Saat melakukan day trading, memilih timeframe mana yang digunakan sangatlah penting, tetapi pertanyaan ini tidak memiliki jawaban standar yang tunggal. Timeframe yang tepat berbeda-beda untuk setiap orang, tergantung pada strategi yang digunakan trader, serta ritme trading yang mereka sukai—misalnya lebih santai, atau lebih intens. Berikut ini akan dijelaskan satu per satu kelebihan dan kekurangan masing-masing timeframe day trading, untuk membantumu menentukan mana yang lebih cocok untukmu.
Kelebihan dan Kekurangan Berbagai Timeframe Day Trading
Di MT4/5 dan berbagai grafik trading lainnya, timeframe dapat dibagi menjadi banyak pilihan, termasuk 1 menit, 5 menit, 10 menit, 15 menit, serta periode di antaranya atau yang lebih tinggi. Kami akan membahas satu per satu timeframe ini, menganalisis kelebihan dan kekurangan masing-masing, dan menjelaskan gaya trading mana yang lebih cocok untuk mereka.
Silakan baca satu per satu, karena kelebihan dan kekurangan timeframe ini hanya bisa terlihat saat dibandingkan satu sama lain.
Tidak ada timeframe yang secara mutlak lebih baik atau lebih buruk, tetapi salah satunya mungkin lebih cocok untukmu, karena mungkin menawarkan lebih banyak peluang trading (secara potensial), atau struktur grafiknya terlihat lebih jelas. Selain itu, timeframe yang berbeda dapat dikombinasikan, dan mengenai metode analisis multi-timeframe, akan kita bahas lebih lanjut nanti.
Timeframe Grafik 1 Menit
Timeframe 1 menit cocok untuk trader yang suka mengamati detail harga dan cenderung melakukan trading ultra-jangka pendek (scalping) yang hanya berlangsung beberapa menit.
Jika kamu berencana trading di grafik 1 menit, maka kamu harus membangun dan menguji strategi tradingmu di grafik 1 menit.
Karena setiap menit menghasilkan satu kandil, sinyal trading (tergantung strategi) bisa sering muncul, sehingga menggunakan grafik 1 menit untuk trading hampir mengharuskan kamu untuk terus-menerus dan fokus memantau layar selama proses trading.
Justru karena frekuensi pembentukan kandil harga yang tinggi, trader grafik 1 menit biasanya memiliki lebih banyak peluang trading setiap hari dibandingkan timeframe yang lebih tinggi. Jika kamu memiliki sistem yang konsisten profit, lebih banyak jumlah trading berarti potensi profit yang lebih tinggi, serta pertumbuhan compounding akun yang lebih cepat; tetapi sebaliknya, jika strategi trading itu sendiri tidak memiliki keunggulan, dalam ritme trading yang begitu tinggi, modal juga bisa terkuras sangat cepat.
Dalam jendela waktu dua jam, menyelesaikan beberapa trading sepenuhnya mungkin. Jika kamu tidak ingin menatap layar sepanjang hari, ini cukup menguntungkan.
Karena rentang kandil grafik 1 menit lebih kecil daripada grafik timeframe tinggi, trading berdasarkan kandil-kandil kecil ini biasanya memiliki stop loss dan take profit yang juga lebih kecil. Tentu saja, ini tidak mutlak. Trader juga bisa menggunakan stop loss yang lebih kecil di grafik 1 menit sambil mengejar rasio reward/risk yang lebih besar; hanya saja semakin besar target profit, berarti jumlah trading yang bisa diselesaikan hari itu mungkin akan berkurang.
Justru karena rentang stop loss mungkin lebih kecil, ukuran posisi sering kali bisa dibuka sangat besar.
Dalam trading forex, untuk menyesuaikan ukuran posisi seperti itu, mungkin diperlukan leverage 100x, 200x, bahkan 500x, tetapi dengan kontrol yang wajar, risiko per trading masih bisa dijaga di bawah 1% dari modal akun. Banyak broker forex menawarkan leverage 300x hingga 500x (bahkan ada yang lebih dari 1000x).
Dalam day trading saham, leverage posisi biasanya (tetapi tidak selalu) dibatasi sekitar 4x. Ini berarti, meskipun kamu hanya menanggung risiko 1% atau 0,5% dari modal akun per trading, kamu juga mudah menggunakan sebagian besar modal dalam akun, bahkan mendekati leverage maksimum yang tersedia (tentu saja, kamu juga bisa memilih menanggung risiko yang lebih kecil).
Oleh karena itu, satu day trading saham bisa menghabiskan sebagian besar modal yang tersedia dalam akun, sehingga mengurangi ruang modal untuk trading lain (misalnya swing trading). Untuk ini, kamu bisa membagi penggunaan modal terlebih dahulu: mengalokasikan sebagian modal khusus untuk day trading, dan sisanya disisihkan untuk strategi trading lain.
Trading menggunakan rasio reward/risk tetap 2:1.
Kesimpulan inti:Grafik 1 menit cocok untuk trader yang ingin memaksimalkan waktu trading dan melakukan trading lebih sering, biasanya menggunakan ukuran posisi yang lebih besar, sambil menetapkan stop loss dan target profit yang lebih kecil (tentu saja, jika diperlukan, target profit juga bisa diperbesar).
Timeframe Grafik 5 Menit
Grafik 5 menit cocok untuk trader yang lebih memperhatikan pergerakan besar dalam sehari. Trader seperti ini tidak perlu melihat harga open, high, low, dan close setiap menit, tetapi lebih cenderung mendapatkan informasi harga yang diringkas setiap 5 menit.
Jika kamu berencana trading di grafik 5 menit, maka kamu harus membangun dan menguji strategi tradingmu di grafik 5 menit.
Menggunakan grafik 5 menit untuk trading masih memerlukan fokus, tetapi dibandingkan grafik 1 menit, tidak perlu memantau layar secara terus-menerus dan intensif. Karena kandil baru terbentuk setiap 5 menit, interval antar titik data lebih panjang. Jika trader memilih untuk mengeksekusi setelah kandil ditutup, maka setidaknya setiap 5 menit akan ada satu peluang tindakan, dan interval operasi sebenarnya sering kali lebih panjang.
Karena titik data (kandil) yang bisa dijadikan referensi lebih sedikit, frekuensi trading trader grafik 5 menit biasanya lebih rendah daripada trader grafik 1 menit. Dalam jendela trading sekitar dua jam, mungkin hanya akan muncul satu hingga dua peluang trading, kadang lebih, tetapi secara keseluruhan masih jauh lebih sedikit daripada grafik 1 menit.
Dibandingkan grafik 1 menit, rentang stop loss dan take profit grafik 5 menit biasanya lebih besar. Ini sendiri tidak ada baik atau buruknya, tetapi biasanya berarti jumlah trading per hari lebih sedikit.
Karena kandil grafik 5 menit lebih besar, jarak antara harga entry dengan stop loss dan take profit juga lebih jauh, sehingga ukuran posisi biasanya lebih kecil daripada trading grafik 1 menit.
Justru karena ukuran posisi yang relatif lebih kecil, trader sering kali bisa memegang beberapa posisi sekaligus. Tentu saja, kamu juga bisa mengalokasikan proporsi modal tetap untuk setiap day trading terlebih dahulu, untuk memastikan ada cukup modal untuk mengeksekusi semua trading yang kamu rencanakan.
Kesimpulan inti:Grafik 5 menit cocok untuk trader yang ingin fokus pada pergerakan intraday yang lebih besar. Ini menawarkan titik data yang lebih sedikit, dan cocok untuk trader dengan ukuran posisi yang moderat (lebih kecil dari grafik 1 menit, tetapi lebih besar dari timeframe yang lebih tinggi).
Timeframe Grafik 10 Menit atau 15 Menit
Grafik 10 menit atau 15 menit cocok untuk trader yang lebih ingin menangkap tren utama dan fluktuasi kunci sepanjang hari trading, bukan memperhatikan setiap pergerakan harga kecil (seperti grafik 1 menit atau 5 menit).
Jika kamu berencana trading di grafik 15 menit, kamu harus membangun dan menguji strategi trading di grafik 15 menit.
Trading di grafik 10 menit atau 15 menit membutuhkan tingkat fokus berkelanjutan yang lebih rendah, karena setiap kandil membutuhkan waktu lebih lama untuk terbentuk. Jika kamu memilih menunggu kandil ditutup sebelum mengambil keputusan (meskipun tidak wajib), maka antara dua tindakan yang mungkin akan berjarak setidaknya 10 atau 15 menit.
Pada timeframe ini, trader mungkin hanya akan melakukan satu hingga dua trading per hari. Jika hanya trading dalam jendela waktu dua jam atau kurang, banyak hari trading bahkan mungkin tidak ada sinyal sama sekali. Cara trading seperti ini sering kali memerlukan waktu lebih lama di depan layar, karena proses dari entry hingga exit sendiri lebih lambat.
Dibandingkan grafik 5 menit, rentang stop loss dan take profit grafik 10 menit atau 15 menit biasanya lebih besar. Ini bukan soal baik atau buruk, tetapi juga berarti jumlah trading harian akan semakin berkurang.
Karena kandil grafik 10 menit atau 15 menit lebih besar, jarak stop loss sering kali lebih jauh, sehingga ukuran posisi biasanya lebih kecil daripada trading grafik 5 menit.
Justru karena jumlah trading lebih sedikit dan ukuran posisi per trading lebih kecil, trader pada timeframe ini lebih mudah memegang beberapa posisi sekaligus.
Kesimpulan inti:Grafik 10 menit atau 15 menit cocok untuk trader yang ingin memusatkan perhatian pada pergerakan harga yang lebih besar sepanjang hari. Mereka tidak keberatan menunggu lebih lama untuk membuka dan menutup trading, lebih menyukai pergerakan yang relatif bersih dan struktur yang lebih jelas, biasanya hanya mencari satu hingga dua peluang trading selama proses trading beberapa jam.
Ringkasan Perbandingan Timeframe Day Trading Terbaik
Karena kandil 1 menit terbentuk paling cepat, trading di grafik 1 menit biasanya akan mendapatkan lebih banyak peluang trading. Pada saat yang sama, ritme trading juga yang tercepat di antara semua timeframe, karena setiap menit akan menghasilkan kandil baru, terus-menerus memberikan informasi pasar baru.
Di grafik 1 menit, ukuran posisi biasanya yang terbesar, karena rentang stop loss sangat kecil; dengan risiko per trading dikontrol di 1% dari modal akun, sering kali hampir seluruh modal bisa digunakan, bahkan dikombinasikan dengan leverage. Ini juga berarti, begitu strategi gagal, kecepatan modal terkuras juga sama cepatnya. Seperti yang disebutkan sebelumnya, dengan proporsi risiko tetap, sangat mungkin menggunakan hampir seluruh modal dalam satu trading dengan stop loss kecil.
Menariknya, dari segi "ambang modal minimum", grafik 1 menit justru yang paling mudah untuk day trading. Alasannya adalah stop loss-nya biasanya paling kecil, bahkan untuk akun kecil, sering kali bisa mengontrol risiko per trading di 1% atau bahkan lebih rendah. Sementara semakin besar rentang stop loss, untuk trading pada tingkat risiko yang sama terkendali, diperlukan modal yang lebih besar.
Karena setiap menit akan terus muncul kandil baru, grafik 1 menit menuntut tingkat fokus trader yang paling tinggi; sedangkan pada timeframe yang lebih panjang, informasi baru terbentuk lebih lambat, tekanan psikologis dan konsumsi perhatian relatif lebih rendah.
Analisis Multi-Timeframe
Beberapa trader hanya menggunakan satu timeframe, sementara yang lain menggabungkan beberapa timeframe untuk mencari peluang trading.
Jika hanya trading di satu timeframe, maka begitu sinyal trading muncul di timeframe tersebut, langsung eksekusi, tidak perlu mencari konfirmasi di timeframe lain.
Ide trading multi-timeframe adalah: menggunakan timeframe yang lebih tinggi sebagai filter, dan timeframe yang lebih rendah untuk mencari titik entry. Misalnya, trader bisa terlebih dahulu melihat grafik 5 menit atau 10 menit untuk menentukan arah tren keseluruhan, kemudian mencari peluang entry searah tren di grafik 1 menit; atau terlebih dahulu menggunakan grafik 30 menit untuk menentukan arah besar, lalu eksekusi entry di grafik 5 menit atau 10 menit.
Tidak ada kombinasi timeframe yang sempurna, dan tidak ada jawaban tunggal yang benar. Timeframe apa pun, atau kombinasi timeframe apa pun, bisa membangun sistem yang profit. Kuncinya adalah memahami kelebihan dan kekurangan masing-masing, sehingga bisa memilih cara yang paling cocok untukmu.
Alternatif Timeframe Grafik Day Trading—Tick Chart dan Renko Chart
Grafik timeframe sering dibahas seolah-olah itu satu-satunya pilihan, tetapi kenyataannya tidak demikian. Di pasar juga ada jenis grafik yang tidak berdasarkan waktu.
Tick chart didasarkan pada jumlah transaksi yang tetap. Ketika transaksi mencapai jumlah yang ditetapkan, satu kandil baru akan selesai. Oleh karena itu, saat pasar aktif, kandil terbentuk dengan cepat; sedangkan saat perdagangan sepi, satu kandil mungkin membutuhkan beberapa menit bahkan beberapa jam untuk terbentuk.
Renko chart terdiri dari "bata", selama harga bergerak ke arah tertentu dan mencapai besaran yang ditetapkan, bata baru akan terbentuk. Jika harga bergerak berlawanan arah dan mencapai besaran dua bata, bata akan berubah warna, dan mulai memanjang ke arah sebaliknya. Renko chart sepenuhnya didasarkan pada pergerakan harga, bukan waktu.
Di atas hanyalah dua contoh dari banyak jenis grafik alternatif.
Timeframe yang Saya Gunakan Secara Pribadi untuk Trading
✔ Day trading forex: menggunakan grafik 1 menit
✔ Day trading saham: terutama menggunakan grafik 1 menit; jika ingin menangkap pergerakan yang lebih besar, kadang menaikkan ke grafik 2 menit atau 3 menit
✔ Swing trading saham: hanya menggunakan grafik harian
✔ Swing trading forex: terutama mencari pola di grafik harian, 4 jam, dan 1 jam
Sering kali, saya hanya trading berdasarkan satu timeframe yang sedang saya amati. Terkadang, jika saya menemukan peluang trading yang sangat ideal di timeframe tinggi, saya akan turun ke grafik 5 menit untuk mencari titik entry yang lebih presisi, guna memaksimalkan rasio reward/risk (misalnya: stop loss berdasarkan grafik 5 menit, target berdasarkan grafik 4 jam atau 1 jam). Dalam kondisi volatilitas yang sangat tinggi, saya juga menggunakan Renko chart untuk membantu trading.
Disclaimer:Konten artikel ini tidak merupakan saran investasi pribadi apa pun, dan juga tidak merupakan saran untuk membeli atau menjual produk keuangan apa pun. Trading memiliki risiko, dan saat menggunakan leverage, kerugian bahkan bisa melebihi modal awal yang diinvestasikan.