Deepak Uppal memulai karier tradingnya pada awal 1990-an. Setelah meraih gelar MBA, ia mulai bekerja penuh waktu, sekaligus membuka akun sekuritas dan secara resmi terjun ke pasar trading. Melewati bull market internet 1999–2000 serta krisis properti 2008, siklus-siklus pasar ini membantunya mengasah dan membentuk strategi tradingnya sendiri.
Pada 2023, Deepak Uppal meraih return 259% dalam United States Investing Championship, menjadikannya salah satu trader dengan performa terbaik tahun itu.
Artikel ini akan mengungkap bagaimana Deepak membangun sistem trading berperforma tinggi ini, dan membagikan strategi tradingnya. Strategi exit berdasarkan nilai rata-rata
Membangun Sistem Trading
Setelah meraih profit signifikan di bull market namun mengalami kerugian besar di bear market, Deepak Uppal mulai membangun sistem tradingnya sendiri dengan mempelajari trader-trader hebat.
Sepanjang karier tradingnya, ia pernah mencoba opsi, saham, komoditas, dan forex, serta bereksperimen dengan berbagai timeframe, dari day trading hingga investasi jangka panjang.
Pada 2011, Deepak membaca buku William O'Neil berjudul How to Make Money in Stocks, yang membuatnya memahami jenis saham apa yang harus dicari. Tak lama kemudian, ia mendalami analisis teknikal.
Saat mempelajari metode trading Dan Zanger, ia memahami jenis saham apa yang akan mengalami kenaikan paling besar. Selanjutnya, ia membaca Trade Like a Stock Market Wizard dan Think & Trade Like a Champion karya Mark Minervini untuk lebih mengoptimalkan proses tradingnya.
Beberapa kesalahan trading yang berhasil diatasi Deepak antara lain:
✘ Tidak fokus pada saham yang tepat
✘ Tidak menggunakan stop loss
✘ Tidak memahami kondisi pasar
✘ Position sizing yang buruk
✘ Kurangnya aturan analisis teknikal yang jelas
✘ Pahami statistik trading kamu
Saat membangun sistem trading, kamu harus memahami performa data tradingmu. Profit kamu harus lebih besar daripada kerugianmu.
Berikut statistik trading Deepak pada 2023:
✍ Win rate: 50%
✍ Rata-rata profit: 3,25%
✍ Rata-rata kerugian: 2,3%
✍ Risk-reward ratio: 1,41
✍ Rata-rata durasi posisi trading profit: 6 hari
✍ Rata-rata durasi posisi trading rugi: 2 hari
✍ Total transaksi (buka-tutup posisi lengkap): 152
Meskipun rata-rata profit dan kerugian terlihat tidak terlalu besar, Deepak memperbesar return melalui konsentrasi posisi dan penggunaan margin. Namun, ia hanya menggunakan margin dan posisi terkonsentrasi saat kondisi pasar mendukung.
Memahami Kondisi Pasar
Saat Deepak membandingkan kurva equity-nya dengan indeks QQQ, ia menemukan beberapa pola penting:
✔ Saat pasar dalam tren naik yang kuat, performanya sangat luar biasa.
✔ Saat pasar dalam tren turun, ia cenderung mengalami kerugian.
Dengan menggambar trendline, ia bisa menentukan arah pasar secara keseluruhan, tapi yang lebih penting, ia mengandalkan feedback dari tradingnya terkini.
Jika ia beli breakout dan harga terus naik, ia akan menambah posisi dan membiarkan profit terus berkembang. Jika trading mulai gagal, ia akan mengurangi posisi dan lebih cepat stop loss.
Gaya Trading Deepak
Gaya trading sangat bervariasi, dari investasi jangka panjang (memegang posisi berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun) hingga day trading (buka-tutup posisi di hari yang sama).
Kamu tidak bisa sekadar meniru orang lain—gaya trading harus sesuai dengan kepribadianmu.
Setelah berkali-kali mencoba berbagai timeframe, Deepak menemukan bahwa swing trading paling cocok untuknya.
Ia biasanya memegang posisi beberapa hari hingga sekitar dua minggu, menangkap pergerakan harga cepat sekaligus menghindari drawdown berlebihan setelah tren berakhir.
Kendalikan Apa yang Bisa Kamu Kendalikan
Proses trading Deepak berpusat pada tiga faktor yang bisa dikendalikan:
✔ Pemilihan saham: saham apa yang dibeli
✔ Beli: kapan beli, berapa banyak
✔ Jual: kapan jual, berapa banyak
Volatilitas pasar tidak bisa dikendalikan. Memahami hal ini membuatmu bisa menilai kesehatan pasar dengan lebih objektif.
Trade review setelah trading membantumu menilai apakah sistem sudah selaras dengan kondisi pasar.
Saat trade review, tanyakan pada diri sendiri:
✔ Jika tidak trading saat tren turun, bagaimana performaku?
✔ Jika aku stop loss lebih awal, bagaimana hasilnya?
Manfaatkan feedback loop ini untuk terus berkembang.
Kriteria Screening Saham
Kriteria-kriteria ini sebagian besar berasal dari mentor-mentornya:
✍ Saham dalam tren naik (MA 50 > MA 200)
✍ Relative strength kuat
✍ Harga saham di atas $75 (sekitar Rp1,2 juta)
✍ Sektor growth (teknologi, semikonduktor, retail, leveraged ETF)
✍ ATR lebih dari 5%
✍ Laba perusahaan positif
Screening yang ketat membuatmu fokus pada instrumen inti dan menghindari gangguan noise yang tidak relevan.
Strategi Beli
Deepak memperhatikan pola konsolidasi tradisional seperti cup and handle dan bull flag, sekaligus fokus pada konsolidasi saham kuat setelah pullback ke support.
Kondisi pasar harus mendukung. Deepak memantau indeks VIX, put/call ratio, breadth indicator saham di atas MA 200, serta indikator proprietary perusahaan lainnya.
Pada fase bull market, ia akan mengonsentrasikan posisi dan menggunakan margin, sekaligus menempatkan stop loss di bawah support kunci.
Strategi Exit Berdasarkan Nilai Rata-rata
Risiko maksimal Deepak dalam satu transaksi adalah 1% dari total equity akun, tapi biasanya ia mengontrol risiko aktual di level yang lebih rendah. Prinsip exit-nya adalah mempertahankan risk-reward ratio 3:1.
Saat risk-reward ratio mencapai 3R, ia akan eksekusi exit.
Contohnya, jika saat entry kerugian yang diizinkan per saham adalah $2 (sekitar Rp32.000), maka saat saham naik $6 (sekitar Rp96.000), ia akan take profit.
Seperti yang disebutkan sebelumnya, kamu harus memahami data rata-rata tradingmu. Jika profit suatu transaksi lebih tinggi dari nilai R rata-rata historisnya, ia juga akan memilih take profit. Strategi exit lainnya meliputi: saat pergerakan saham mulai menunjukkan anomali, atau saat pasar secara keseluruhan sudah terlalu extended.
Kamu selalu bisa beli kembali nanti. Kadang perlu keluar-masuk posisi berulang kali di sekitar area breakout, dengan cara menambah posisi secara bertahap hingga mencapai ukuran penuh.
Kamu selalu bisa beli kembali. Kadang perlu keluar-masuk secara bertahap di sekitar area breakout, membangun posisi penuh secara perlahan.
Jangan Pernah Berhenti Belajar
Meskipun sukses di pasar saham, Deepak tetap mendorong kemajuan berkelanjutan. Pasar selalu punya hal baru untuk dipelajari, dan selalu ada cara untuk mengoptimalkan tradingmu.
Trade review secara rutin terhadap transaksi masa lalu membantumu menemukan peluang meningkatkan profit melalui penjualan bertahap saat momentum kuat dan kepatuhan ketat pada risk-reward ratio. Sekaligus, identifikasi situasi yang menghasilkan kerugian besar dan optimalkan strategi untuk mengurangi frustrasi di masa depan.
Waktu dan pengalaman akan secara bertahap membangun kepercayaan dirimu, sehingga meningkatkan eksekusi trading. Di masa ketidakpastian, mulailah dari posisi kecil dan biarkan saham atau pasar membuktikan arahnya sendiri.
Manajemen risiko sangat penting. Saat pasar tidak mendukung, jangan memaksakan diri untuk mencoba cepat cuan.
Ikuti proses tradingmu, percayalah pada dirimu sendiri.