Setiap trader tahu bahwa mencapai profit secara konsisten itu sangat sulit.
Kamu perlu memiliki disiplin yang ketat, fokus, dan stabilitas emosi.
Selain itu, hampir tidak mungkin memprediksi secara akurat saham mana yang akan naik dan kapan akan naik.
Itulah mengapa sangat sedikit trader saham yang benar-benar memiliki track record trading yang unggul.
Namun, dalam artikel ini, saya akan berbagi denganmu tentang trader paling terkenal sepanjang sejarah dan saran berharga mereka untuk investor. Kamu akan mempelajari mengapa para trader ini sukses, filosofi investasi mereka, dan strategi apa yang harus kamu pelajari jika ingin menang di pasar.
1. Warren Buffett
Warren Buffett (Warren Buffett) adalah salah satu investor yang paling saya kagumi.
Meskipun secara teknis dia bukan seorang "trader", dia tidak diragukan lagi adalah salah satu investor paling sukses di dunia.
Dia adalah chairman dan CEO Berkshire Hathaway, dijuluki "Oracle of Omaha".
Berkat return investasi yang konsisten dan kemampuannya mengidentifikasi perusahaan yang undervalued, Buffett menjadi salah satu orang terkaya di dunia.
Filosofi investasinya sangat jelas, dengan ide inti: investasikan pada perusahaan yang unggul.
Jika kamu ingin lebih memahami Buffett, saya merekomendasikan menonton dokumenter HBO "Becoming Warren Buffett" — ini salah satu film bertema investasi favorit saya.
Kutipan:
Ketika orang lain serakah, ketakutanlah; ketika orang lain takut, serakahlah.
Membeli perusahaan yang unggul dengan harga wajar jauh lebih baik daripada membeli perusahaan biasa dengan harga sangat murah.
2. George Soros
George Soros (George Soros) adalah miliarder Amerika kelahiran Hungaria, pendiri Soros Fund Management.
Meskipun Soros juga seorang filantropis dan aktivis politik, hal yang paling membuatnya terkenal adalah — pada tahun 1992 ia menyerang poundsterling dan menghancurkan Bank of England.
Dengan short poundsterling, ia meraup profit sekitar 1 miliar dolar AS (sekitar Rp15,8 triliun) dalam trade terkenal tersebut.
Soros terkenal karena kemampuannya mengidentifikasi tren makroekonomi global dan bertindak cepat, wawasan ini memberinya kekayaan miliaran dolar.
Mirip dengan Buffett, ada beberapa dokumenter tentangnya, seperti dokumenter tahun 2019 "Soros", yang membahas secara mendalam kehidupan, karier, dan kontroversinya.
Kutipan:
Yang penting bukanlah apakah kamu benar atau salah, tetapi — ketika kamu benar, berapa banyak yang kamu hasilkan; ketika kamu salah, berapa banyak yang kamu rugi.
Ketika kita menyadari bahwa "pemahaman yang tidak sempurna" adalah sifat alami manusia, membuat kesalahan tidak lagi memalukan, yang memalukan adalah tidak memperbaiki kesalahan.
3. Paul Tudor Jones
Paul Tudor Jones (Paul Tudor Jones) adalah pendiri Tudor Investment Corporation.
Pencapaiannya yang paling terkenal adalah pada tahun 1987 berhasil memprediksi dan meraup profit dari crash pasar saham.
Dokumenter "Trader" yang dirilis pada tahun yang sama mendokumentasikan secara detail strategi trading dan cara berpikirnya di tahun 1980-an, menunjukkan bagaimana ia mencapai return luar biasa melalui macro trading.
Kemampuan Jones dalam macro positioning dan return investasi yang konsisten menjadikannya salah satu hedge fund manager paling sukses sepanjang sejarah.
Dalam beberapa tahun terakhir, ia juga aktif dalam cryptocurrency dan proyek Web3, menjadi salah satu tokoh heavyweight di dunia keuangan tradisional yang paling awal terbuka terhadap aset kripto.
Kutipan:
Jangan hanya fokus pada menghasilkan uang, belajarlah melindungi apa yang sudah kamu miliki terlebih dahulu.
Jangan sok heroik, jangan biarkan ego membengkak. Selalu ragukan diri sendiri, pertanyakan kemampuanmu. Begitu kamu merasa "hebat", saat itu juga kamu sudah kalah.
4. Jesse Livermore
Jesse Livermore (Jesse Livermore) adalah trader saham legendaris Amerika awal abad ke-20, yang berkali-kali menghasilkan dan kehilangan kekayaan jutaan dolar.
Sekilas terdengar absurd, tetapi sebenarnya, banyak trader legendaris mengalami siklus untung besar—rugi besar—bangkit kembali.
Ia paling dikenal karena performanya dalam crash pasar saham tahun 1929, serta buku investasi klasiknya "How to Trade in Stocks".
Livermore dengan wawasannya yang tajam terhadap ritme pasar dan pemahaman mendalam tentang psikologi manusia, menjadi tokoh legendaris abadi dalam sejarah trading.
Kutipan:
Pasar saham tidak pernah salah.
Terlalu penasaran tentang semua alasan di balik pergerakan harga bukanlah hal yang baik.
5. Benjamin Graham
Benjamin Graham (Benjamin Graham) adalah seorang ekonom dan investor profesional, dijuluki "Bapak Value Investing". Bukunya "The Intelligent Investor" adalah salah satu buku klasik value investing paling populer.
Filosofi investasinya sangat mempengaruhi banyak investor termasuk Warren Buffett. Jadi, bisa dikatakan tanpa berlebihan bahwa saran Graham layak kita dengarkan dengan serius dan terapkan dalam strategi investasi kita.
Kutipan:
Dalam jangka pendek, pasar adalah mesin voting; tetapi dalam jangka panjang, pasar adalah mesin penimbang.
Investor yang cerdas adalah seorang realis — ia menjual kepada orang yang optimis, dan membeli dari orang yang pesimis.
6. Peter Lynch
Peter Lynch (Peter Lynch) pernah mengelola Magellan Fund di Fidelity Investments. Filosofinya yang paling terkenal adalah "investasikan pada apa yang kamu pahami", yang sangat mirip dengan konsep "circle of competence" Warren Buffett — keduanya menekankan bahwa investor harus berinvestasi hanya di bidang yang mereka pahami secara mendalam.
Lynch masuk dalam daftar ini karena kemampuannya yang luar biasa dalam stock picking, selama masa jabatannya, Magellan Fund menjadi mutual fund dengan performa terbaik di dunia. Ia juga memberikan banyak saran investasi jangka panjang yang solid dan transparan kepada investor.
Kutipan:
Investasikan pada apa yang kamu pahami.
Kunci menghasilkan uang di pasar saham bukanlah menghindari kerugian, tetapi tidak membiarkan dirimu ditakuti hingga keluar.
7. Ray Dalio
Ray Dalio (Ray Dalio) adalah salah satu investor favorit saya, setara dengan Warren Buffett dan Michael Burry. Dalio mendirikan Bridgewater Associates, salah satu hedge fund terbesar di dunia. Ia juga menerbitkan salah satu buku favorit saya "Principles", di mana ia berbagi filosofi hidup dan kerja yang unik dan sangat disiplin.
Dalio terkenal dengan strategi investasi "All Weather"-nya, dan sering berbagi konsep-konsep ini di channel YouTube-nya.
Kutipan:
Jika kamu tidak pernah gagal, itu berarti kamu tidak mendorong batas kemampuanmu; dan jika kamu tidak mendorong batas kemampuanmu, kamu tidak memaksimalkan potensimu.
Saya hanya ingin jawaban yang benar — saya tidak peduli apakah jawaban yang benar itu datang dari saya sendiri atau bukan.
8. Richard Dennis
Richard Dennis (Richard Dennis) adalah seorang commodity trader terkenal, dijuluki "Pangeran Trading Pit". Bersama mitranya William Eckhardt (William Eckhardt), ia meluncurkan eksperimen terkenal "Turtle Traders" — mereka merekrut dan melatih 21 peserta tanpa pengalaman, mengajarkan aturan trading sistematis, dan mencapai profit yang sangat besar.
Dennis sangat percaya bahwa trading bisa diajarkan, dan membuktikannya dengan fakta — ia berhasil mengubah sekelompok pemula menjadi trader profesional yang profitable. Sejak saat itu, kisahnya dan "Turtle Traders" menjadi legenda di dunia commodity trading.
Kutipan:
Kamu harus bersedia sering membuat kesalahan; itu tidak apa-apa.
Saya sering bilang, bahkan jika kamu menerbitkan aturan trading di surat kabar, tidak akan ada yang mengikutinya. Kuncinya adalah konsistensi dan disiplin. Hampir siapa pun bisa membuat sistem yang 80% mirip dengan aturan yang kami ajarkan, tetapi mereka tidak bisa tetap percaya diri menjalankannya saat pasar sedang buruk.
9. Stanley Druckenmiller
Stanley Druckenmiller (Stanley Druckenmiller) pernah menjabat sebagai chairman dan presiden Duquesne Capital. Ia terkenal karena taruhan suksesnya di pasar mata uang dan kolaborasinya dengan George Soros.
Druckenmiller diakui sebagai salah satu investor terbaik di dunia berkat rekornya yang mempertahankan return tinggi selama bertahun-tahun tanpa pernah mengalami tahun yang merugi.
Yang membedakan Druckenmiller adalah ia menganjurkan investasi terkonsentrasi pada peluang yang paling ia yakini, bukan mengandalkan diversifikasi seperti banyak investor lainnya. Cara berpikir investasi "high conviction" inilah yang menjadi kunci keunggulannya.
Kutipan:
Jangan pernah berinvestasi pada saat ini.
Saya suka menaruh semua telur dalam satu keranjang — lalu mengawasi keranjang itu dengan sangat teliti.
10. John Templeton
John Templeton (John Templeton) mendirikan Templeton Growth Fund pada tahun 1954, yang menjadi salah satu dana investasi internasional terbesar dan tersukses di dunia.
Selain filosofi investasi keuangan, Templeton juga sangat menghargai kekayaan spiritual, ia sering berbicara tentang pentingnya nilai moral dan etika dalam kehidupan.
Sebagai filantropis, Templeton mendirikan Templeton Prize pada tahun 1972. Setiap tahunnya memberikan hadiah lebih dari 1 juta dolar AS (sekitar Rp15,8 miliar) kepada individu yang masih hidup yang telah memberikan kontribusi luar biasa di bidang kehidupan, penelitian, dan investasi yang mencerminkan keyakinan Templeton.
Kutipan:
Saat pesimisme ekstrem adalah waktu terbaik untuk membeli, saat optimisme ekstrem adalah waktu terbaik untuk menjual.
Saya bisa mengeluh karena semak mawar memiliki duri, atau bersyukur karena semak duri memiliki mawar.
11. Carl Icahn
Carl Icahn (Carl Icahn) adalah seorang pengusaha, investor, dan filantropis Amerika. Ia adalah pendiri dan pemegang saham pengendali Icahn Enterprises, sebuah perusahaan holding terdiversifikasi yang berbasis di New York.
Icahn dianggap sebagai salah satu trader terbaik di dunia, ia memenangkan return yang besar bagi pemegang saham dengan mengambil posisi signifikan di perusahaan dan mendorong reformasi perusahaan.
Meskipun Icahn mampu mempengaruhi keputusan perusahaan dan melepaskan nilai pemegang saham, ia juga dikenal sebagai salah satu tokoh paling ditakuti di board of directors. Saran yang ia berikan kepada investor juga mencerminkan gaya ini.
Kutipan:
Kamu akan belajar di industri ini: jika kamu ingin punya teman, peliharalah anjing.
Dalam hidup dan bisnis, ada dua kesalahan paling mendasar: yang pertama adalah bertindak tanpa berpikir, yang kedua adalah tidak mengambil tindakan sama sekali.
Saran Terbaik dari Trader Terkenal Dunia untuk Investor
Semua investor dan trader dalam daftar ini memiliki filosofi dan saran investasi masing-masing. Meskipun metode-metode ini berhasil bagi mereka, belum tentu cocok untukmu. Berikut adalah ringkasan saran inti dari setiap investor:
✍ Nilai intrinsik dan perspektif jangka panjang: Buffett sering menekankan investasi pada perusahaan dengan nilai intrinsik yang solid, dan memegangnya dalam jangka panjang. Ini sejalan dengan pandangan Templeton dan Icahn yang mencari aset undervalued dan bersabar.
✍ Circle of competence: Buffett dan Munger sama-sama menyarankan investor hanya berinvestasi di industri dan perusahaan yang mereka pahami sepenuhnya, mempertahankan "circle of competence" mereka, dan menghindari bidang yang tidak familiar.
✍ Margin of safety: Selalu cari margin of safety saat berinvestasi, yaitu membeli dengan harga di bawah nilai aktual aset, untuk memberikan buffer terhadap peristiwa yang tidak terduga atau penurunan pasar. Pada saat yang sama, tidak peduli seberapa percaya diri, jangan pernah bertaruh semuanya.
✍ Pembelajaran berkelanjutan: Munger menekankan pentingnya pembelajaran berkelanjutan, dan menganjurkan perspektif multidisiplin untuk memahami investasi. Mirip dengan Druckenmiller dan Dennis, ia percaya bahwa kita harus membentuk penilaian sendiri, bukan mengikuti konsensus secara buta. Dengan kata lain, mengikuti arus bukanlah tindakan yang bijak.
✍ Kualitas di atas kuantitas: Ini adalah saran favorit saya. Buffett sering menyebut "investasikan pada perusahaan unggul dengan harga wajar", bukan "investasikan pada perusahaan biasa dengan harga luar biasa". Ini juga sejalan dengan konsep Druckenmiller tentang investasi terkonsentrasi pada area high conviction.
✍ Perspektif global: Seperti yang disarankan Soros dan Templeton, perhatikan peluang global, dan tetap fleksibel beradaptasi ketika data atau lingkungan berubah.
✍ Manajemen risiko: Melindungi modal sangat penting. Saran Druckenmiller tentang tidak terlalu serakah, serta metode Dennis, keduanya menekankan pentingnya mengelola risiko secara efektif.
✍ Berpikir kontrarian: Templeton, Icahn, dan Buffett sama-sama menekankan bahwa terkadang melawan arus bisa menghasilkan potensi keuntungan, carilah nilai di tempat yang tidak dilihat orang lain.