Oliver Kell adalah seorang trader kelas juara yang meraih return menakjubkan sebesar 941% dalam US Investing Championship 2020. Dengan mengadopsi filosofi trading dari sejumlah investor paling terkenal, ia secara bertahap membangun sistem tradingnya sendiri, yaitu sebuah sistem yang mampu menyaring noise dari laporan keuangan, berita, dan rumor: Siklus Price Action. Strategi ini berpusat pada analisis teknikal, mengidentifikasi tren harga melalui sinyal akumulasi dan distribusi pada grafik.
Asal-Usul Trading
Sejak usia sangat muda, Oliver Kell sudah sangat tertarik pada pasar keuangan. "Saya sudah punya pemahaman dasar tentang pasar sejak kecil," ujar Kell. "Ayah saya dulu seorang market maker di Pacific Exchange. Waktu kecil, kalau sekolah pulang setengah hari, kami pergi ke trading floor untuk melihat penutupan."
Pada akhirnya, kedekatan dan rasa penasaran inilah yang mengarahkan karier Kell. Selama sepuluh tahun berikutnya, ia secara sistematis mengumpulkan pengalaman pasar yang luas melalui berbagai posisi.
Di awal kariernya, Kell belajar membaca tape di tempat yang ia sebut sebagai "versi modern dari bucket shop di New York"—pada dasarnya menganalisis perilaku harga dan volume. Setelah itu, ia bekerja di sebuah hedge fund yang bergerak di bidang arbitrase internasional.
Tidak lama kemudian, Kell mulai terjun ke eksekusi trading, sehingga ia memahami secara mendalam bagaimana institusi besar mengeksekusi order beli dan jual dalam jumlah besar. Selanjutnya, selama bekerja di sebuah mutual fund, ia memperdalam pemahamannya tentang bagaimana penasihat keuangan memilih berbagai fund saham, sehingga menyempurnakan kerangka pemahaman tradingnya.
Namun, strategi dan metode trading yang ia temui tidak benar-benar resonan dengannya. Meskipun kini ia menyebut pengetahuan yang diperoleh dari pengalaman tersebut sebagai "harta yang tak ternilai," pada saat itu ia sudah menyadari: ia perlu menemukan cara trading yang lebih sesuai dengan kepribadiannya sendiri.
Untungnya, semuanya berubah setelah ibunya memberinya buku klasik William O'Neil, How to Make Money in Stocks.
"Ketika saya membuka buku itu, rasanya benar-benar langsung menghantam saya... hampir seketika," katanya. "Saya mulai mempelajari grafik, price action, dan volume. Saya bisa bilang, sebelum saya meninggalkan hedge fund itu, sebenarnya saya sudah benar-benar mulai belajar bagaimana menghasilkan uang."
Hingga hari ini, bisa dipastikan Kell telah membawa filosofi buku tersebut ke level maksimal.
Strategi Trading
Kesuksesan Kell bersumber dari kemampuannya memadukan filosofi trading dari sejumlah investor legendaris dengan pengalaman profesionalnya sendiri. William O'Neil, Jesse Livermore, dan Peter Lynch adalah tiga tokoh yang paling memengaruhinya.
✔ Dari O'Neil, ia mengadopsi metode pemilihan saham "CANSLIM".
✔ Dari Lynch, ia mengadopsi prinsip "investasikan pada hal yang kamu pahami".
✔ Dari Livermore, ia menerapkan prinsip trading abadi seperti pyramiding saat menambah atau mengurangi posisi.
"Saya mendefinisikan diri saya sebagai 'trend follower teknikal + fundamental'," ujar Kell. "Metode CANSLIM—yaitu metode William O'Neil—adalah inti dari seluruh sistem, dikombinasikan dengan filosofi Peter Lynch, itulah cara saya sebenarnya memilih saham."
Bagi yang belum familiar dengan metode tersebut, model CANSLIM dari O'Neil terutama berfokus pada faktor-faktor berikut:
✍ C: Current EPS (Laba per saham kuartal terkini)
✍ A: Annual EPS (Laba per saham tahunan)
✍ N: New (Faktor baru)
✍ S: Shares outstanding (Jumlah saham beredar)
✍ L: Leaders or laggards (Pemimpin atau tertinggal di industrinya)
Tujuannya adalah menemukan saham yang memiliki potensi kenaikan.
"Saya biasanya trading saham dari perusahaan yang bisnisnya saya pahami, atau yang produknya saya sendiri gunakan, dan mereka umumnya memiliki pertumbuhan laba dan penjualan yang kuat," katanya. "Saya suka trading apa yang saya sebut sebagai 'saham bercerita'."
Pada waktu tertentu, Kell biasanya memegang 6 hingga 12 saham, dan ia memahami betul kondisi fundamentalnya. Di antaranya, 3 hingga 5 posisi inti teratas menempati sebagian besar porsi portofolio.
Untuk mengikuti pergerakan saham individu, ia terutama menggunakan EMA 10 dan 20 hari, serta mengendalikan risiko melalui masuk dan keluar posisi secara bertahap.
Kell menilai apakah pandangannya terhadap saham tersebut benar atau salah melalui perilaku harga di sekitar moving average tersebut. Jika harga menembus moving average tersebut ke atas atau ke bawah secara valid, ia biasanya mengevaluasi ulang posisinya.
Dalam hal manajemen risiko, Kell biasanya menetapkan stop loss maksimal sekitar 3%. Namun, jika ia belum selesai membangun posisi, ia mungkin memberikan ruang volatilitas tertentu pada saham tersebut.
Ketika harga saham mengalami ekstensi yang jelas (naik terlalu cepat) relatif terhadap MA 10 hari, ia biasanya memilih untuk take profit sebagian.
Saya mencari saham yang bisa naik 100%, 200%, bahkan 300%. Saya tidak mau membeli saham yang sangat siklikal, atau yang menurut saya hanya mungkin naik 20%.
Justru karena fokusnya yang tinggi pada money management, trend following, analisis teknikal, dan "saham bercerita", Kell berhasil meraih hasil yang begitu cemerlang saat ini.
Sistem Trading—Gambaran Umum Siklus Price Action
Strategi ini berfungsi baik dalam tren naik maupun tren turun, memberikan blueprint tindakan yang jelas untuk menemukan saham berpotensi tinggi dan mengidentifikasi entry point berisiko rendah. Selanjutnya kita akan membahas sistem "Siklus Price Action" satu per satu. Ia menyebut metode tradingnya sebagai "trend follower teknikal + fundamental".
Berikut kita bahas setiap fase dari siklus tersebut:
Apa itu "Reversal Extension"?
Di dasar seluruh siklus, biasanya terjadi aksi jual panik yang meluas, yang disebut reversal extension. Rasa takut mendominasi, investor akhirnya memilih untuk menjual, tidak lagi mampu menahan rasa sakit akibat kerugian.
Melalui analisis multi-timeframe, kita mencari level support yang jelas pada timeframe yang lebih tinggi; pada timeframe yang lebih rendah, harga sering kali mengalami ekstensi berlebihan yang jelas, kemudian dengan cepat rebound dan kembali ke sekitar moving average.
Perilaku harga yang sangat volatil ini biasanya disertai dengan volume yang meningkat, dan lebih sering digunakan sebagai sinyal bahwa tren mungkin akan berbalik. Entry berisiko rendah yang sesungguhnya biasanya muncul dalam beberapa hari trading berikutnya, seiring harga berkonsolidasi dan risiko menurun secara signifikan.
Wedge Pop: Menemukan "Pola Cuan"
Wedge pop adalah fase di mana harga, setelah mengalami reversal extension, untuk pertama kalinya kembali menembus ke atas moving average dan memulai rebound. Setelah rebound dari titik terendah, harga sering kali bergerak sideways atau sedikit menurun. Fase ini sangat penting untuk mengamati relative strength-nya terhadap indeks pasar secara keseluruhan.
Ketika harga dan moving average secara bertahap menyempit, akan terbentuk pivot point. Breakout ke atas dari resistance jangka pendek dan merebut kembali moving average memberikan peluang entry dengan risiko yang jelas dan potensi reward yang tinggi. Pada titik ini, trader dapat mulai mengikuti tren, seiring harga saham yang terus bergerak naik.
EMA Crossback: Sinyal Kunci Berikutnya
Setelah wedge pop, harga biasanya kembali menguji moving average, proses ini disebut EMA crossback. Pada fase ini, harga berkonsolidasi di sekitar moving average, dan trader perlu menunggu konfirmasi dukungan dari sisi beli sebelum mempertimbangkan untuk menambah posisi.
Entry kedua ini membantu membangun posisi di awal siklus harga, sehingga memungkinkan untuk memegang posisi lebih lama ketika tren terus berlanjut ke atas.
Base n' Break: Mengikuti Tren
Pada titik ini, harga mulai berkonsolidasi secara horizontal, sehingga moving average dapat menyusul. Kamu akan menyadari bahwa formasi base yang ketat ini terbentuk hanya dalam beberapa minggu.
Pola "base n' break" akan muncul berkali-kali. Pola ini bisa berkembang di dalam struktur dasar sebelum area beli "tradisional", bisa sejalan dengan breakout pada timeframe yang lebih tinggi, atau bisa juga muncul setelah formasi flag yang ketat yang terbentuk saat harga terus mencetak swing high baru.
Moving average terus memberikan dukungan pada tren. Kita terus mencari price action yang positif dan higher low, yang memungkinkan kita untuk menaikkan level stop loss secara trailing.
Exhaustion Extension: Saat Tren Berakhir
Sinyal exhaustion extension menandai berakhirnya tren naik. Ini biasanya terwujud sebagai kenaikan yang dipercepat dengan euforia emosional, di mana harga menjauh secara signifikan dari moving average baik pada timeframe tinggi maupun rendah.
Kita dapat memverifikasi sinyal pada timeframe rendah melalui timeframe yang lebih tinggi: setelah harga menyimpang jauh dari moving average, harga mulai berbalik turun, dan tekanan jual secara bertahap menguat.
Semakin jauh tren berlanjut, semakin sering harga menyimpang dari moving average, yang sering kali berarti saham tersebut mungkin perlu membangun base baru, atau sudah mencapai puncaknya. Dalam beberapa kasus, saham tidak menunjukkan exhaustion yang jelas, melainkan kenaikannya terhenti, harga menyempit, kemudian muncul wedge drop.
Wedge Drop: Konfirmasi Tren Turun
Setelah exhaustion extension terjadi, karena pembeli baru jelas berkurang, harga bergerak sempit menempel pada moving average.
Ketika harga menembus ke bawah moving average dengan masuknya volume jual yang besar, wedge drop mengonfirmasi pembalikan tren.
Sampai di sini, siklus harga terkonfirmasi, dan tren turun yang baru resmi dimulai. Harga membutuhkan waktu untuk membangun base baru, guna mencerna kenaikan sebelumnya, atau menunjukkan bahwa harga sudah benar-benar mencapai puncaknya.
EMA Crossback Downside: Menangkap Rebound Pertama dalam Tren Turun
Pada titik ini, harga sudah kehilangan moving average, dan mencoba rebound untuk pertama kalinya ke sekitar moving average yang sedang turun. Mirip dengan EMA crossback dalam tren naik, EMA crossback downside juga menguji moving average, tetapi kali ini menghadapi resistance yang lebih kuat, sehingga kembali menekan harga ke bawah.
Seiring terbentuknya level resistance, harga melanjutkan tren turun. Ketika resistance terkonfirmasi dan lebih banyak penjual muncul, harga biasanya dengan cepat turun kembali.
Base n' Break Downside: Melanjutkan Penurunan
Dalam proses penurunan, harga akan terus membentuk struktur base kecil. Mirip dengan base n' break pada fase naik, base n' break downside juga merupakan konsolidasi horizontal di sekitar moving average yang sedang turun.
Pada titik ini, moving average berubah dari support menjadi resistance, dan terus mendorong harga turun.
Akhirnya, kita akan kembali melihat reversal extension, yang akan memulai kembali siklus price action.
Filosofi Trading Oliver Kell: Harga dan Volume Adalah Intinya
Pertama, Kell akan menyaring saham-saham yang benar-benar disruptif dan memiliki pertumbuhan sangat kuat, dengan fokus pada pertumbuhan laba dan penjualan yang signifikan. Namun dalam keputusan akhir, harga dan volume adalah kompasnya.
Semua fondasinya berpusat pada price action. Grafik yang bersih dan sederhana membantu kita fokus pada indikator yang paling penting ini.
Pasar saham naik karena pembeli lebih banyak daripada penjual; pasar saham turun karena penjual lebih banyak daripada pembeli—sesederhana itu.
Volume digunakan untuk memvalidasi price action. Di awal siklus, saat harga breakout dari pivot point kunci, dan saat tren berbalik, kita mengamati apakah volume ikut meningkat.
Volume adalah harga, penyebab adalah akibat.
Moving average mengikuti pergerakan harga, digunakan untuk menunjukkan arah tren. Ini adalah indikator sekunder, terutama berfungsi sebagai alat bantu visual yang membantu kita mengamati dan menilai saat harga membentuk pivot point.
Peran Moving Average
Moving average mengikuti pergerakan harga, digunakan untuk menunjukkan arah tren. Ini adalah indikator pendukung, terutama sebagai alat referensi visual saat harga membentuk pivot.
✔ EMA 10 dan 20 hari: Untuk menentukan tren jangka menengah
✔ SMA 50 dan 200 hari: Untuk memahami tren jangka panjang
Analisis Multi-Timeframe
Kell menggunakan konfluensi multi-timeframe untuk mengonfirmasi price action:
✔ Grafik mingguan: Memberikan struktur makro dan arah tren
✔ Grafik harian: Untuk mengelola posisi
✔ Grafik jam dan 15 menit: Untuk menentukan timing entry secara presisi
Timeframe yang terlalu rendah mudah menyebabkan overtrading—rencanakan ide trading dari timeframe besar terlebih dahulu, lalu gunakan timeframe kecil untuk eksekusi trading.
Menyatukan Semuanya
Langkah pertama untuk menguasai siklus price action adalah fokus pada saham yang benar-benar memiliki potensi pertumbuhan kuat. Manfaatkan perubahan momentum untuk masuk pada timing terbaik, dan kelola risiko melalui position sizing dan stop loss yang wajar.
Memaksimalkan profit yang sesungguhnya berasal dari mengetahui dengan jelas di fase mana siklus harga kita sedang berada.
Memahami fase siklus harga yang sedang dialami suatu saham dapat membantu kamu mengurangi kerugian dan memperbesar profit. Bersabarlah di awal siklus, dan lebih tegas dalam mengunci profit di fase akhir siklus. Jika saham sudah mencapai puncak dan mulai turun, sebaiknya keluar sementara, tunggu hingga siklus harga dimulai kembali sebelum mempertimbangkan untuk masuk.
Dengan mengikuti siklus price action Oliver Kell, kamu dapat lebih selaras dengan pasar, mengurangi risiko trading, dan membuat keputusan trading yang lebih rasional dan efektif.