Mungkin banyak trader masih asing dengan nama ini, tetapi Monroe Trout adalah salah satu trader paling sukses dan berpengaruh di dunia. Ia secara luas dianggap sebagai pelopor trading kuantitatif dan berkontribusi besar terhadap perkembangan algoritma serta sistem trading canggih saat ini. Ia mencapai rata-rata return 67% dalam lima tahun dengan max drawdown hanya sedikit di atas 8%. Berkat risk-reward ratio yang luar biasa, performanya melampaui banyak rekan sejawatnya. Meski prestasinya gemilang, Trout tetap rendah hati dan fokus menciptakan nilai bagi kliennya.
Siapa Monroe Trout
Monroe Trout lahir pada 22 Januari 1962. Ia adalah seorang investor Amerika, manajer hedge fund, dan trader profesional yang masuk dalam buku New Market Wizards karya Jack Schwager. Namanya melambung karena berhasil mencetak profit di 69 dari 79 bulan karier tradingnya. Sebelum mendirikan perusahaannya sendiri, ia bekerja sebagai floor trader di dua bursa. Pada 1986, Trout mendirikan perusahaannya, Trout Trading. Dalam karier trading selama 25 tahun, Trout dianggap sebagai salah satu trader paling sukses di generasinya.
Karier Trading Monroe Trout
Monroe Trout mulai mengenal trading pada usia 17 tahun. Saat itu, ia bekerja di bawah trader futures bernama Vilar Kelly. Selama kuliah di Harvard University, Trout menulis enam makalah tentang prediksi harga futures dan opsi, serta menyelesaikan skripsi berjudul Price Movements in Stock Index Futures Markets. Pada 1984, Trout lulus dengan gelar sarjana ekonomi, lalu bergabung dengan NCZ Commodities, Inc. (NCZ) sebagai trader futures dan opsi. NCZ adalah perusahaan trading futures yang dijalankan oleh Victor Niederhoffer.
Selama di NCZ, Trout dengan cepat menegaskan dirinya sebagai salah satu trader terbaik dan dikenal karena kemampuannya memprediksi pergerakan harga saham secara akurat. Selama periode ini, selain mengumpulkan pengalaman trading di luar bursa, ia juga memiliki pengalaman trading langsung di lantai bursa, pernah menjadi anggota COMEX, New York Futures Exchange, dan American Stock Exchange.
Pada Juli 1986, Trout meninggalkan NCZ dan mendirikan perusahaannya sendiri, Trout Trading Company. Dalam trading, Trout jarang menggunakan stop loss dalam jumlah besar, dan lebih memilih menggunakan "psychological stop loss". Ia memasang buzzer yang akan berbunyi setiap kali order mengalami pergerakan berlawanan yang merugikan.
Filosofi Trading Kuantitatif
Pada era 1990-an, Trout memutuskan untuk fokus pada trading kuantitatif. Ketika masih menjadi trader komoditas dan futures di Chicago Board of Trade, ia mengembangkan sistem kecerdasan buatan yang menggabungkan analisis teknikal dan analisis fundamental. Dengan sistem tersebut, Trout mampu memprediksi pergerakan harga secara akurat dan meraup profit darinya.
Selain itu, sistem yang dikembangkannya sangat praktis dan berperan penting dalam membantu penciptaan sistem trading terkomputerisasi pertama. Ia juga berhasil mengembangkan berbagai algoritma dan sistem trading lainnya. Hingga kini, Trout masih aktif di dunia trading dan dianggap sebagai salah satu pelopor trading kuantitatif. Ia telah menulis banyak buku dan artikel tentang trading, salah satunya berjudul Trading for a Living: A Guide to the Art and Science of Investing and Trading, yang diterbitkan pada 2010.
Strategi dan sistem trading Trout masih digunakan banyak trader hingga saat ini, dan ia sangat dihormati di komunitas trading. Ia pensiun dari posisinya sebagai trader aktif pada usia 40 tahun, dengan estimasi kekayaan bersih lebih dari 900 juta dolar AS (sekitar Rp14,4 triliun).
Monroe Trout tentang Keunggulan Trading, Kontrol Risiko, dan Probabilitas Pasar
Dalam New Market Wizards, Trout membahas manfaat menggabungkan keunggulan trading dengan kontrol risiko:
"Pastikan kamu memiliki keunggulan trading, dan pahami apa keunggulanmu. Ikuti aturan kontrol risiko yang ketat. ... Pada akhirnya, untuk menghasilkan uang, kamu perlu memiliki keunggulan trading dan menerapkan money management yang baik. Money management saja tidak bisa meningkatkan keunggulan tradingmu. Jika sistemmu buruk, seberapa pun efektifnya aturan money management, kamu tetap akan rugi. Tetapi jika metode tradingmu profitable, maka money management dapat menentukan apakah kamu sukses atau gagal."
Ia juga menyebutkan bahwa pasar tidak mengikuti distribusi normal:
"Jika kamu mengasumsikan perubahan harga terdistribusi normal, maka hari-hari dengan volatilitas tinggi seperti Oktober 1987 dan 1989 hampir mustahil terjadi. Namun, kenyataannya tidak demikian. ... Probabilitas pergerakan harga yang besar, meski masih kecil, jauh lebih besar daripada yang diperkirakan berdasarkan asumsi statistik standar. Karena itu, metode kontrol risiko harus siap menghadapi situasi yang secara statistik hampir mustahil, karena sebenarnya itu bukanlah hal yang mustahil."
Sementara itu, ia menunjukkan bahwa "tail event" di pasar juga menyediakan sebagian besar peluang profit. Ia menyarankan untuk menyusun strategi yang dapat memanfaatkan pergerakan yang jarang terjadi namun berimbal tinggi ini, yang ia sebut Totis Porcis (menangkap peluang "fat tail").
Trout tentang Cara Menghindari "Margin Call"
Dalam bukunya, Trout berbagi pengalaman tentang cara menghadapi risiko pasar mendadak:
"Trader saya diinstruksikan untuk segera memberi tahu saya setiap kali ada peristiwa penting. Mereka juga melapor kepada saya ketika pasar diperkirakan akan sangat volatil karena fundamental atau pengumuman berita. Misalnya, pada 9 Januari 1991, Menteri Luar Negeri AS James Baker bertemu dengan duta besar Irak untuk menghindari perang. Saat itu pasar mengharapkan pernyataan yang lebih damai. Namun, ketika Baker memulai konferensi persnya, ia membuka dengan kata 'Sayangnya...', dan para trader bahkan tidak menunggu kata keduanya keluar, gelombang aksi jual langsung melanda pasar saham dan obligasi. ... Dalam sepuluh detik saja, indeks futures S&P turun 1.200 poin, sementara kami memegang sekitar 700 lot kontrak. Jika kami mencoba menutup posisi di pasar seperti itu, kami bisa memperparah penurunan pasar dan akhirnya terjual di titik terendah hari itu."
Menghadapi situasi ini, Trout memilih untuk mematuhi aturan kontrol risiko. Ia berkata:
"Ketika saya menyadari kerugian kami melebihi 4%, saya menyusun rencana exit yang teratur, lalu meninggalkan ruang trading. Ini memastikan proses penutupan posisi berjalan rasional, bukan emosional. Saya tidak pernah membiarkan kerugian menjadi terlalu besar hingga tak tertahankan, dan itulah salah satu alasan saya bersikap konservatif dalam manajemen risiko. Saya ingin memastikan saya masih bisa berpartisipasi di pasar besok."
Akhirnya, ia mengalami kerugian sekitar 9,5 juta dolar AS (sekitar Rp152 miliar) hari itu, sebagian besar terjadi hanya dalam sepuluh detik. Namun, berkat manajemen risiko yang ketat, ia menghindari kerugian yang lebih besar dan menyelamatkan bisnis tradingnya.
Aturan Manajemen Risiko Trout
Trout membagikan beberapa aturan manajemen risiko kunci:
1. Salah satu prinsip manajemen risiko terpenting saya adalah, jika kerugian satu trade melebihi 1,5% dari total aset, posisi harus ditutup.
2. Jika kerugian harian mencapai 4%, segera tutup semua posisi dan tunggu hari berikutnya untuk trading lagi.
3. Jika kerugian maksimum bulanan mencapai 10%, kami akan menutup semua posisi dan menunggu bulan berikutnya untuk masuk kembali.
4. Setiap awal bulan, kami menetapkan ukuran posisi maksimum untuk setiap pasar, tidak peduli seberapa bullish atau bearish pasar tersebut, tidak boleh melebihi batas ini. Aturan ini membuat saya tetap terkendali.
Dalam peristiwa 9 Januari 1991, Trout menerapkan aturan 4% secara ketat dan melikuidasi seluruh portofolionya.
Meskipun dalam peristiwa tersebut, karena ukuran posisi yang besar dan volatilitas pasar yang ekstrem, aturan Trout tidak banyak membantu, ia tetap mempertahankan keputusannya dan menegaskan pentingnya aturan-aturan tersebut.
Ia menekankan bahwa tanpa aturan-aturan ini, ia kemungkinan besar akan terpaksa memegang kontrak S&P pada hari seperti 19 Oktober 1987 (Black Monday), dan jika operasi exit tertunda, konsekuensinya akan sangat katastrofik.
Saran Trading Monroe Trout
Dalam buku New Market Wizards, Monroe Trout membagikan beberapa saran trading yang hingga kini masih bisa menginspirasi trader. Ia yakin bahwa untuk menjadi trader yang unggul dan sukses, seseorang perlu tetap rasional dan memiliki kemampuan mengendalikan emosi.
Menurutnya, trader yang sukses harus memiliki karakteristik berikut:
◎ Rasional: mampu mengambil keputusan berdasarkan logika dan data.
◎ Kemampuan analisis: pandai mengamati dan menginterpretasikan dinamika pasar.
◎ Kontrol emosi: tetap tenang dalam fluktuasi pasar.
◎ Pragmatis: fokus pada tindakan nyata, tidak terjebak dalam angan-angan.
◎ Berorientasi profit: selalu bertujuan mencapai profit jangka panjang.
1. Pastikan Memiliki Keunggulan Trading
Menurut Monroe Trout, trader tidak hanya harus memiliki keunggulan dalam money management, tetapi juga harus unggul dalam manajemen risiko. Ia berkata:
"Bahkan money management yang sangat baik tidak dapat menutupi kekurangan sistem itu sendiri. Jika sistem tradingmu buruk, seberapa pun efektifnya aturan money management, kamu tetap bisa rugi. Tetapi jika kamu berorientasi profit, money management dapat menentukan perbedaan antara sukses dan gagal."
Trout juga pandai mengamati peluang trading potensial secara tajam. Ia biasanya masuk sedikit lebih awal sebelum harga mencapai titik kunci tertentu.
2. Gunakan Trading dengan "Efek Magnet"
Trout berpendapat bahwa pasar hampir selalu menyentuh level psikologis atau harga bulat. Karena itu, titik entry ideal adalah sebelum harga mencapai titik-titik kunci tersebut. Ia menyebut fenomena ini sebagai "efek magnet".
Sebagai contoh, misalkan indeks Dow Jones diperdagangkan di sekitar 2.950 poin, Trout memilih untuk long dan menunggu harga menyentuh 3.000 poin. Ketika indeks mendekati 3.000 poin, ia akan meminta semua tradernya mengangkat telepon dan menghubungi broker, serta mendengarkan tingkat kebisingan di lantai trading. Jika lantai bursa relatif sepi, artinya volume order kecil, ia akan mulai menutup posisi, memprediksi harga mungkin akan turun kembali. Sebaliknya, jika lantai bursa ramai, ia akan mempertahankan posisinya.
3. Likuiditas Berlaku di Hampir Semua Pasar
Trout menunjukkan bahwa waktu dengan likuiditas terkuat dalam sesi trading adalah saat pembukaan. Ia berkata:
"Setelah pembukaan, likuiditas akan menurun dengan cepat. Waktu dengan likuiditas terkuat kedua adalah saat penutupan. Volume trading sepanjang hari biasanya membentuk kurva U: likuiditas melimpah saat pembukaan, kemudian menurun secara bertahap, mencapai titik terendah saat tengah hari, lalu naik lagi hingga mencapai puncak kedua saat penutupan."
4. Trading Bukanlah Tebak-tebakan
Trout berpendapat bahwa pasar bukanlah permainan tebak-tebakan, karena asumsi seperti itu berarti trader tidak bisa mendapatkan profit berlebih. Ia bersikeras bahwa rasionalitas dan analisis adalah inti dari trading.
5. Gunakan Moving Average atau Indikator Lainnya
Menurut Trout, moving average adalah alat yang efektif untuk membantu trader meraih profit, asalkan dikombinasikan dengan manajemen risiko yang baik. Ia berkata:
"Saya percaya, selama kamu tahu cara menggunakan moving average dengan benar, kamu bisa mendapatkan return berlebih."
6. Ingin Sukses Trading? Jadilah Full-Time Trader
Jika kamu ingin membangun karier di bidang trading, kamu harus sepenuhnya mendedikasikan diri menjadi full-time trader. Trout berkata:
"Saya menetapkan 10 hari cuti trading setiap tahun untuk diri saya sendiri, tetapi saya tidak pernah benar-benar mengambilnya. Saya yakin, semua hal baik dalam hidup memerlukan pengorbanan."
7. Miliki Kontrol Risiko
Trader harus memiliki metode kontrol risiko yang efektif untuk menghadapi situasi ekstrem yang hampir mustahil terjadi. Ini karena pasar penuh ketidakpastian, dan kita harus siap menghadapi skenario terburuk.
8. Tutup Posisi Saat Rugi, dan Tunggu Waktu yang Tepat untuk Trading Lagi
Aturan manajemen risiko penting yang disebutkan di atas adalah, ketika kerugian suatu trade melebihi 1,5% dari total aset, ia harus segera menutup posisi. Jika kerugian harian mencapai 4%, ia akan menutup semua posisi dan menunggu hari berikutnya untuk trading lagi. Jika kerugian bulanan mencapai 10%, ia akan keluar dari semua trade dan menunggu bulan berikutnya untuk memulai kembali.
Prinsip Trading Monroe Trout
Strategi trading Trout didasarkan pada kombinasi analisis teknikal dan analisis fundamental. Ia menggunakan berbagai alat, termasuk analisis grafik dan indikator, untuk menentukan titik entry dan exit. Pada saat yang sama, ia memanfaatkan analisis fundamental untuk menilai arah jangka panjang pasar dan menggali peluang trading potensial.
Selain itu, Trout sering menerapkan strategi trading jangka pendek, seperti day trading dan swing trading. Ia memegang teguh seperangkat aturan trading yang ketat, termasuk:
1. Jauhi aset yang nilainya terus menurun.
2. Jangan mengambil risiko melebihi kemampuanmu.
3. Jangan pernah overtrading.
4. Susun rencana spesifik sebelum entry.
5. Jangan bersikap emosional terhadap pasar.
6. Hindari penggunaan leverage berlebihan.
7. Gunakan risk-reward ratio secara bijak.
Filosofi trading Trout didasarkan pada prinsip berikut: Meraup profit di pasar tidak mengharuskan kamu benar setiap saat. Ia percaya bahwa trader harus lebih fokus pada manajemen risiko dan profitabilitas jangka panjang, bukan mengejar keuntungan jangka pendek.