Ketika harga di pasar berfluktuasi, biasanya karena ia mengendarai gelombang volume perdagangan yang lebih tinggi. Terkadang, gelombang-gelombang ini adalah bagian dari arus besar yang mendorong harga masuk ke dalam tren; di lain waktu, pusaran yang muncul di "lautan" volume perdagangan menyebabkan harga bergerak tidak teratur pada tingkat tertentu. Atau, pasar bisa tenang dengan volume perdagangan yang rendah, sehingga membentuk rentang konsolidasi yang sempit.
Bagaimanapun kondisi permukaan pasar, harga pada akhirnya selalu "mengapung" di atas volume perdagangan.
Banyak analis teknikal hanya fokus pada price action itu sendiri, dan mengabaikan volume perdagangan — setidaknya ini yang sering saya lihat saat menjelajahi berbagai forum trading atau grup media sosial, dan saya sendiri mengakui pernah melakukan kesalahan yang sama. Namun, menggabungkan price action dengan volume perdagangan dapat mengungkap lapisan informasi baru yang dapat ditindaklanjuti.
Mari kita lihat peran volume perdagangan dalam analisis teknikal, dan bagaimana menerapkan pengetahuan ini dalam trading nyata.
Apa itu "Volume Perdagangan" di Pasar Forex?
Bar volume biasanya mewakili total unit yang dibeli dan dijual dalam periode waktu yang sama dengan timeframe yang ditetapkan pada grafik. Misalnya, pada grafik harian, setiap bar volume menunjukkan total volume perdagangan hari itu; pada grafik per jam, setiap bar volume menunjukkan volume perdagangan dalam jam tersebut.
Namun, pada instrumen forex, cara perhitungan volume perdagangan bisa sedikit berbeda, tergantung pada broker.
Bagaimana Volume Perdagangan Dihitung?
Pasar forex adalah pasar over-the-counter (OTC), artinya tidak ada bursa pusat yang terpadu. Grafik broker forex hanya menampilkan informasi volume perdagangan mereka sendiri, bukan total volume perdagangan seluruh industri — ini berarti data volume perdagangan antar broker bisa berbeda. Hal ini berlaku untuk semua pasar OTC (seperti CFD).
Sebaliknya, pasar dengan bursa pusat (misalnya saham dan futures yang diperdagangkan melalui NYSE atau CME, atau berbagai bursa sekuritas dan futures domestik) harus melaporkan volume perdagangan aktual dari bursa, dan data ini harus konsisten di semua broker yang menyediakan akses ke bursa tersebut.
Sebagian besar broker online menggunakan "Tick Volume". Tick volume mengukur jumlah transaksi, bukan total nilai mata uang yang sebenarnya diperdagangkan; artinya, ini bukan volume perdagangan dalam arti sebenarnya, lebih tepatnya adalah ukuran aktivitas pasar. Namun, trader umumnya berpendapat bahwa tick volume sangat berkorelasi dengan volume perdagangan sebenarnya, sehingga dapat digunakan dalam pengambilan keputusan trading.
Apa Arti Volume Perdagangan bagi Broker?
Seperti yang kita ketahui, bagi broker online, volume perdagangan adalah indikator kunci untuk menilai skala, stabilitas operasional, dan kedalaman likuiditas sebuah broker.
Beberapa broker ritel besar (termasuk broker yang terdaftar di bursa) mempublikasikan data volume perdagangan mereka setiap bulan/kuartal di situs web mereka atau kepada media. Data volume perdagangan ini mencakup dua indikator kunci: rata-rata bulanan dan rata-rata harian.
Namun, untuk mendapatkan data volume perdagangan yang relatif akurat, cara terbaik adalah menghitung rata-rata volume perdagangan broker dalam periode yang lebih panjang (satu kuartal/setengah tahun), sehingga fluktuasi volume harian dan kuartalan lebih kecil. Minimal harus memilih rata-rata volume perdagangan harian broker selama 3 bulan terakhir untuk perhitungan. Rata-rata volume perdagangan harian sebuah broker harus setidaknya di atas 3 miliar dolar AS (sekitar Rp 48 triliun) agar dapat dianggap berskala besar.
Verifikasi Silang Volume Perdagangan Broker dengan Sumber Data Lain
Karena volume perdagangan forex atau CFD tergantung pada data broker tertentu, ada baiknya sesekali membandingkan bar volume satu broker dengan platform demo atau platform grafik berbasis web broker lain. Misalnya, ketika saya melihat lonjakan atau penurunan volume yang signifikan, apakah itu juga muncul di data broker lain? Beberapa alat grafik berbasis web (seperti TradingView) mengagregasi volume dari beberapa sumber data untuk meratakan perbedaan tertentu, sehingga memberikan data referensi yang lebih andal.
Perhatikan bahwa beberapa bar volume berwarna hijau, beberapa berwarna merah. Ini sesuai dengan warna grafik kandil — bar volume hijau muncul pada "hari naik", sedangkan bar volume merah muncul pada "hari turun" (perhatian khusus: pasar keuangan domestik justru sebaliknya).
Faktor yang Perlu Dipertimbangkan Saat Trading dengan Volume Forex
1. Apakah volume yang kuat mendukung arah pasar?
Jika saya sedang trading mengikuti tren naik, saya ingin melihat volume yang besar pada bar volume hijau; dan ketika pasar mengalami koreksi, volume pada bar merah harus lebih kecil. Ini menunjukkan bahwa permintaan aktual pasar terhadap aset tersebut mendukung tren naik saat ini.
Di sisi lain, jika saya trading dalam tren turun, saya ingin melihat volume yang besar pada bar merah, dan ketika pasar rebound, volume pada bar hijau lebih kecil.
2. Apakah pola kandil disertai volume tinggi, sehingga memperkuat validitasnya?
Mari kita ambil contoh pin bar (pola kandil penting dalam price action). Pin bar adalah kandil dengan body kecil dan shadow panjang. Idealnya, shadow harus menempati lebih dari dua pertiga panjang keseluruhan kandil, artinya body kandil harus berada di sepertiga atas atau bawah. Pin bar berwarna hijau atau merah tidak penting, yang penting adalah arah shadow-nya.
Jika saya melihat pin bar yang disertai volume tinggi, saya akan memberikan perhatian khusus. Saya tidak akan trading secara membabi buta — saya juga akan menilai berdasarkan konteks pasar, misalnya: apakah pin bar ini muncul di level support atau resistance sebelumnya?
3. Gunakan volume untuk mengkonfirmasi breakout
Ketika pasar berada dalam fase konsolidasi, volume biasanya menurun. Ini tidak mengherankan, karena volume rendah membantu mengurangi volatilitas, yang merupakan ciri khas konsolidasi pasar. Jika volume mulai meningkat saat breakout dari rentang konsolidasi, ini dapat membantu mengkonfirmasi validitas arah breakout, dan menunjukkan bahwa momentum harga berkelanjutan.
Mari kita analisis:
◔ Selama konsolidasi pasar, volume secara bertahap menurun.
◔ Ketika pasar mulai bergerak turun, volume secara bertahap meningkat, bar volume merah menjadi lebih tinggi, ini menunjukkan volume pada hari turun meningkat. Ini membantu mengkonfirmasi bahwa arah breakout valid.
Strategi Trading Volume Forex Terbaik
Strategi trading volume favorit saya adalah Volume Spread Analysis (VSA). Ini adalah metode trading yang lengkap: ini bukan strategi mekanis, membutuhkan waktu dan praktik untuk mempelajarinya dan menerapkannya pada peluang akun real. Saya telah melihat banyak trader berhasil menggunakan metode ini, dan konsep ini telah teruji oleh waktu.
Volume Spread Analysis
Volume Spread Analysis (VSA) adalah sistem konsep trading yang dikemukakan oleh Tom Williams, yang dasarnya berasal dari "Metode Wyckoff" yang dikembangkan oleh Richard Wyckoff. Metode VSA mengandung banyak konsep, sumber utamanya adalah buku Tom Williams berjudul "Master The Markets". Berikut ini saya akan memperkenalkan secara singkat satu konsep VSA yang tersebar luas, untuk membantu Anda merasakan ide intinya.
No Demand Up Bar: Kandil ini ditutup lebih tinggi dari harga open, dan volumenya lebih rendah dari dua hari sebelumnya, ini dianggap sebagai sinyal bearish.
Mari kita uraikan setup ini:
◔ Muncul sebuah kandil bullish, dengan volume lebih kecil dari dua kandil sebelumnya.
◔ Kasus ini sangat tipikal, karena rentang fluktuasi kandil bullish ini (dari tertinggi ke terendah) lebih besar dari rentang fluktuasi dua kandil sebelumnya. Ini berarti pergerakan harga lebih besar, tetapi volume lebih sedikit, menunjukkan kenaikan ini lemah, sehingga merupakan sinyal bearish.
◔ Harga tertinggi kandil ini juga tepat bertepatan dengan area resistance di sebelah kiri.
"No Demand Up Bar" ini mengisyaratkan bahwa rentang konsolidasi mungkin akan segera berakhir, dan harga akan turun. Pola ini juga membantu mengidentifikasi bagian atas rentang konsolidasi, memberikan sinyal bearish awal yang baik.
"No Supply Down Bar": Kandil ini ditutup lebih rendah dari harga open, dan volumenya rata-rata lebih rendah dari dua hari sebelumnya, ini ditafsirkan sebagai sinyal bullish.
Bagaimana dan Kapan Menggunakan Strategi Trading Volume
1. Selalu perhatikan konteks pasar
Volume digunakan untuk mengkonfirmasi price action, bukan sebaliknya. Dalam semua contoh saya, saya mengidentifikasi pola bullish atau bearish melalui price action terlebih dahulu, kemudian menggunakan volume sebagai faktor konfirmasi tambahan.
2. Pastikan sinyal jelas dan tegas
Analisis volume mungkin adalah salah satu bidang paling subjektif dalam analisis teknikal — sangat sedikit aturan mekanis. Pastikan setup pola jelas dan dapat dikenali — metode yang sering saya gunakan adalah menuliskan setup trading ke dalam trading journal, memastikan saya dapat menjelaskan maksud saya dengan jelas, dan logis secara tertulis.
3. Timeframe tinggi lebih memiliki nilai referensi
Timeframe favorit saya untuk analisis volume adalah grafik harian. Kemudian saya menggabungkannya dengan price action murni pada timeframe yang lebih rendah, untuk mencari titik entry trading yang paling ideal, biasanya berdasarkan level support dan resistance yang diharapkan.
Kelebihan dan Kekurangan Strategi Trading Volume
Kelebihan:
1. Sumber informasi tambahan: Volume memberikan petunjuk penting di luar price action.
2. Sinyal reversal awal: Tanda-tanda awal pembalikan pasar sering kali terlihat lebih dulu melalui perubahan volume, memberikan peluang entry awal untuk tren baru.
3. Teruji oleh pasar: Konsep di balik trading volume telah terbukti selama puluhan tahun, dan masih efektif hingga kini.
Kekurangan:
1. Sangat subjektif: Sangat sedikit trader yang menggunakan aturan volume yang sepenuhnya mekanis.
2. Kurva pembelajaran yang panjang: Mengintegrasikan volume ke dalam trading dengan sukses membutuhkan waktu belajar dan praktik yang cukup lama.
3. Volume adalah faktor konfirmasi: Trader harus memahami konteks keseluruhan pasar, misalnya apakah pasar sedang dalam tren, konsolidasi, atau mendekati level support/resistance kunci, sebelum menggunakan volume.
Kesimpulan
Penggerak semua pasar berasal dari volume. Belajar membaca volume menambahkan lapisan informasi dan konteks penting untuk analisis pasar dan prediksi pergerakan harga di masa depan. Meskipun mempelajari cara menggunakan volume sebagai alat analisis membutuhkan waktu, imbalannya sepadan.
Analisis volume sering kali dapat mengungkap lebih awal bahwa harga akan segera berbalik atau memasuki tren baru, sebelum sinyal lain muncul. Selain itu, volume juga dapat membantu mengkonfirmasi pentingnya pola kandil tertentu (seperti pin bar) dan arah breakout harga. Yang terpenting, trader harus selalu menggunakan volume bersama dengan price action.