Di dunia trading, ada sebuah ungkapan menarik yang sering beredar: "Di Wall Street ada trader yang berpengalaman, ada juga trader yang agresif, tapi sangat jarang ada trader yang sekaligus berpengalaman dan agresif."
Ungkapan ini mengungkap sebuah kebenaran mendalam: keberanian dan umur panjang sering kali sulit didapatkan bersamaan. Cara trading yang agresif memang bisa memberikan return yang mengesankan dalam jangka pendek, tapi untuk bisa bertahan lama di pasar dan menjaga profit yang stabil, kita harus menerima pentingnya manajemen risiko dan strategi yang konservatif. Trader yang benar-benar bisa bertahan lama biasanya bukan yang paling agresif, melainkan yang paling memahami cara melindungi diri di tengah volatilitas dan tahu kapan harus maju serta kapan harus mundur.
Di antara agresif dan bertahan lama, Ibu Aya memilih yang kedua. Sejak memulai bisnis manajemen aset pada tahun 2018, beliau berhasil meraih return tahunan 40% sekaligus menjaga max drawdown historis tidak lebih dari 5%.
Kami berkesempatan kembali berbincang langsung dengan Ibu Aya, dan melakukan diskusi mendalam mengenai topik inti bagaimana mengendalikan drawdown secara efektif dalam trading real. Melalui wawancara ini, kami mendapatkan pemahaman yang lebih sistematis dan menyeluruh tentang pandangan unik beliau dalam manajemen risiko dan eksekusi strategi.
◎ Ibu Aya sebelumnya telah lulus banyak tantangan trader di berbagai proprietary trading platform, dengan akun tertinggi mencapai $1.000.000 (sekitar Rp16,3 miliar). Proprietary trading seperti ini memiliki persyaratan yang sangat tinggi baik untuk drawdown maupun profit. Bisakah Anda menjelaskan kondisi drawdown dan profit Anda selama beberapa tahun terakhir?
Kami mulai menjalankan bisnis manajemen aset pada tahun 2018. Ini adalah industri yang membutuhkan pembangunan dan pemeliharaan kepercayaan. Jadi sejak awal kami selalu berpegang teguh pada kesepakatan drawdown dengan klien. Secara spesifik, drawdown per transaksi tidak lebih dari 1%, drawdown harian tidak lebih dari 2%, dan target max drawdown keseluruhan akun adalah 10% atau 20% (tergantung profil risiko klien).
Tentu saja, dalam praktiknya max drawdown kami tidak pernah setinggi itu. Dalam tiga tahun terakhir, max drawdown kami terkendali di sekitar 4,2%, dengan return tahunan stabil di kisaran 40%. Meskipun hasil ini tidak bisa dibilang luar biasa, tapi ini menjamin kelangsungan hidup akun yang stabil dan pembangunan yang berkelanjutan.
◎ Untuk mencapai tingkat drawdown yang begitu rendah, upaya dan penyesuaian spesifik apa yang Anda dan tim Anda lakukan dalam proses strategi dan eksekusi?
Pertama, tidak menahan posisi rugi. Meskipun kadang bisa terjadi kerugian yang sebenarnya tidak perlu, tapi sering kali, baik manajemen aset maupun trader retail, kerugian terjadi karena menahan posisi rugi. Sudah salah tapi tidak mau mengakui, berharap dengan ditahan sebentar bisa kembali. Dalam hal ini, sekitar 70%-80% order kami diselesaikan secara intraday, dan ada sedikit order swing trading dalam seminggu, sehingga dari sudut pandang ini kami mencegah kebiasaan menahan posisi rugi.
Kedua, tidak overtrading. Semakin besar volume trading, semakin besar pula kemungkinan terjadinya kesalahan. Jadi cara kami sekarang adalah hanya melakukan trading yang memiliki keyakinan tinggi, mengurangi risiko yang tidak perlu. Sebagai contoh, dengan akun $100.000 (sekitar Rp1,63 miliar), volume trading bulanan sekitar 20-40 lot. Kami hanya fokus pada profit akun, sehingga menghindari banyak risiko yang tidak perlu.
Tentu saja, yang menurut saya paling inti adalah, Anda harus melepaskan diri dari level trading itu sendiri, dan memahami kerugian dari level yang lebih dalam. Hanya ketika Anda benar-benar menerima keberadaan kerugian dan drawdown di alam bawah sadar, Anda bisa menjaga mental yang stabil. Dengan begitu, dalam kondisi pasar atau posisi apapun, Anda bisa tetap tenang dan rileks, tidak akan kehilangan kendali emosi hanya karena satu kerugian.
◎ Bagaimana Anda memandang peran kerugian atau drawdown dalam keseluruhan sistem trading? Bagaimana posisi hubungannya dengan profit dalam pandangan Anda?
Dari sudut pandang yang lebih dalam, kerugian adalah semacam teguran dan pengingat bagi kita dari waktu ke waktu. Kita semua tahu bahwa dalam trading pasti akan terjadi kerugian, hanya soal besar kecilnya probabilitas. Jika Anda berturut-turut melakukan 10 atau 20 order yang semuanya profit, apakah order berikutnya akan tiba-tiba Anda buka dengan posisi besar? Saya yakin banyak orang tidak bisa menahan godaan ini. Tapi risiko sering kali muncul di sini, ketika Anda membuka posisi besar, mungkin saat itulah Anda mengalami kerugian, yang membuat semua usaha sebelumnya sia-sia, bahkan modal bisa terkuras.
Jadi menurut saya, kerugian adalah pengingat bagi kita, yang membuat kita sadar bahwa sistem kita tidak 100% sempurna. Membuat kita selalu menjaga rasa hormat terhadap pasar, belajar melindungi modal kita, dan tidak membiarkan trading kita lepas kendali.
Lalu bagaimana cara menghasilkan profit? Yaitu dengan mengandalkan sistem trading yang memiliki ekspektasi positif, kemudian melalui eksekusi strategi entry dan exit yang tegas. Meskipun sesekali terkena stop loss tidak masalah, kami juga tidak akan menahan posisi rugi atau mengubah trading plan secara mendadak, karena kami yakin bahwa dalam beberapa trading berikutnya, kami masih bisa mendapatkan kembali uang yang hilang.
◎ Bisakah Anda menjelaskan secara detail dari sudut pandang strategi trading, bagaimana Anda melakukan kontrol risiko dan manajemen drawdown? Termasuk desain strategi, kontrol posisi, mekanisme stop loss, dan praktik spesifik lainnya.
Manajemen risiko kami secara garis besar dapat dibagi menjadi tiga bagian: manajemen risiko strategi, manajemen risiko modal, dan manajemen risiko total yang bersifat wajib.
Untuk manajemen risiko strategi, dengan sistem intraday sebagai contoh, dalam sistem kami, kerugian bisa terjadi dalam 3 situasi:
Pertama, tidak terjadi pembalikan arah, terkena stop loss secara pasif;
Kedua, pasar berbalik arah, sebelum menyentuh titik stop loss, kami menutup posisi secara aktif untuk stop loss;
Ketiga, pasar tidak terkena stop loss secara pasif, juga tidak berbalik arah, ketika mencapai waktu keluar terakhir di hari itu, mungkin akan terjadi drawdown kecil. Demikianlah cara strategi mengendalikan drawdown.
Selanjutnya adalah manajemen risiko modal. Kami menggunakan posisi yang relatif tetap, trading dengan posisi ringan, sehingga bisa menghindari situasi di mana saat benar posisi ringan, saat periode tidak menguntungkan posisi berat, yang menyebabkan profit dan drawdown Anda tidak seimbang.
Terakhir adalah manajemen risiko total yang bersifat wajib. Kami menerapkan cara pemisahan antara penyusunan strategi dan eksekusi order. Jika strategi yang diberikan tidak sesuai dengan gaya strategi kami, atau strategi tersebut berpotensi menyebabkan drawdown yang melebihi target yang telah ditetapkan sebelumnya, maka eksekutor order berhak menolak transaksi tersebut. Ini juga menghindari situasi di mana semakin rugi semakin tidak bisa menahan tangan, sehingga trading selalu berada dalam kondisi yang terkendali.
◎ Anda menyebutkan bahwa dalam tim ada eksekutor order yang mengaudit apakah trading sesuai dengan standar strategi. Bisakah Anda menjelaskan secara detail komposisi anggota tim Anda? Dan bagaimana alur lengkap sebuah transaksi dari penyusunan rencana, konfirmasi sinyal, eksekusi order, hingga akhirnya take profit atau stop loss?
Saat ini tim terdiri dari 3 orang: saya bertanggung jawab atas kontrol strategi secara keseluruhan, ditambah satu eksekutor order dan satu pengawas risiko.
Dengan strategi day trading sebagai contoh, saat menunggu sesi London untuk menentukan arah short/long, saya akan mengirimkan trading plan di bawah sinyal tertentu terlebih dahulu (termasuk entry order sesuai aturan, pending order di titik wajib masuk, cadangan posisi untuk titik masuk ekstrem, pengaturan stop loss, alokasi posisi, dll). Eksekutor order menerima strategi tersebut, dan tidak mengeksekusi secara membabi buta. Dia harus mengkonfirmasi apakah rencana saya menyimpang dari sistem kami.
Keuntungannya adalah, kami selalu mengeksekusi sistem kami sendiri, bukan ide atau pemikiran kami sendiri. Karena pemikiran dan mental seseorang bisa berubah seiring naik turunnya profit dan loss di akun, tapi sistem Anda tidak berubah. Inilah alasan kami melakukan pembagian tugas.
Ada satu tahap lagi yaitu eksekusi manajemen risiko. Pengawas risiko akan memverifikasi titik stop loss dan posisi setiap order. Jika transaksi tersebut salah, stop loss bisa menyebabkan drawdown melebihi target hari itu, maka akan ditolak oleh pengawas risiko. Selain itu, pengawas risiko juga menangani beberapa urusan lain, seperti garis manajemen risiko wajib, serta mengatur rasio copy trading berdasarkan jumlah drawdown dari berbagai akun, apakah ada order yang terlewat, dan lain-lain.
◎ Apa yang dimaksud dengan "menentukan arah short/long" yang Anda sebutkan? Dalam trading real, melalui standar atau indikator apa Anda menentukan arah untuk short atau long?
Ini adalah langkah penting dalam sistem trading kami, terutama digunakan untuk menentukan tren harga hari itu, serta apakah hari itu sebaiknya masuk dengan posisi short atau long.