Saya yakin sebagian besar trader sudah familiar dengan pola bullish candle, seperti:
Hammer
Bullish Engulfing
Morning Star
Baik kamu trading saham, forex, atau crypto, kita akan fokus pada bagaimana menggunakan pola bullish candle untuk membuat strategi trading sendiri dan bagaimana menerapkannya di lapangan.
Mari kita cari tahu dulu prinsip sebenarnya di balik pola bullish candle ini.
Kebenaran di Balik Pola Bullish Candle
Sebelum kita menyelami konsep teknis dan strategi di artikel ini, kamu harus paham dulu prinsip kebenaran di baliknya.
Faktanya, pola bullish candle pada dasarnya adalah chart pattern pada timeframe yang lebih rendah.
Kenapa ini penting?
Ini alasannya:
Banyak trader mungkin terlalu fokus pada pola candle tertentu sebelum masuk trading.
"Aduh, saya harus tunggu pola bullish engulfing dulu, baru boleh entry."
"Pola morning star? Hmm, saya lebih baik tunggu hammer saja."
Selain itu, pola bullish candle bisa tidak beraturan.
Pada timeframe yang lebih rendah, grafik bisa menampilkan double bottom...
Bagaimana kamu menggunakannya?
Cara Menemukan Pola Bullish Candle Probabilitas Tinggi untuk Trading
Untuk bisa memiliki strategi trading yang lengkap atau bisnis trading yang matang, penting untuk menentukan tiga hal berikut:
Metode trading
Setup trading
Manajemen trading
Pola bullish candle dimaksudkan untuk digunakan dalam menentukan waktu entry dan exit trading.
Di sisi lain, jika kamu terlalu banyak menghabiskan waktu mempelajari entry dan exit, tapi tidak tahu siapa dirimu sebagai trader...
Maka, seberapa tinggi pun probabilitas bullish dari pola candle-mu, kamu bisa berharap hasil yang tidak konsisten.
Artinya, pola bullish candle seharusnya hanya sebagian kecil dari persamaan, dan tidak boleh ditradingkan secara terisolasi.
Jadi, mari kita pelajari cara trading pola bullish candle dari atas ke bawah.
1. Metode Trading
Metode trading adalah langkah pertama yang krusial untuk mencapai konsistensi dalam hal apa yang ingin kamu dapatkan dari pasar.
Jadi, jika kamu tipe orang yang ingin menangkap satu gelombang pergerakan atau trader yang suka target tetap...
Maka swing trading mungkin cocok untukmu.
Di sisi lain, jika kamu tipe trader yang ingin menangkap tren jangka panjang dan suka trailing stop...
Maka trend following mungkin cocok untukmu.
Meskipun begitu, tidak ada metode trading "terbaik" di dunia, tapi ada metode trading yang paling cocok untukmu.
Jadi, kamu mungkin bertanya: bagaimana tahu yang terbaik?
Tentu saja, ini butuh banyak percobaan!
Hanya dengan mengetahui apa yang tidak kamu inginkan, kamu baru bisa tahu apa yang benar-benar kamu inginkan!
Ini butuh waktu dan tenaga, tapi itulah inti dari trading — sebuah perjalanan.
2. Setup Trading
Baik kamu menggunakan indikator atau alat lain untuk masuk trading, biasanya hanya bermuara pada dua hal ini:
Setup pullback
Setup breakout
Trading breakout berarti kamu sedang mencari konfirmasi.
Di sisi lain, beli saat pullback berarti kamu menunggu harga yang tepat muncul sebelum melakukan trading.
Ini seperti menunggu harga bensin turun, baru kemudian mengisi tangki penuh!
Tidak ada satu strategi atau chart pattern pun yang bisa selalu berhasil!
Jadi, kamu harus menimbang kelebihan dan kekurangan ini sebelum memutuskan setup trading mana yang akan digunakan.
3. Manajemen Trading
Menentukan bagaimana menggunakan pola bullish candle sebagai entry akan tergantung pada setup trading-mu.
Sebagai contoh:
Jika kamu trading breakout, maka pastikan candle saat breakout bullish dibandingkan candle sebelumnya.
Kamu bisa bilang candle di gambar di atas adalah variasi dari pola "Three White Soldiers". Tapi poin utamanya di sini adalah candle breakout ketiga lebih menonjol dibanding candle lainnya!
Jika kamu trading pullback, konsep ini bahkan lebih penting lagi.
Karena jika kamu mau trading di titik rendah, kamu berharap pola bullish candle muncul sebelum melakukan trading.
Pola bullish candle tidak boleh ditradingkan secara terisolasi, karena pola bullish candle itu sendiri bukanlah strategi yang lengkap.
Kamu mungkin sekarang berpikir:
"Oke, jadi kalau pola bullish candle sendiri bukan strategi, coba tunjukkan satu strategi kepadaku!"
Jangan khawatir.
Saya akan bagikan beberapa strategi lengkap yang menggunakan pola bullish candle di bawah ini.
Strategi #1: Trend Following di Pasar Saham
Saya yakin kamu tahu ada ribuan saham di luar sana — itulah kenapa untuk menyaring saham "berkualitas", kamu harus menggunakan screener seperti finviz.
Sekilas, ini seperti masuk ke kokpit pesawat, tapi tidak tahu tombol mana yang harus ditekan.
Tapi kuncinya di sini adalah memahami apa metode trading-mu, lalu pilih parameter relevan yang sesuai dengan tujuan metode trading-mu.
Dalam kasus ini, kita akan mencari saham yang sudah berkinerja baik, sekaligus memiliki volume dan ruang pertumbuhan yang baik (small cap)...
Selanjutnya yang harus kamu lakukan adalah mencari setup pada 10 saham teratas di daftar, dan prioritaskan saham yang sejauh ini berkinerja terbaik.
Jadi kamu mungkin bertanya, apa setup-nya?
Jika kamu seorang trend follower, pertimbangkan menggunakan setup breakout entry.
Strategi #2: Swing Trading di Pasar Forex
Dibandingkan dengan pasar saham...
Kita tidak bisa hanya menggunakan screener, karena pair mata uang mungkin kurang dari 100 pair.
Sebagai gantinya, kita akan menggunakan currency strength meter.
Bagaimana cara menggunakannya?
Sederhana, pasangkan yang terkuat dan terlemah, lalu trading!
Jika kamu seorang swing trader di pasar forex, kamu mungkin pertimbangkan menunggu harga mencapai area value tertentu.
Strategi #3: Trend Following di Pasar Crypto
Dengan kecepatan seperti ini, hampir semua jenis cryptocurrency baru bermunculan di pasar crypto.
Sayangnya, mereka terus di-hype dan akhirnya menjadi scam, seperti pump and dump!
Bagaimana kamu menghindari ini?
Sederhana, fokus pada 20 cryptocurrency dengan market cap tertinggi.
Semakin lama cryptocurrency sudah ada, semakin tinggi kepercayaan dan keyakinan investor terhadap cryptocurrency tersebut.
Untuk setup-nya, karena pasar crypto cenderung bergerak naik... menjadi trend follower bisa menguntungkan.
Yang terpenting, pasar crypto cenderung bergerak cepat, jadi menggunakan trailing stop moving average 20 periode bisa menguntungkan.
Disclaimer
Sekarang, saya sudah bagikan beberapa strategi kepadamu.
Jadi, saya harus tegaskan bahwa sebelum mempertimbangkan trading salah satu strategi ini dengan uang sungguhan, kamu harus melakukan backtest dan paper trading terlebih dahulu.
Terakhir, hal penting lain yang perlu dipertimbangkan adalah manajemen risiko, karena ini bisa menentukan apakah kamu bisa bertahan lama di trading!
Kesimpulan
Pola bullish candle pada dasarnya adalah chart pattern pada timeframe yang lebih rendah, dan terkadang bisa tidak beraturan.
Selain itu, pola bullish candle adalah alat yang powerful saat masuk trading, karena menempatkanmu di sisi kanan momentum.
Namun... pola bullish candle tidak boleh digunakan secara terisolasi, dan harus dikombinasikan dengan faktor lain seperti price action.