Pasar forex adalah pasar keuangan terbesar di dunia. Dulu hanya profesional perbankan yang bisa berpartisipasi, tetapi dengan kemajuan teknologi dalam beberapa dekade terakhir, semakin banyak trader retail yang berbondong-bondong masuk ke pasar ini.
Karena perbedaan ukuran modal dan asimetri dalam akses informasi, mayoritas trader tidak berhasil meraih sukses di trading forex.
Statistik terkait dari luar negeri menunjukkan, trader yang sukses hanya berkisar 2%-5%, artinya 95%-98% trader pada akhirnya akan tumbang dalam gejolak pasar.
Ada aturan terkenal 90/90/90 yang biasa beredar di kalangan trader, juga dikenal sebagai kutukan trader forex.
Artinya, 90% trader rata-rata kehilangan 90% dana akun mereka dalam 90 hari.
Dalam banyak kasus, penyebab kerugian adalah kurangnya pemahaman mereka tentang pasar ini sejak awal trading forex. Sering kali, trader juga tertipu oleh broker yang tidak etis.
Namun, tidak semua trading forex retail suram. Ada juga cara yang bisa membawamu lebih dekat ke kesuksesan.
Setuju atau tidak, kami percaya semua trader akan melewati 4 fase ini. Mengenali fase di mana kamu berada adalah kunci untuk lebih baik menghadapi tantangan apa pun yang mungkin muncul dalam trading.
Fase Pertama
Ketidakmampuan Tanpa Kesadaran
Ini adalah fase di mana trader paling rentan mengalami kerugian. Jika tidak segera berpindah dari fase ini ke fase berikutnya, trading akan menjadi sangat berbahaya bagi trader pemula.
Mayoritas trader pertama-tama akan menemukan pola trading sederhana yang membuat mereka terobsesi dengan trading.
Kemudian mereka cepat merasa sudah meraup profit dari pasar, tetapi kerugian beruntun yang mungkin dihadapi setelahnya membuat mereka samar-samar merasa bahwa trading ternyata tidak seperti yang dibayangkan semula.
Melangkah ke perjalanan pertama trading forex, yang disebut "ketidakmampuan tanpa kesadaran" adalah apa yang disebut "fase paling ilusi" dalam trading. Inilah mengapa trading dengan uang sungguhan sangat berbahaya, tetapi banyak orang tidak menyadarinya di awal.
Faktanya, saat kamu berada di fase ini, kamu sama sekali tidak seharusnya trading di akun real. Namun, benar-benar menyadari bahwa kamu sedang berada di fase "ketidakmampuan tanpa kesadaran" bisa cukup sulit, karena mayoritas trader tidak tahu bahwa mereka belum mampu trading di akun real.
Sebagian orang juga berpindah ke fase berikutnya lebih cepat daripada yang lain. Umumnya, semakin cepat kamu memahami dan mempelajari trading, semakin cepat pula kamu beralih ke fase ketidakmampuan dengan kesadaran.
Fase Kedua
Ketidakmampuan dengan Kesadaran
Begitu trader menyadari betapa sulitnya trading forex, dia sudah melangkah ke fase "ketidakmampuan dengan kesadaran". Di fase ini, trader mulai memahami betapa berbahayanya trading forex dan mulai secara bertahap mengurangi risiko. Ini adalah tren yang baik.
Bahaya terbesar di fase ini adalah kamu mengira sudah menguasai cukup banyak (padahal sebenarnya tidak) teknik trading, terlalu percaya diri, yang menyebabkan trader menghadapi banyak skenario di mana mereka dikalahkan oleh pasar. Strategimu sama sekali tidak tahan uji pasar.
Dalam banyak kasus, fase ini bisa membuat frustrasi, karena mayoritas trader salah mengira bahwa mereka telah menemukan apa yang disebut aturan trading yang efektif, dari ketidaksadaran awal hingga kesadaran sekarang.
Banyak trader mulai menyerah di fase ini. Mereka menyadari bahwa meraih sukses dalam trading forex adalah hal yang jauh dari jangkauan.
Trader mungkin menghabiskan banyak waktu di fase ini, terutama jika salah jalan dalam proses belajar/trading. Fase berikutnya (kemampuan dengan kesadaran) adalah fase yang akan dicapai trader setelah mereka mulai belajar secara konsisten dan terus meningkatkan diri, karena pada saat itu trader telah memperoleh lebih banyak pengetahuan dan pengalaman di pasar trading.
Fase Ketiga
Kemampuan dengan Kesadaran
Setelah waktu yang panjang, trader akan fokus mencari strategi yang tepat untuk memperbaiki sistem trading mereka. Setelah itu, trader memiliki pemahaman baru tentang cara kerjanya, dan biasanya akan ada tanda-tanda nyata peningkatan signifikan dalam hasil trading mereka.
Namun, trading tidaklah mudah. Tentu saja, perjalanan di sini juga belum berakhir.
Meskipun di fase ini mayoritas trader akan mendapatkan beberapa hasil trading yang baik, mereka masih rentan melakukan kesalahan.
Sering kali, jika trader teralihkan perhatiannya, mereka biasanya menyerah di fase kedua. Namun untungnya, ketika kamu sudah memasuki fase ketiga, itu berarti kamu sudah hampir menginjak ritme trading yang benar.
Dari sini ke depan, trader biasanya akan lebih mudah, karena mereka sudah tahu bagaimana meraih kesuksesan. Menguasai teknik trading paling berharga biasanya akan menuntun trader dari fase ini menuju fase berikutnya.
Fase Keempat
Kemampuan Tanpa Kesadaran
Ketika trader mencapai fase "kemampuan tanpa kesadaran", akun tradingnya sudah memiliki rekam jejak profit konsisten jangka panjang, biasanya setidaknya selama beberapa tahun berturut-turut.
Fase ini membutuhkan waktu lama untuk dicapai, tetapi yang terpenting adalah menghabiskan lebih banyak waktu untuk belajar, berlatih, dan menguasai pola trading paling efektif yang telah kamu temukan.
Ini tergantung pada tingkat penguasaanmu. Orang-orang hebat di bidang apa pun akan kompeten dalam pekerjaan mereka secara tanpa sadar. Dengan demikian, kompetensi akan otomatis berubah menjadi kepercayaan diri, dan siklus "kesuksesan" ini akan berlanjut, karena keduanya saling melengkapi. Ketika kita ingin mencapai sesuatu secara lebih profesional, mewujudkan kemampuan tanpa kesadaran pada dasarnya adalah perwujudan terkonsentrasi dari semua usaha kita.
Trader yang mencapai level ini, karena mampu terus menghasilkan profit dari pasar, kekayaan mereka terus terakumulasi, dan mereka juga akan berada di posisi yang cukup menguntungkan dalam kehidupan nyata dan pekerjaan mereka.
Mengapa begitu banyak trader terjebak dalam dilema ini?
Alasan utamanya adalah kurangnya pembelajaran yang sistematis dan disiplin trading. Pasar trading seperti lautan—hari ini mungkin tenang, besok bisa bergelombang dahsyat. Jika tidak memahami pola pasang surut, mudah sekali tenggelam ke dasar laut.
Berikut beberapa kesalahan yang perlu diwaspadai, yang mudah menjerumuskan trader ke dalam jebakan "90-90-90":
✘ Trading berdasarkan rumor, bukan keputusan setelah riset
✘ Tidak memiliki strategi entry dan exit yang jelas
✘ Mempertaruhkan seluruh modal dalam satu atau dua transaksi
✘ Terlalu percaya diri karena sekali profit kebetulan
✘ Kurang kontrol emosi saat menghadapi pasar yang sangat volatil
Bagaimana keluar dari kutukan "90-90-90"?
Keluar dari siklus ini tidak menuntut kamu menjadi trader profesional. Yang benar-benar penting adalah menguasai pengetahuan yang tepat agar tradingmu lebih rasional. Kamu bisa melindungi diri melalui cara-cara berikut:
✔ Mulai dari kecil, fokus pada pembelajaran: Mulai dengan modal kecil, fokuskan lebih banyak energi pada mempelajari strategi trading, bukan sekadar mengejar profit besar.
✔ Pelajari dasar-dasar teknikal dan fundamental: Sebelum melakukan trading, pahami dulu mengapa harga naik atau turun.
✔ Ikuti trading plan: Setiap transaksi harus menentukan risiko, target, dan stop loss terlebih dahulu.
✔ Kendalikan emosi: Satu transaksi yang buruk bukan berarti semuanya berakhir, itu hanya bagian dari perjalanan trading.
✔ Terus perbarui pengetahuanmu: Pasar selalu berubah, sistem pengetahuanmu juga harus terus diperbarui.
Dengan bimbingan yang tepat, pasar bisa menjadi tempat yang penuh peluang, bukan sumber kecemasan.
Jangan takut. Trading bukanlah perjudian, ini adalah permainan tentang kesabaran, strategi, dan pembelajaran.
Setiap trader sukses yang kamu kagumi pernah berada di posisi di mana kamu berada hari ini—merasa bingung, ragu, dan takut mengalami kerugian lagi.