebagai sistem trading manual.
Inilah mengapa backtest dan pengujian simulasi sangat penting. Kamu perlu menemukan titik buta sistem agar bisa menyesuaikan dan mengoptimalkannya.
Langkah #2: Buat trading plan tertulis
Selanjutnya, kamu perlu menuliskan aturan tradingmu.
Ini memastikan kamu memiliki standar referensi yang jelas dan andal saat membuat semua keputusan trading.
Kamu bisa menggunakan cara pencatatan apa pun yang cocok untukmu, tapi saya menemukan bahwa mencatat dengan kertas dan pena adalah yang paling efektif. Selama proses pengembangan, mencatat dengan kertas dan pena lebih mudah untuk membuat catatan dan menyesuaikan konten.
Setelah saya selesai memodifikasi sistem trading, saya akan menyimpan versi finalnya ke dalam software seperti "Evernote" untuk dirapikan.
Ketika saya mendapat ide cemerlang, saya akan langsung menuliskannya agar tidak lupa. Setelah itu bisa kembali mendalaminya dan menyempurnakan ide tersebut.
Trading plan yang lengkap harus mencakup elemen-elemen berikut:
1. Nama sistem trading
2. Nomor versi
3. Indikator yang digunakan dan pengaturannya
4. Kriteria entry
5. Aturan manajemen trading
6. Aturan manajemen risiko
7. Aturan re-entry
8. Aturan manajemen risiko portofolio
9. Metode trading (manual, full otomatis, atau kombinasi keduanya?)
Kamu bisa menambahkan konten lain di proses selanjutnya, tapi konten di atas adalah titik awal yang baik.
Ada banyak template trading plan di internet, kamu bisa menemukannya dari berbagai kursus, forum, dan artikel blog.
Selain itu, saya juga merekomendasikan kamu untuk menjelajahi MQL5 Codebase dan komunitas strategi trading TradingView, di sana terkumpul banyak strategi trading, meskipun kualitasnya bervariasi, tapi bisa memberimu beberapa ide bagus.
Kamu juga bisa langsung melihat kodenya, copy-paste bagian yang kamu suka. Jika menemukan strategi yang berhasil, itu bisa menjadi titik awal sistem tradingmu.
Tapi, bagaimana kamu tahu apakah strategi trading akan memberimu keunggulan di pasar? Inilah fungsi backtest.
Langkah #3: Backtest aturan tradingmu
Selanjutnya, kamu perlu menguji trading plan-mu untuk memastikan itu berhasil di pasar nyata. Ada berbagai metode backtest, pilihan terbaik tergantung pada jenis strategimu.
Misalnya, jika kamu memiliki strategi yang sepenuhnya otomatis, pertimbangkan untuk mengujinya di platform seperti Forex Tester atau MetaTrader 5. Ini adalah platform yang bagus untuk backtest strategi forex otomatis.
Jika kamu memiliki strategi yang dieksekusi secara manual, Forex Tester, MetaTrader 5, atau TradingView adalah platform pengujian yang bagus.
Backtest bisa memberimu data kunci berikut:
◎ Max drawdown
◎ Win rate
◎ Rekor kemenangan/kekalahan beruntun terpanjang
◎ Hari trading terbaik/terburuk
◎ Sesi trading terbaik/terburuk
◎ Dan indikator penting lainnya!
Jika platform backtest tidak memberimu data ini, kamu selalu bisa mengekspornya ke spreadsheet untuk menemukan jawabannya.
Jangan berharap sukses besar pada percobaan pertama. Hasil backtest yang sukses biasanya memerlukan eksperimen berulang.
Trader top akan menyempurnakan strategi dan terus menguji, tapi ingat: ubah hanya satu variabel setiap kali, jika tidak kamu tidak akan tahu perubahan mana yang benar-benar efektif.
Setelah strategi mencapai targetmu, kamu bisa lanjut ke tahap berikutnya.
Langkah #4: Pengujian simulasi real (Beta test)
Setelah kamu selesai menguji strategi dan yakin dengan hasilnya, jangan buru-buru masuk ke trading real. Sebelum mulai menggunakan uang sungguhan, ada satu langkah kunci lagi — ini disebut beta test atau forward test.
Langsung masuk ke trading real bukanlah langkah yang bijak, karena sistem tradingmu mungkin masih memiliki detail yang perlu dioptimalkan.
Sebagai contoh, jika kamu memiliki strategi trading full otomatis berbasis platform MT5, pastikan untuk mengujinya terlebih dahulu di akun demo broker target.
Spread atau latency server broker bisa mempengaruhi performa aktual strategi, bahkan menyebabkan hasil trading menyimpang secara signifikan dari ekspektasi.
Karena itu, disarankan melakukan beta test setidaknya beberapa bulan untuk memastikan sistem trading tidak memiliki masalah tersembunyi. Hanya setelah memastikan strategi berkinerja stabil di lingkungan pasar nyata, kamu bisa lanjut ke tahap berikutnya.
Langkah #5: Trading real
Sekarang, saatnya sistem trading kita terjun ke medan sesungguhnya. Saya sarankan memulai dengan akun modal kecil atau mengurangi ukuran posisi risiko di awal.
Masih mungkin ada beberapa perbedaan yang tidak terduga antara server real dan server demo broker. Tapi selama semuanya berjalan normal, biarkan strategimu bekerja secara maksimal!
Ingatlah untuk mencatat setiap transaksi dengan trading journal, agar mudah melakukan review statistik mingguan.
Jangan mengubah parameter sebelum sistem menyelesaikan setidaknya 100 transaksi — bahkan jika awalannya kurang baik, tetaplah menahan diri.
Mengalami rugi di awal adalah hal yang normal, bisa jadi itu adalah drawdown modal yang wajar. Bersabarlah, beri strategi cukup waktu untuk menunjukkan keunggulannya. Terlalu sering mengubah hanya akan merusak stabilitas sistem.
Pemikiran akhir tentang sistem trading berbasis aturan
Strategi trading berbasis aturan tidak bisa sepenuhnya menghilangkan gangguan emosi dalam trading. Bagi sebagian trader, sistem trading yang terlalu ketat justru bisa menyebabkan lebih banyak rugi — karena membatasi kebebasan trader untuk menangkap semua peluang potensial.
Namun, bagi trader yang mudah ragu-ragu saat membuat keputusan trading, atau yang ingin meminimalkan pengaruh emosi, aturan yang ketat justru merupakan cara trading yang sangat baik.