Andrew Aziz adalah seorang day trader asal Kanada. Masa mudanya dihabiskan di Iran selama Perang Iran-Irak, dan ia berasal dari keluarga kelas menengah. Meskipun informasi tentang kehidupan pribadinya relatif jarang, diketahui bahwa ia sudah sangat tertarik pada bidang kimia sejak remaja.
Aziz pernah kuliah di Sharif University of Technology di Iran. Pada usia 25 tahun, ia pindah ke Kanada dan masuk ke University of British Columbia untuk menempuh gelar doktor di bidang teknik kimia, dengan fokus penelitian pada mobil berbahan bakar sel hidrogen. Hasil penelitiannya juga diterbitkan di berbagai jurnal akademik.
Dalam kehidupan sehari-hari, Aziz gemar petualangan alam terbuka. Ia menetapkan target besar untuk dirinya sendiri — mendaki gunung berapi tertinggi di tujuh benua. Selain itu, ia juga sangat menyukai ski, pendakian gunung ketinggian tinggi, dan lari atletik. Ia adalah tipe kepribadian "teknik + petualang" yang khas.
Dari sama sekali tidak tahu tentang pasar keuangan, hingga kini bisa profit penuh waktu dari day trading. Latar belakangnya sebagai insinyur yang sistematis dan disiplin menjadi fondasi metode trading-nya, dan ia merangkum metode tersebut menjadi tiga langkah sederhana.
Aziz juga menekankan risiko day trading — mengapa sebagian besar trading gagal, dan mengapa jalur ini tidak cocok untuk semua orang.
Jika kamu familiar dengan pasar keuangan, kamu mungkin pernah mendengar kalimat ini: "90% hingga 95% day trader akan rugi." Tidak ada yang tahu pasti dari mana angka ini berasal, tapi sudah dianggap sebagai fakta umum. Lagipula, day trading adalah salah satu usaha paling berisiko yang bisa dijalani manusia.
Namun, Andrew Aziz tidak termasuk dalam 90% itu.
Menurutnya, mereka yang mampu menguasai day trading sama saja mendapatkan "lisensi mencetak uang". Dan ia sangat merasakannya, karena ia sudah profit dengan metode ini selama bertahun-tahun.
Setelah di-PHK dari perusahaannya, Aziz memutuskan untuk "mengendalikan nasibnya sendiri" dan mulai mencoba day trading.
Saya sama sekali tidak tahu tentang keuangan, trading, akuntansi, tidak tahu apa-apa — saya memulainya begitu saja. Saya adalah contoh tipikal orang yang sama sekali tidak memahami cara kerja pasar.
Namun, hal itu sama sekali tidak membuatnya mundur.
Seiring waktu, ia secara bertahap membentuk sistem trading yang sukses, yang mampu menghasilkan profit dari volatilitas dan momentum pasar. Metode ini disebut "breakout trading", yaitu menentukan waktu beli dan jual melalui breakout dari rentang harga.
Dalam beberapa menit, ia bisa menyelesaikan satu transaksi. Jika lancar, beberapa menit itu cukup untuk mengantongi profit harinya.
Filosofi dan Strategi Trading
Filosofi trading Aziz memandang trading sebagai sebuah profesi. Ia menekankan pentingnya beroperasi dengan hati-hati dan manajemen risiko yang ketat — modal yang dipertaruhkan per transaksi tidak boleh melebihi 2% dari total modal.
Ia sangat yakin bahwa inti trading adalah menunggu dengan sabar: "Sebagai trader, kamu harus belajar menunggu peluang, mempertaruhkan beberapa sen untuk mendapatkan beberapa dolar."
Dengan pola pikir seorang insinyur, ia memandang trading sebagai sejenis "desain teknik": strategi harus terstruktur dengan jelas dan pola yang bisa direproduksi.
Ia menganjurkan beli murah jual mahal, tapi juga menekankan: "Sebelum bekerja dengan cerdas, kamu harus terlebih dahulu memahami kerja keras."
Selain itu, Aziz sangat menghargai kekuatan komunitas trading. Menurutnya, berkomunikasi dengan trader yang memiliki visi sama sangatlah penting, tidak hanya membantu kamu menghindari kesalahan, tapi juga membuatmu selalu mengetahui strategi yang efektif di pasar.
Ia menganjurkan pendekatan trading yang ilmiah, melalui penelitian mendalam yang sistematis terhadap saham dan pemodelan pasar, untuk mencapai profit berkelanjutan berdasarkan keunggulan probabilitas.
Dalam bukunya, ia mengemukakan satu poin penting:
Kamu bisa menjadi trader terbaik di dunia, tapi jika saham yang kamu tradingkan tidak memiliki volatilitas dan volume yang cukup, maka kamu tidak akan pernah bisa profit secara konsisten. Menradingkan saham yang "tidak bergerak" selama sehari sama saja membuang satu hari.
Target: Profit 1%~2% Per Hari
Sebelum membahas metode, lihat dulu target Aziz: profit 1% hingga 2% setiap hari.
Dihitung dengan bunga majemuk, ini berarti profit bulanan bisa mencapai 20%~30%, target yang bahkan sulit dicapai oleh banyak manajer dana profesional.
Aziz mengatakan, semua ini bermuara pada tiga langkah yang sistematis dan disiplin.
Langkah Pertama: Mencari "Saham Gap"
Langkah pertama adalah menemukan saham-saham yang mengalami gap naik atau turun karena berita.
Yang dimaksud "gap" adalah celah harga yang terjadi karena investor membeli atau menjual dalam jumlah besar. Ini biasanya dipicu oleh berita, laporan keuangan, atau perubahan ekspektasi.
Contoh: Saham XYZ karena kinerja luar biasa dan panduan positif, gap dari $140 (sekitar Rp2,2 juta) ke $145 (sekitar Rp2,3 juta).
Strategi Aziz justru merangkul volatilitas ini — jadi, mengidentifikasi "saham yang sedang bergerak" dengan benar adalah kuncinya. Karena jika harga saham stagnan, kamu tidak akan bisa menghasilkan uang sama sekali.
Langkah Kedua: Menandai Level Kunci (Support dan Resistance)
Langkah kedua adalah menemukan dua level kunci pada grafik harian — menentukan arah saham, dan menandai level support serta resistance.
Sebagai day trader, kamu hanya perlu satu trading yang bagus, satu peluang saja sudah cukup.
Harga sering kali "memantul" atau "breakout" di titik-titik kunci ini lalu melanjutkan pergerakannya.
Contoh: Jika saham beberapa kali berhenti turun di $50 (sekitar Rp800 ribu) dan tidak menembus di bawah $49 (sekitar Rp785 ribu), maka $50 bisa dianggap sebagai support; jika beberapa kali tertahan di $55 (sekitar Rp880 ribu) dan gagal menembus ke $56 (sekitar Rp900 ribu), maka $55 adalah resistance.
Ketika arah, support, dan resistance sudah jelas, maka masuk ke langkah berikutnya.
Langkah Ketiga: Menunggu Konfirmasi, Serang di Waktu yang Tepat
Langkah ini menguji kesabaran.
Aziz tidak akan impulsif memasang order di detik pembukaan, melainkan mengamati perilaku pasar selama 5~10 menit pertama. Ketika ia memastikan saham telah membentuk "rentang harga" setelah pembukaan, barulah ia bergerak.
Ketika rentang itu terbentuk, sering kali itulah momen di mana kamu bisa mengamati keseimbangan kekuatan beli dan jual.
Jika pembeli lebih kuat, kita long; jika penjual lebih kuat, kita short.
Sesederhana itu.
Tunggu harga breakout dari rentang, lalu ikuti trennya.
Aziz rata-rata menghasilkan sekitar $1.000 (sekitar Rp16 juta) per hari, dengan modal akun $50.000 (sekitar Rp800 juta). Dengan leverage, total daya beli yang tersedia untuknya sekitar $200.000 (sekitar Rp3,2 miliar).
Saya biasanya memegang posisi sekitar $100.000 (sekitar Rp1,6 miliar) daya beli per transaksi.
Lalu bagaimana profitnya digunakan?
Ia memilih menginvestasikan kembali profitnya ke properti.
Tidak Semua Orang Cocok untuk Day Trading
Aziz menekankan, tidak ada yang namanya "satu-satunya cara trading yang benar". Strateginya efektif untuknya, tapi belum tentu cocok untuk orang dengan kepribadian, keterampilan, dan toleransi risiko yang berbeda. Jika kamu hanya ingin trading sambilan sesekali, iseng main jangka pendek, sebaiknya jangan sentuh day trading.
Yang lebih penting, ia mengingatkan untuk membedakan batas antara "trading" dan "investasi":
Banyak orang yang masuk ke day trading sebenarnya belum siap menjadi trader — yang benar-benar ingin mereka lakukan adalah investasi.
Padahal trading dan investasi adalah dua hal yang sama sekali berbeda.
Akhirnya, ia menyimpulkan sambil tersenyum:
Jika kamu benar-benar bisa menguasai day trading, maka pada dasarnya itu adalah lisensi mencetak uang.
Kesimpulan: Konsistensi dan Kesabaran adalah Kuncinya
Andrew Aziz berbeda bukan hanya karena ia trader yang hebat, tapi juga karena penelitiannya yang mendalam tentang pasar dan kesabarannya yang luar biasa.
Kebanyakan orang ingin profit segera, sementara ia benar-benar menikmati seni menunggu. Kemampuan "melihat lebih dalam" inilah yang membuatnya selalu selangkah di depan kebanyakan trader.
Karena itulah, Aziz selalu konsisten berinvestasi di bidang edukasi trading.
Ia sering berkata: "Kesuksesan trading berasal dari melatih diri sendiri jauh sebelumnya, bersiap sebelum peluang datang."