"Yang perlu kamu ketahui untuk trading jauh lebih sedikit daripada yang dibayangkan kebanyakan orang." — Welles Wilder
Buku Teori Adam ini saya habiskan dalam waktu sekitar satu minggu.
Sebenarnya, cuma butuh sehari untuk membacanya, karena isi yang disampaikan buku ini sudah kita semua tahu, seperti prinsip perilaku yang sudah umum di pasar saham.
Lalu kenapa saya butuh waktu satu minggu untuk membacanya?
Teori mudah, praktik sulit. Isinya sebenarnya banyak bagian yang bikin kita merenung. Sekalian saya puji juga penerjemahnya (Lu Peiyi), menurut saya terjemahannya enak dibaca dan sangat mudah dipahami.
Kalau harus merangkum buku ini dalam satu kalimat, saya akan bilang: "Di tahap trading manapun kamu berada, pasti ada pelajaran yang bisa diambil."
Saya ajak para pembaca untuk bersama-sama memahami "Teori Adam" dalam tiga langkah!
Saya pernah baca sebuah buku yang menyebutkan, kita masuk ke pasar (saham, futures, forex, atau lainnya) untuk trading akan melewati tiga tahap:
Tahap 1: Lihat pohon, tidak lihat hutan
Tahap 2: Lihat hutan, tidak lihat pohon
Tahap 3: Lihat hutan tetap hutan
Sederhananya, saat baru masuk pasar, kita seperti anak sapi yang tidak takut macan. Merasa akan naik ya beli, merasa akan turun ya jual, hanya bisa melihat puncak gunung es dari pasar.
Misalnya setelah beberapa waktu di pasar saham, kita "dihajar" pasar beberapa kali, mulai memahami lebih banyak sisi dari investasi saham.
Lalu mulai mempelajari lebih banyak indikator teknikal dan informasi.
Setelah memahami pasar saham, kita sadar terlalu banyak informasi referensi justru menjadi noise, membuat kita bingung saat eksekusi.
Kemudian, kita belajar menyederhanakan, fokus pada wajah pasar yang paling nyata, dan mengikuti tren.
Setelah membaca buku Teori Adam ini, kamu akan memahami 3 hal:
1. Trading sebenarnya tidak serumit yang dibayangkan kebanyakan orang.
2. Jangan terlalu pedulikan terlalu banyak hal.
3. Masuk ke pasar tujuannya adalah profit, dan Teori Adam memberikan strategi trading yang jelas dan konsisten.
Apa itu Teori Adam?
Buang prediksi, fokus pada pergerakan "saat ini".
"Teori Adam" adalah teori yang dipelajari oleh master analisis teknikal Wall Street, Welles Wilder (John Welles Wilder Jr.), dengan biaya $1 juta (sekitar Rp16 miliar). Orang yang sebenarnya mengembangkan teori ini adalah Jim Sloman, dia juga penemu "Teori Delta".
"Teori Adam" hanya fokus pada satu hal, yaitu apa prinsip dasar untuk profit di pasar?
Dengan kata lain, Teori Adam mempelajari "untuk profit di pasar, kamu harus——."
"Teori Adam" melalui yang disebut Second Reflection Chart, menunjukkan kepada trader (investor) jalur pergerakan pasar yang paling mungkin terjadi di masa depan.
(Untuk tren, Teori Adam mengajukan penjelasan simetri, pemetaan diagonal disebut Double reflection, kekuatannya lebih besar dari Single reflection, dan dalam penjelasan selanjutnya diyakini bahwa semakin baik kedua karakteristik berikut dalam hal simetri (yang juga menjelaskan mengapa tidak ideal ketika diterapkan pada titik breakout).)
Dengan begitu, trader bisa menggunakan pergerakan Second Reflection Chart untuk menentukan apakah akan entry atau tidak.
Bagaimana cara menggunakan Teori Adam untuk trading?
Teori Adam fokus pada "esensi" pasar, karena esensi tidak akan pernah berubah.
Namun, esensi seperti ini. Hanya ketika seseorang bisa "sinkron" dengan pasar, barulah bisa memahami rahasianya.
Kenapa "sinkron" begitu penting?
Karena arti sinkron adalah, seiring "pasar" terus berubah, tapi prinsip dasarnya tetap tidak berubah (yang biasa kita sebut "konsistensi").
Baik, setelah memahami esensi ini, mari kita lihat bagaimana menggunakan Teori Adam.
Langkah #1: Gambar Second Reflection Chart (Double Reflection Chart)
Teori Adam berpendapat, "Second Reflection Chart" adalah cara pasar memprediksi pergerakan dirinya sendiri yang paling mungkin terjadi di masa depan.
Akurasi Second Reflection Chart sangat terkait dengan dua faktor.
1. Semakin dekat dengan sekarang, semakin akurat.
2. Kecepatan pergerakan harga, ketika harga naik atau turun dengan cepat dalam waktu singkat, semakin akurat.
Bagaimana cara menggambar Second Reflection Chart?
Berikut penjelasan sederhananya, untuk cara menggambar lebih detail ada di buku.
Pertama, gambarlah empat kuadran.
Lalu, tumpuk grafik kandil kita di atasnya, dan sejajarkan kandil terbaru dengan titik pusat grafik kuadran.
Terakhir, petakan setiap kandil di sisi kiri titik pusat ke garis diagonal di sisi kanan.
Dengan begitu, kita mendapatkan "Second Reflection Chart" yang merupakan prediksi pasar terhadap pergerakan dirinya sendiri di masa depan.
Merasa rumit? Sebenarnya ada cara yang lebih sederhana! Hanya dengan tiga langkah mudah untuk menyelesaikan Second Reflection Chart.
Siapkan kertas kalkir, jiplak grafik kandil ke kertas kalkir.
Pertama balik kertas kalkir ke kanan.
Pegang bagian bawah kertas kalkir, balik dari bawah ke atas.
Lalu, tutup kandil pertama (paling kiri) di kertas kalkir dengan kandil terbaru (paling kanan) di grafik.
Selanjutnya, cukup gambar kandil terbaru ke kertas kalkir setiap hari, ulangi langkah di atas, dan kamu akan mendapatkan Second Reflection Chart terbaru.
Langkah #2: Ikuti Second Reflection Chart sepenuhnya
Bagaimana kita menggunakan Second Reflection Chart untuk trading?
Sangat mudah! Karena Second Reflection Chart adalah hasil prediksi "pasar" terhadap pergerakan dirinya selanjutnya.
Jadi cukup lihat Second Reflection Chart, dan tanyakan pada diri sendiri: "Apakah saya ingin entry?"
◔ Jika Second Reflection Chart memberitahu bahwa pasar memprediksi dirinya akan "terus naik", maka entry long.
◔ Jika Second Reflection Chart memberitahu bahwa pasar memprediksi dirinya akan "terus turun", maka entry short.
◔ Jika Second Reflection Chart memberitahu bahwa pasar memprediksi dirinya akan "terus konsolidasi", maka berhenti trading.
Teori Adam sesederhana itu, tidak perlu terlalu banyak menafsirkan pasar, sepenuhnya ikuti "kehendak" pasar!
Langkah #3: Tiga sinyal entry yang diperhatikan Teori Adam
Selain Second Reflection Chart, kita juga bisa menggunakan tiga sinyal entry berikut untuk meningkatkan win rate trading.
Breakout
Ini berarti harga sudah breakout dari beberapa swing high atau titik resistance sebelumnya di grafik. Jika short, berarti harga sudah menembus ke bawah beberapa swing low atau titik support sebelumnya di grafik.
Perubahan tren
Harga sudah mematahkan tren naik atau turun jangka panjang, dan jelas bergerak ke arah tren baru.
Gap naik atau turun
Gap adalah bentuk pernyataan terkuat dalam analisis teknikal, jika harga sudah konsolidasi untuk beberapa waktu, tiba-tiba gap ke atas/bawah, menandakan harga sudah bangun, siap bergerak ke arah tren baru.
Menggabungkan ketiga sinyal di atas, jika terjadi bersamaan berarti arah tren semakin jelas, dan tingkat keberhasilan juga semakin tinggi.
Teori Adam bukan tentang menangkap titik reversal, tapi menangkap titik breakout.
Trader yang hebat pandai menguasai arah dan durasi bukan titik balik, Teori Adam tidak akan pernah bisa menangkap puncak dan dasar, hanya peduli menangkap tren di antara keduanya.
Ringkasan poin penting Teori Adam
1. Trading sebenarnya tidak serumit yang dibayangkan kebanyakan orang, jangan terlalu pedulikan terlalu banyak hal
Di buku ini dibagikan kisah "Mr. Benar" dan anaknya yang berusia lima tahun, sangat menggugah, saya bagikan kepada kalian.
Suatu hari, "Mr. Benar" memprediksi bahwa pasar pasti akan naik. Jadi, dia mulai membangun banyak posisi long.
Tapi, pasar selalu tidak sesuai harapan.
Tepat setelah "Mr. Benar" membangun banyak posisi long, pasar malah mulai turun.
Awalnya, "Mr. Benar" masih tenang, percaya pasar akan segera naik. Tapi seiring pasar terus turun, dia mulai khawatir, dan menjadi murung...
Saat itu, putrinya yang berusia lima tahun membuka pintu kamar, dan dengan khawatir bertanya ada apa?
Mr. Benar berkata: "Tidak apa-apa, sayang. Pasar seharusnya naik, tapi terus turun."
Putri berusia lima tahun: "Garis di layar ini adalah pasar ya, Ayah?"
Mr. Benar: "Betul."
Putri berusia lima tahun menghampiri dan menatap layar. Lalu berkata: "Ayah, aku sama sekali tidak mengerti pasar, tapi sepertinya terus turun."
Mr. Benar dengan tenang berkata: "Jangan khawatir, sayang. Strategi bilang pasar seharusnya naik."
Putri berusia lima tahun melihat sebentar lagi... dengan khawatir berkata: "Ayah, aku tidak mengerti yang Ayah bilang, aku tidak mengerti pasar juga tidak mengerti strategi. Tapi sepertinya sedang turun, kan?"
Saat itu, "Mr. Benar" terdiam.
Dan bertanya kepada putrinya: "Kamu tadi bilang apa, bisa ulangi? Sekarang?"
Putri berusia lima tahun: "Ya sekarang! Ayah, pasar sepertinya sedang turun, apa aku salah bicara?"
"Mr. Benar" baru tersadar! Dia stop loss semua posisi long-nya, dan mulai short besar-besaran.
Sejak saat itu, "Mr. Benar" benar-benar berubah total.
Dia tidak hanya mendapatkan banyak kekayaan, tapi juga punya lebih banyak waktu untuk bersama keluarga. Karena, dia akhirnya memahami esensi "pasar", yaitu "saat ini".
Kisah ini diambil dari sudut pandang anak berusia lima tahun yang tidak mengerti grafik, tapi bisa dengan mudah melihat tren grafik saat ini.
Mengeluarkan pentingnya "mengikuti tren", seperti tersiram air dingin yang menyadarkan.
Mungkin, tidak ada indikator teknikal di dunia ini yang bisa memprediksi harga dengan tepat, mencoba menebak puncak dan dasar dengan dugaan, lebih baik ikuti tren grafik.
Inilah cara trading profit yang menakjubkan.
2. Adam bukan segalanya, stop loss tepat waktu, profit berkelanjutan
Stop loss tepat waktu, profit berkelanjutan.
Ingatlah, tidak ada strategi yang sempurna, ketika pergerakan tidak sesuai strategi, stop loss hanyalah hasil yang tak terhindarkan.
◒ Saat trading, hanya ada satu kesalahan yang tidak bisa dimaafkan, yaitu: membiarkan kerugian kecil menjadi kerugian besar.
◒ "Sifat manusia" cenderung disiplin di awal, tapi kemudian lengah, ini adalah titik lemah fatal dalam trading di pasar.
◒ Di pasar, cukup satu kali kesalahan, equity akun bisa terpotong setengah, bahkan habis total.
◒ Batas bawah investasi trading adalah: "Jangan khawatirkan posisi yang profit. Yang perlu dikhawatirkan adalah posisi yang rugi."
◒ Selama kamu mengelola posisi yang rugi dengan baik, posisi yang profit akan otomatis menghasilkan uang untukmu.
3. Jangan menunggu pullback untuk entry, ini hanya akan membuatmu menunggu di luar "tren"
Konsep salah trader: "Pasar sudah naik terlalu tinggi, sekarang sudah telat masuk, jadi terus menunggu tren pasar berbalik".
Menunggu pasar pullback, hanya akan membuat kita menunggu di luar tren, melewatkan kereta. Karena ketika tren datang, kedalaman retracement sangat kecil.
Selain itu, ketika kamu akhirnya menunggu pasar pullback, bersiap masuk, kamu akan sadar pasar sudah berbalik, tren turun. Dan penumpang yang sudah naik dari awal, justru turun di saat ini.
Sadar tidak? Kamu selalu melawan tren; sedangkan trader yang cerdas, selalu mengikuti tren, mengikuti arus.
Kesimpulan
"Adam" adalah manusia pertama yang diciptakan Tuhan dalam kitab Kejadian di Alkitab, melambangkan asal-usul manusia. Teori ini dinamai Adam, maknanya adalah, ini adalah cara profit yang paling murni, paling sederhana, dan paling mudah dilakukan.
Teori Adam, berbicara tentang "trading mengikuti tren". Ini menuntut trader/investor, untuk bersikap rendah hati, selaras dengan pergerakan grafik. Jangan coba menebak puncak dan dasar, cukup ikuti arah pergerakan grafik.
Mungkin kamu pernah dengar Teori Adam, tapi tidak tahu apa itu.
Mungkin pernah dengar orang lain profit berapa banyak dari Teori Adam, dan sangat ingin tahu bagaimana teori ini digunakan.
Bagi saya, hasil terbesar setelah membaca Teori Adam, bukanlah menguasai teori senilai $1 juta (sekitar Rp16 miliar) ini.
Poin pentingnya adalah, melalui Teori Adam, mengenali kembali esensi trading, hal yang paling jelas, tapi "diabaikan" oleh semua trader.