Linda Bradford Raschke adalah trader sukses dengan pengalaman luar biasa. Yuk, lihat strategi apa saja yang dia gunakan! Untuk menjadi trader sukses, kamu tidak hanya perlu kesabaran dan semangat pantang menyerah dalam trading forex demi mencapai profit ideal, tapi juga butuh strategi yang tepat agar hasilnya maksimal.
Trader harus terus mencari dan mencoba berbagai strategi trading sampai menemukan yang paling cocok untuk dirinya sendiri. Tidak ada salahnya juga meniru strategi dari trader terkenal yang sudah berpengalaman di dunia trading.
Salah satu trader yang terkenal dengan "strategi juara"-nya adalah Linda Bradford Raschke. Trader super wanita ini punya tiga strategi trading yang bisa kamu buktikan sendiri:
◍ Strategi 80-20: Strategi short-term/day trading yang ide intinya adalah mengamati pola kandil harian tertentu untuk memprediksi peluang reversal pasar keesokan harinya.
◍ Strategi Turtle Soup (Sup Kura-kura): Strategi anti-breakout yang terutama digunakan untuk trading jangka menengah dan pendek. Ide intinya adalah memanfaatkan peluang saat pasar false breakout lalu harga kembali ke dalam range.
◍ Strategi Anti-Trading: Strategi trading yang "menangkap akhir koreksi secara counter-trend, lalu mengikuti kelanjutan tren", tapi bukan berarti melawan tren secara membabi buta, melainkan masuk di titik awal kelanjutan tren dengan aturan yang jelas.
Tapi sebelum itu, mari kita kenalan dulu dengan Linda Bradford ini.
Siapa Linda Raschke?
Linda Raschke adalah trader sukses, penulis, edukator, sekaligus Presiden LBR Group—grup perusahaan yang fokus di bidang investasi. Dia memulai karier tradingnya pada tahun 1981, saat itu sebagai anggota Pacific Coast Stock Exchange dan Philadelphia Stock Exchange.
Pada tahun 1992, Linda menjadi CTA (Commodity Trading Advisor) terdaftar. Setelah bekerja di beberapa perusahaan hedge fund selama bertahun-tahun, pada tahun 2002 Linda Raschke mendirikan hedge fund-nya sendiri dan menjabat sebagai CPO (Commodity Pool Operator).
Selain itu, Linda juga seorang penulis yang telah menerbitkan banyak buku, seperti "Trading Sardines" yang diterbitkan oleh Daughters Press pada Januari 2019, serta "Street Smarts: High Probability Trading Strategies for the Futures and Equities Markets" yang ditulis bersama Laurence A. Connors.
Dia juga diundang berbicara di berbagai acara dan mengajar untuk banyak lembaga otoritatif yang diakui secara global, termasuk: Managed Futures Association, American Association of Professional Technical Analysts, dan International Federation of Technical Analysts.
Linda Raschke dikenal karena keahliannya menggunakan analisis teknikal. Menurutnya, analisis teknikal adalah kunci kesuksesan. Linda trading kontrak futures S&P 500, dan berhasil menerapkan sistem tradingnya ke pasar forex dan komoditas.
Gaya Investasi
Linda Bradford Raschke adalah momentum trader. Dia menganjurkan beli pada pullback pertama setelah harga mencetak high baru, dan jual pada rebound pertama setelah harga mencetak low baru.
Selain itu, menurutnya jam pertama dan jam terakhir hari trading memberikan petunjuk penting tentang arah pasar.
"Jam terakhir trading sering kali mencerminkan tren yang sebenarnya. Smart money akan menunjukkan aksinya di jam terakhir, terus menyesuaikan posisi untuk mendapatkan posisi yang menguntungkan. Selama pasar terus menunjukkan penutupan yang kuat, tren naik bisa diperkirakan akan berlanjut. Sinyal paling mungkin bahwa tren naik akan berakhir adalah—munculnya kenaikan di awal sesi, lalu penutupan yang lemah."
"Volume tinggi saat penutupan berarti harga di awal sesi keesokan harinya akan melanjutkan arah setengah jam terakhir."
Menurut Linda, "Jam pertama membentuk kerangka trading hari itu. Jika muncul sinyal tren kuat di awal, saya akan trading secara agresif."
Dia juga berkata: "Di dunia uang, dunia yang dibentuk oleh perilaku manusia, tidak ada yang bisa benar-benar memprediksi masa depan. Ingat kata ini—tidak ada seorang pun. Karena itu, trader sukses tidak membuat keputusan berdasarkan apa yang mungkin terjadi, melainkan bereaksi terhadap apa yang benar-benar terjadi."
Selain itu, banyak trader top dunia memiliki satu kesamaan: percaya pada pembuatan trading plan dan eksekusi yang disiplin.
Linda berkata: "Saya tidak pernah khawatir rugi, karena saya selalu tahu saya akan mendapatkan uangnya kembali. Saya selalu tahu, apa pun yang terjadi, saya bisa masuk ke pasar mana pun, trading dengan jumlah modal berapa pun."
Strategi #1 Strategi 80-20
Strategi ini bisa dibilang sederhana dan mudah digunakan, karena tidak bergantung pada indikator apa pun, cocok untuk short-term dan day trading. Pada dasarnya, strategi ini mengandalkan "false breakout" dari range. Dasar strateginya adalah pola kandil harian tertentu, terutama kandil dengan body panjang (proporsi ≥ 80%) dan shadow pendek (≤ 20%).
Sesuai namanya, jika body kandil mencapai 80% atau lebih, sementara shadow hanya 20% atau kurang, kandil seperti ini dianggap memberikan sinyal untuk trading keesokan harinya.
Linda mengatakan, dalam kondisi seperti ini, pasar sangat mungkin mengalami reversal keesokan harinya. Kandil seperti ini disebut "momentum candle".
Setelah momentum candle muncul, trader harus menunggu harga breakout dari zona 20 poin dari harga close momentum candle tersebut dalam beberapa hari berikutnya, dan membuka posisi saat harga kembali ke harga close, dengan target profit 50% dari seluruh range momentum candle.
Strategi #2 Strategi Turtle Soup (Sup Kura-kura)
Nama strategi ini merujuk pada strategi trading kura-kura yang terkenal. Pada tahun 1980-an, strategi ini diajarkan oleh Richard Dennis dan William Eckhardt kepada sekelompok trader pemula yang dikenal sebagai "Turtle Traders". Linda membalik ide strategi aslinya, dengan tujuan mengembangkan strategi short-term trading.
Strategi kura-kura yang dikembangkan Dennis dan Eckhardt adalah strategi trend following. Strategi trend following biasanya memiliki win rate rendah (<50%, biasanya sekitar 40%), tapi jumlah profit tidak hanya mampu menutupi kerugian, bahkan bisa melebihi kerugian.
Karena win rate-nya rendah, strategi trend following pasti menghasilkan banyak sinyal false breakout dan reversal jangka pendek. Linda ingin mengembangkan strategi yang bisa profit dari false breakout dan reversal jangka pendek ini. Menurutnya, ini akan menghasilkan strategi dengan win rate tinggi.
Hasil akhirnya adalah strategi "Turtle Soup", yang sebenarnya adalah strategi kura-kura terbalik.
Strategi ini cocok untuk trading jangka menengah atau panjang, dan sama sekali tidak bergantung pada indikator apa pun. Trader perlu memegang posisi selama 2–3 hari, dan beroperasi dalam range harga 20 hari. Perhitungan setiap hari dimulai dari analisis pasar.
Trader bisa menggunakan strategi ini setidaknya 3 hari setelah harga mencapai high atau low tertinggi dari range, untuk memastikan harga tidak breakout dari titik high atau low tersebut terlalu dini. Setelah harga kembali ke dalam range, order akan dibuka mengarah ke dalam range.
Untuk lebih mudah memahaminya: ketika low terendah sudah di-breakout, dan harga kembali ke dalam range pada 10 poin dari titik low range sebelumnya, kamu bisa buka posisi beli. Ketika high tertinggi di-breakout, buka posisi jual pada 10 poin ke bawah dari titik high. Semua order harus menggunakan trailing stop.
Strategi #3 Strategi Anti-Trading
Strategi ketiga Linda cocok untuk semua timeframe, memanfaatkan kelanjutan tren setelah koreksi berakhir. Berbeda dari dua strategi sebelumnya, strategi ini menggunakan stochastic indicator untuk menentukan akhir pullback dan kelanjutan tren utama.
Parameter stochastic indicator diatur ke (7,10,3). Arah tren ditentukan oleh garis osilator, garis merah menunjukkan akhir pullback. Ketika kedua garis searah, kamu bisa membuka posisi entry.
Trader perlu memperhatikan pola "Hook". Order harus dipegang selama satu hari, target profit ditetapkan pada penutupan hari itu, dan stop loss ditetapkan di bawah/atas titik tertinggi atau terendah kandil sinyal.
Kesimpulan
Tiga strategi Linda Raschke sangat cocok digunakan oleh trader pemula maupun profesional. Dari segi langkahnya, strategi-strategi ini sederhana dan jelas, hampir tidak bergantung pada indikator teknikal yang rumit. Meskipun relatif mudah, trader tetap perlu memperhatikan stop loss dan mematuhi aturan trading dengan ketat. Keunggulan lain dari ketiga strategi ini adalah bisa digunakan di timeframe apa pun, asalkan mengikuti aturannya.