Sebagian besar trader yang profitable dan trader profesional membangun sistem trading mereka berdasarkan konsep "mengikuti tren".
Namun, apakah pasar sedang dalam tren atau tidak, kita bisa dengan mudah menilainya dari kenaikan atau penurunan harga yang jelas. Tapi pasar tidak selalu bergerak dalam tren yang jelas. Faktanya, harga hanya 25% dari waktu berada dalam tren yang jelas, sedangkan 75% sisanya, entah itu ranging atau menunjukkan tren yang "sulit ditentukan".
Untungnya, ada metode yang reliable untuk mengidentifikasi tren. Ini adalah model mekanis yang tidak memerlukan indikator atau penilaian subjektif dari trader. Namanya adalah Break of Structure (BOS).
Di bagian selanjutnya, kita akan membahas apa itu Break of Structure, bagaimana mengidentifikasinya, dan bagaimana cara trading-nya.
Definisi
Dalam trading, "Break of Structure" merujuk pada harga yang menembus high dan low yang sudah terbentuk dalam tren, yang secara jelas menunjukkan kelanjutan aliran order dalam arah saat ini. Konsep ini sangat penting dalam analisis tren, membantu trader memahami momentum pasar dan kemungkinan arah ke depannya.
Sederhananya, dalam uptrend, terbentuk higher high (HH) tanpa terlebih dahulu membentuk lower low (LL). Kondisi ini disebut bullish Break of Structure. Dalam downtrend, Break of Structure terjadi ketika terbentuk lower low terlebih dahulu, lalu higher high, yang disebut bearish Break of Structure. Dengan kata lain, sinyal Break of Structure menunjukkan kelanjutan momentum pasar atau sentimen pasar.
Urutannya penting. Hanya dalam uptrend, ketika harga langsung membentuk higher high tanpa terlebih dahulu menembus low, barulah itu disebut Break of Structure. Dalam downtrend, hanya ketika harga membentuk lower low sebelum menembus high terbaru, barulah itu disebut Break of Structure. Jika salah satu dari kedua kondisi tersebut terjadi, kita bisa menganggapnya sebagai Market Structure Shift (MSS) atau Change of Character (ChoCh).
Pada dasarnya, Break of Structure berarti kamu mendapatkan sinyal pertama bahwa tren yang ada sedang melemah dan reversal akan segera terjadi.
Perlu dicatat bahwa Break of Structure tidak hanya terjadi di pasar yang sedang trending. Ketika harga menembus level support atau resistance kunci, trendline yang sudah terbentuk, atau bahkan pola grafik tertentu, itu juga bisa dianggap sebagai Break of Structure. Segala situasi di mana struktur umum pasar ditembus bisa dianggap sebagai Break of Structure. Namun dalam artikel ini kita akan fokus membahas Break of Structure dalam pasar yang trending.
Dalam artikel ini, kita akan menjelaskan secara mendalam tentang Break of Structure, karena ini adalah konsep paling fundamental dalam smart money trading.
Struktur Pasar Dasar
Struktur pasar adalah cara harga bergerak seiring waktu. Ada tiga tipe utama:
1. Uptrend: Ketika harga terus naik, kamu akan melihat high baru yang terus terbentuk, dan harga tidak menembus low sebelumnya.
2. Downtrend: Kebalikan dari uptrend, harga terus turun, membentuk low baru, dan harga tidak menembus high sebelumnya.
3. Range-Bound: Dalam kondisi ini, harga bergerak naik turun dalam rentang tertentu, tapi tidak membentuk high atau low baru.
Konsep "Break of Structure" sebenarnya hanya bermakna dalam uptrend dan downtrend. Ini terjadi ketika harga menembus high penting dalam uptrend atau low penting dalam downtrend. Ini adalah sinyal yang menunjukkan tren kuat dan kemungkinan akan berlanjut. Tapi dalam pasar range-bound, harga tidak membentuk high atau low baru, sehingga Break of Structure tidak berlaku.
Tipe Break of Structure
Berdasarkan arah dan kondisi breakout-nya, ada dua tipe Break of Structure:
Bullish Break of Structure (Bull BoS):
Ketika harga menembus swing high dalam tren, ini menunjukkan momentum naik yang kuat dan mengindikasikan bahwa bull market (uptrend) kemungkinan akan berlanjut.
Bearish Break of Structure (Bear BoS):
Sebaliknya, ketika harga menembus swing low, ini berarti momentum turun yang kuat, yang mungkin menunjukkan bahwa bear market (downtrend) akan berlanjut.
Makna
"Break of Structure" membantu memprediksi apakah pasar akan melanjutkan tren yang ada atau berbalik arah. Insight ini penting dalam beberapa aspek berikut:
1. Memprediksi arah pasar:
Dengan mengidentifikasi Break of Structure, trader dapat memperkirakan apakah tren saat ini akan berlanjut, atau apakah pasar akan segera reversal. Pemahaman ini memungkinkan mereka menyelaraskan strategi dengan kemungkinan pergerakan pasar ke depannya.
2. Trading selaras dengan market maker:
Mengidentifikasi Break of Structure yang terkonfirmasi memungkinkan trader menyelaraskan trading mereka dengan operasi market maker. Ketika Break of Structure mengkonfirmasi kelanjutan tren, trader dapat lebih mudah dan lebih percaya diri trading searah dengan tren tersebut.
3. Timing entry dan exit:
Break of Structure juga bisa menjadi sinyal penting untuk timing entry dan exit pasar. Misalnya, bullish Break of Structure menunjukkan titik entry yang baik dalam uptrend, sedangkan bearish Break of Structure bisa menjadi waktu yang menguntungkan untuk exit atau membuka posisi short.
Secara keseluruhan, memahami dan memanfaatkan Break of Structure tidak hanya meningkatkan kemampuan memprediksi tren pasar, tapi juga memungkinkan strategi trading selaras dengan kekuatan besar yang menggerakkan pasar, sehingga meningkatkan potensi trading yang sukses.
Bagaimana cara menggunakan Break of Structure dalam trading?
Trading Break of Structure secara efektif memerlukan kombinasi dengan strategi lain untuk meningkatkan akurasi prediksi arah harga ke depannya.
1. Setup
Pertama, identifikasi lower low dan lower high dalam downtrend. Tambahkan Exponential Moving Average (EMA) periode 21 pada grafik.
2. Identifikasi Break of Structure
Ketika harga menembus lower low tersebut, terjadilah Break of Structure. Ini menunjukkan bahwa harga kemungkinan akan terus bergerak turun.
3. Eksekusi trade jual
Setelah muncul bearish Break of Structure, tunggu terbentuknya pola kandil bearish, seperti bearish engulfing atau Pin Bar. Inilah sinyal kamu untuk masuk trade jual.
4. Akhiri trade
Pantau hubungan harga dengan EMA. Ketika harga menembus EMA, itu berarti tren mungkin berubah atau momentum hilang, dan saat itulah kamu bisa menutup posisi.
Ingat, strategi ini hanyalah contoh untuk membantumu memahami bagaimana mengintegrasikan Break of Structure ke dalam trading. Yang penting adalah mengembangkan dan menguji strategimu sendiri sesuai dengan gaya trading dan toleransi risikomu. Menggunakan Break of Structure sebagai bagian dari strategi yang lebih luas dapat meningkatkan efektivitas trading dengan memberikan konfirmasi tambahan tentang tren pasar.
Bagaimana cara trading Break of Structure di forex?
Dalam bull market, ketika harga break of structure, kamu harus menandai zona trigger (dalam price action trading, trigger adalah smart money trap yang bisa berbentuk order block, zona supply dan demand, atau zona support dan resistance), dan tunggu harga pullback ke zona tersebut dan bounce.
Ketika harga menyentuh zona trigger, kamu bisa mencari sinyal konfirmasi untuk trade beli di timeframe yang lebih rendah, seperti Market Structure Shift (MSS) atau reversal tren.
Dalam bear market, ketika pasar break of structure, kamu harus menandai zona trigger, dan tunggu harga pullback ke zona tersebut dan bounce.
Ketika harga menyentuh zona trigger, kamu bisa mencari sinyal konfirmasi untuk trade jual di timeframe yang lebih rendah, seperti Market Structure Shift (MSS) atau reversal tren.
ICT MSS vs BoS
Seperti yang sudah kita bahas sebelumnya, Break of Structure menunjukkan bahwa setelah menembus zona trigger, struktur sebelumnya (high/low) berhasil ditembus.
Sedangkan ICT Market Structure Shift (MSS) menunjukkan penembusan swing low atau swing high.
Jadi, perbedaan antara Break of Structure dan Market Structure Shift hanya terletak pada zona trigger-nya.
Break of Structure menunjukkan perubahan besar dalam tren harga, sedangkan Market Structure Shift menunjukkan perubahan awal dalam struktur.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, "Break of Structure" adalah konsep yang sangat penting dalam price action trading. Ini membantu kita menentukan apakah pasar akan terus naik atau turun. Kita sudah mempelajari bahwa menggabungkan Break of Structure dengan tools lain (seperti zona demand atau pola kandil) dapat membuat strategi trading kita lebih efektif.
Ingat, Break of Structure adalah panduan yang bagus, tapi paling efektif jika dikombinasikan dengan trading plan kamu sendiri. Kuncinya adalah memahami pasar dengan lebih baik dan membuat keputusan trading yang lebih bijak. Terus latih konsep ini, dan kamu akan menguasai cara memanfaatkannya untuk keuntungan dalam trading.
Saat menggunakan strategi Break of Structure dalam trading, kita harus ingat bahwa tidak ada strategi yang sempurna, jadi jangan pernah menginvestasikan seluruh dana akun ke dalam strategi ini.
Selain itu, untuk mengurangi risiko, kamu harus selalu memasang stop loss untuk melindungi keamanan modalmu.