Dulu, analisis teknikal selalu dikategorikan sebagai ilmu klenik seperti astrologi, ramalan garis tangan, dan fortune cookie. Nggak ada yang benar-benar percaya apakah itu berguna.
Siapa pun yang menggunakan analisis teknikal dianggap bodoh. Tapi sekarang, industri trading telah sepenuhnya membalikkan pandangan itu. Hanya mereka yang tidak menggunakan analisis teknikal yang dianggap bodoh.
Analisis teknikal, seperti price action, sekarang sudah "menguasai" industri trading finansial. Sebagian besar trader menganggap analisis teknikal sebagai "keyakinan trading" mereka. Mereka sangat bergantung padanya, kalau tidak, sungguh sulit untuk membuat keputusan trading dengan percaya diri.
Analisis teknikal menjadi begitu populer sehingga trader menjadikan price action sebagai self-fulfilling prophecy. Bahkan banyak trader yang hampir tidak menggunakan fundamental atau data ekonomi pun harus melihat grafik lalu melakukan analisis price action untuk memastikan keputusan trading mereka masuk akal.
Jika kamu adalah trader aktif, ketika kamu benar-benar ingin melatih skill untuk lebih menguasai grafik, pada akhirnya kamu akan perlu mempelajari price action. Ini tidak bisa dihindari.
Ingat, di industri trading yang kompetitif dan penuh risiko ini, jangan pernah mengabaikan pembelajaran analisis teknikal.
Berikut ini Forexpress & akun publik "Trader Says" menyajikan metode analisis price action yang sangat detail dan komprehensif. Saya yakin panduan analisis teknikal yang lengkap ini pasti akan membuat matamu terbuka lebar.
Apa itu price action trading?
Price action trading adalah topik hangat di dunia trading. Banyak orang ingin mempelajari metode analisis berharga ini untuk memahami pasar secara mendalam. Alasannya sederhana: ini sangat berguna!
Sederhananya, "Price Action" berarti analisis pergerakan harga. Ini adalah darah dan jiwa pasar, tulang punggung analisis teknikal, sehingga menjadi mata kuliah wajib bagi banyak trader.
Sebagian besar grafik yang digunakan dalam trading menampilkan pergerakan harga dan waktu secara visual, dengan sumbu y adalah harga dan sumbu x adalah waktu.
Anggap pergerakan harga sebagai bahasa pasar. Begitu kamu belajar membaca grafik dan bisa menginterpretasikan pergerakan harga di grafik, pasar akan terbentang di depan matamu seperti panorama. Kamu akan bertanya-tanya bagaimana kamu bisa trading sebelumnya tanpa menggunakan analisis teknikal.
Sebagai penganut analisis price action, kamu juga perlu menganalisis price action pasar saat ini dan membandingkannya dengan pergerakan masa lalu. Perbandingan antara "yang sedang terjadi sekarang" dan "pergerakan harga historis" bisa memberimu kemampuan yang lebih baik untuk memprediksi pergerakan harga di masa depan.
Metode ini berhasil karena price action yang sama terus muncul berulang kali, bahkan reaksi serupa yang dihasilkannya pun berulang. Mempelajari pola ini, dikombinasikan dengan analisis grafik dasar, bisa membuat kita menguasai keunggulan statistik dalam permainan trading.
Pada akhirnya, keunggulan seorang price action trader adalah apakah kamu pandai menemukan pergerakan harga yang berulang dan menemukan kondisi apa yang memunculkan pergerakan yang sama.
Perbedaan antara pergerakan berulang ini sama jelasnya seperti siang dan malam, sehingga bisa membantumu memprediksi pergerakan harga di masa depan dengan lebih akurat. Dengan begitu kamu bisa membangun posisi lebih awal. Price action seperti ini ibarat "peringatan burung yang bangun lebih awal".
Psikologi di balik candlestick
Mungkin kamu tidak pernah berpikir harus menjadi ahli psikologi? Tapi di industri ini, kamu perlu menggunakan psikologi secara efektif untuk membantumu sukses.
Pertama, kamu harus terus melakukan analisis psikologis terhadap dirimu sendiri, lalu menghindari segala perilaku trading yang merusak diri sendiri. Tapi ini baru puncak gunung es……
Tidak banyak trader yang menyadari hal ini, tapi ketika kamu melihat grafik harga, sebenarnya kamu sedang mencoba mengintip psikologi pasar.
Kenapa begitu?
Satu candlestick sebenarnya menampilkan pandangan kolektif semua partisipan pasar dalam bentuk visual. Candlestick mengandung emosi, preferensi, dan konflik setiap orang di pasar dalam periode waktu tertentu.
Trader pemula mungkin melihat pasar sebagai teka-teki teknis atau matematis semata, tapi seiring pemahaman mereka tentang pasar semakin dalam, mereka akan mulai menyadari bahwa pasar finansial pada dasarnya adalah medan pertempuran psikologis raksasa.
Candlestick sederhana mencerminkan pandangan dan ekspektasi setiap orang tentang pergerakan harga di masa depan.
Ada "efek massa" di pasar yang memungkinkan pergerakan yang sama atau serupa terus berulang. Psikologi massa bisa mendorong harga mengikuti pergerakan serupa dengan sejarah dalam kondisi yang sama.
Sebagai contoh, ketika harga semakin mendekati level resistance, "massa" di pasar memprediksi akan ada titik balik, sehingga semua orang mulai menjual. Pergerakan harga pun menjadi self-fulfilling.
Semakin banyak orang yang menjual, semakin tinggi kemungkinan pergerakan harga berbalik. Ini tentu membuat trader yang menjual semakin banyak, dan siklus berlanjut. Perilaku pasar seperti ini kemungkinan besar memunculkan candlestick reversal bearish, yang juga merupakan bukti psikologi massa.
Trader mungkin berpikir bahwa berita, bank besar, dana ventura, atau pemerintah adalah dalang di balik perubahan harga pasar. Tapi kenyataannya tidak demikian. Psikologi massa di pasar adalah penyebab utama pergerakan harga. Jika kamu tidak ingin melawan arus atau tenggelam, pelajarilah grafik, prediksi reaksi massa, lalu ikuti arusnya.
Bagaimana cara profit dari pergerakan harga?
Banyak trader biasa menderita sindrom "suka yang baru, bosan yang lama". Mereka terus-menerus tertarik pada indikator terbaru karena indikator baru ini mengklaim bisa melakukan segalanya, termasuk mengungkap rahasia pasar yang "tersembunyi".
Sebagian besar trader pemula paling mudah terjebak dalam permainan mengejar indikator. Padahal indikator baru yang dilebih-lebihkan ini hanyalah cara penjual indikator untuk cepat menghasilkan uang. Jadi biasanya fungsinya buruk, sama sekali tidak bisa memberikan analisis pasar yang mendalam, apalagi menghasilkan profit jangka panjang.
Inilah mengapa sebagian besar trader perlahan-lahan muak dengan indikator. Mereka akhirnya dengan bijak memilih untuk tidak lagi bergantung pada hal eksternal, melainkan dengan tenang mempelajari price action dan melatih skill trading yang sebenarnya.
Ada juga trader yang menggunakan alat atau data lain untuk membantu pengambilan keputusan. Tapi price action adalah jalan menuju kemenangan selamanya! Ingat, semua sistem trading teknikal dan indikator memberikan data pergerakan harga yang tertunda. Mereka hanya bisa memberikan informasi tangan kedua, bahkan menyesatkan.
Membaca price action langsung dari grafik adalah cara membantumu memahami logika pasar saat ini dan membantumu memutuskan cara trading dalam sekejap.
Banyak orang di kemudian hari juga meninggalkan "strategi news trading" karena volatilitasnya terlalu besar dan sulit diprediksi. Hanya price action trading yang berbasis pada pola yang sudah teridentifikasi. Ini membuktikan pepatah: "Berdaganglah berdasarkan apa yang kamu lihat, bukan apa yang kamu percaya."
Memanfaatkan berbagai kondisi pasar
Salah satu keunggulan besar price action trader adalah kemampuan beradaptasi dengan sebagian besar kondisi pasar.
Tentu saja, tidak di semua lingkungan pasar mereka bisa trading dengan aman. Tapi setidaknya, grafik selalu bisa menyampaikan informasi pasar.
Pasar biasanya menampilkan salah satu dari 3 kondisi berikut: tren, range, dan konsolidasi.
Trending market
Trending market adalah kondisi yang paling menghasilkan profit karena ini adalah pasar yang bergerak, dan pergerakan harga = potensi profit.
Tren hanya muncul sekitar 30% dari waktu, tapi begitu muncul, kamu harus tahu cara memanfaatkan peluang ini untuk profit.
Selalu ada trader yang bertanya: "Bagaimana saya menentukan tren?" Poin kuncinya adalah:
Trending market selalu menciptakan higher high dan higher low (uptrend), atau lower high dan lower low (downtrend). Sesederhana itu;
Tren sejati terbentuk pada timeframe swing trading, misalnya 4 jam atau lebih. Jangan trading tren pada timeframe volatilitas rendah. Bahkan jika ada tren kecil mirip intraday, itu tidak benar-benar mewakili keseluruhan pergerakan besar;
Terkadang sama sekali tidak ada tren;
Uptrend: higher high dan higher low
Downtrend: lower high dan lower low
Jika pasar tidak lagi menciptakan higher low, atau lower high, maka tren sebelumnya mungkin perlahan menghilang, dan pasar mungkin akan berubah menjadi range atau konsolidasi.
Aturan emas trading adalah: beli rendah jual tinggi. Tapi di trending market, banyak trader justru sebaliknya, yaitu beli tinggi jual rendah……
Singkatnya ingatlah: "beli rendah jual tinggi." Ini memungkinkanmu memanfaatkan tren dengan baik dan menghindari tersingkir karena pullback pasar.
Ini juga sudah jadi hal klise. Jual sebisa mungkin sebelum downtrend pasar, cari peluang beli sebelum uptrend pasar.
Ranging market
Ranging market lebih mudah dipahami. Pasar jenis ini juga sering disebut "pasar sideways", karena pasar ini selalu bergerak menyamping.
Dalam struktur range selalu ada dua garis kontrol. Sederhananya, pantulan harga (oscillation) selalu berada dalam struktur range, yang juga menciptakan peluang profit bagi trader tren harga.
Ranging market seperti pertandingan tenis. Pembeli dan penjual mendorong pantulan harga, dan batas range yang dibentuk oleh support dan resistance juga sangat jelas.
Sebelum support atau resistance ditembus, pergerakan harga ini akan terus berlanjut. Begitu breakout terjadi, trending market akan perlahan terbentuk. Tapi waspadai fake breakout, ini sangat mudah menyesatkan dan banyak trader pernah rugi karenanya.
Kamu bisa melihat bagaimana fake breakout memberikan kesan yang salah kepada trader. Jangan mencoba trading breakout range secara langsung, terutama jika kamu belum cukup memahami grafik.
Peluang beli dan jual terbaik dalam ranging market adalah saat muncul sinyal reversal. Nilai berdasarkan titik reversal pada candlestick apakah "pertandingan tenis" ini akan berlanjut.
Konsolidasi market
Terkadang pasar tidak memiliki arah pergerakan yang jelas, dan saat itulah memasuki fase konsolidasi. Kadang kondisi konsolidasi sangat berbahaya dan volatil, saat itu sebaiknya hindari trading.
Ada juga fase konsolidasi yang membentuk struktur harga lebih sempit, yang bisa menjadi sinyal breakout kuat dan tren akan segera muncul. Ini disebut pola kompresi harga, kadang berbentuk wedge, kadang triangle.
Jangan mencoba trading berlawanan arah di tepi struktur. Lebih baik tunggu sampai breakout di luar struktur benar-benar jelas sebelum trading.
Yang terpenting, kamu perlu menunggu candlestick benar-benar keluar dari pola konsolidasi.
Umumnya, setelah pola konsolidasi berakhir, pergerakan harga pasti akan cukup jelas. Kamu tetap harus sangat berhati-hati terhadap fake breakout.
Banyak trader breakout agresif sangat mudah tertipu oleh kondisi fake breakout. Ini memang memalukan, dan banyak trader jadi menilai diri mereka secara negatif karenanya.