Rayner Teo adalah trader independen dan pernah menjadi proprietary trader dengan pengalaman trading hampir 15 tahun. Kini blog trading miliknya cukup populer. Ia terutama melakukan trading dengan mengikuti tren. Menurutnya, selain keterampilan dan strategi trading, kemampuan trader untuk mematuhi prinsip dan memiliki psikologi yang baik juga sangat penting.
Menurutnya, kesalahan yang paling sering dilakukan trader adalah mereka selalu berharap menemukan "Holy Grail trading", dan mengabaikan pembelajaran serta akumulasi pengalaman dalam trading yang sebenarnya. Rayner Teo menyarankan para trader pemula untuk wajib membangun rencana yang detail. Rencana ini harus menetapkan beberapa parameter untuk setiap trade, seperti kondisi pasar apa yang boleh ditradingkan, bagaimana entry dan exit, bagaimana mengelola trade. Jika trading selalu rugi, maka harus segera merefleksikan trading plan sendiri dan terus memperbaikinya.
Apakah kamu ingin menemukan peluang trading probabilitas tinggi?
Apakah kamu ingin menyusun strategi trading probabilitas tinggi milikmu sendiri?
Saya yakin kamu pasti ingin, kalau tidak, kamu tidak akan membuka artikel ini.
Tapi masalahnya adalah… kamu tidak yakin harus bagaimana.
Kamu tidak memperhatikan harga, melainkan melihat indikator (tapi tidak memahami kegunaannya).
Kamu tidak mengikuti tren, melainkan mencoba memprediksi pembalikan pasar.
Kamu tidak melakukan manajemen risiko yang tepat, melainkan memasang taruhan besar karena trade ini "terasa bagus".
Sekarang… jika kamu melakukan salah satu hal di atas, maka mengidentifikasi peluang trading probabilitas tinggi akan sangat sulit.
Tapi jangan khawatir.
Saya punya kabar baik untukmu.
Karena dalam artikel ini, saya akan mengajarimu langkah demi langkah bagaimana menemukan peluang trading probabilitas tinggi.
Berikut adalah yang akan kamu pelajari:
✅ Mengapa trading mengikuti tren dapat meningkatkan return dan menurunkan risiko
✅ Bagaimana menemukan area trading terbaik di grafik
✅ Bagaimana trading pullback, breakout, dan failed test
✅ Bagaimana menetapkan stop loss yang wajar, agar tidak terkena stop loss "terlalu dini"
✅ Satu strategi trading probabilitas tinggi, yang membuatmu bisa profit baik di bull market maupun bear market
Baiklah, mari kita mulai…
Tren membuat hasilmu berlipat ganda
Definisi tren adalah sebagai berikut:
◎ Uptrend: terdiri dari higher high dan higher low
◎ Downtrend: terdiri dari lower high dan lower low
Jika kamu ingin menemukan jalur dengan resistensi terkecil, lihat ke kiri (dan ikuti tren).
Ketika harga berada dalam uptrend, kamu harus tetap long. Ketika harga berada dalam downtrend, kamu harus tetap short.
Dengan trading mengikuti tren, kamu bisa melihat bahwa pergerakan impulsif (hijau) lebih menguntungkan bagimu dibandingkan pergerakan pullback (merah).
Sekarang kamu mungkin berpikir: Mengidentifikasi tren terlihat sederhana, tapi bagaimana saya masuk ke tren yang sudah ada?
Inilah yang akan kita bahas selanjutnya…
"Tradinglah searah dengan arah besar pasar. Jika pasar naik, kamu harus long; jika pasar turun, kamu harus short." ——Jesse Livermore
Bagaimana mengidentifikasi area value di grafik
Kamu mungkin pernah mendengar kalimat ini: "Beli murah, jual mahal".
Tapi pertanyaan yang tidak pernah ditanyakan adalah: apa itu murah, dan apa itu mahal?
Di sinilah support dan resistance berperan.
Support dan Resistance
Berikut adalah definisinya:
Support——area yang memiliki potensi tekanan beli untuk mendorong harga naik (area value dalam uptrend)
Resistance——area yang memiliki potensi tekanan jual untuk mendorong harga turun (area value dalam downtrend)
Dynamic Support dan Resistance
Yang kamu lihat sebelumnya adalah yang saya sebut support dan resistance klasik (garis horizontal).
Alternatifnya, bisa juga muncul dalam bentuk moving average. Ini disebut dynamic support dan resistance (saya menggunakan 20 dan 50 periode exponential moving average).
Support dan resistance tidak hanya memungkinkanmu trading dari area value, tetapi juga meningkatkan risk-reward ratio dan win rate-mu.
Selain itu, "trik" lain yang bisa kamu gunakan adalah menggunakan indikator overbought/oversold.
Trading probabilitas tinggi——menggunakan Stochastic untuk mengidentifikasi area value
Kesalahan besar yang dilakukan sebagian besar trader adalah short atau long hanya karena harga overbought atau oversold.
Karena dalam pasar tren yang kuat, pasar bisa terus berada dalam kondisi overbought atau oversold (jika kamu trading tanpa stop loss, kamu bisa kehilangan seluruh akunmu).
Sekarang kamu mungkin berpikir: Bagaimana menggunakan Stochastic untuk mengidentifikasi area value?
Dalam uptrend, kamu hanya mencari peluang long ketika harga oversold.
Dalam downtrend, kamu hanya mencari peluang short ketika harga overbought.
Jika kamu mengikuti aturan sederhana ini, kamu biasanya bisa "memprediksi" kapan pullback akan berakhir.
Jadi, kamu sudah belajar bagaimana mengidentifikasi area value di grafik.
Sekarang, kamu akan belajar bagaimana menentukan timing entry dengan lebih baik.
Bagaimana entry trading
Ada tiga cara untuk entry trading:
1. Pullback
2. Breakout
3. Failed test
Pullback
Pullback adalah ketika harga sementara bergerak berlawanan dengan arah tren yang mendasarinya.
Dalam uptrend, pullback adalah ketika harga bergerak turun.
Dalam downtrend, pullback adalah ketika harga bergerak naik.
Berdasarkan penelitian Adam Grimes, trading pullback memiliki keunggulan statistik di pasar, seperti yang dibuktikan di sini.
Kamu mungkin bertanya: Apa kelebihan dan kekurangan trading pullback?
Kelebihan trading pullback:
◎ Kamu mendapatkan posisi trading yang baik, karena kamu membeli di area value. Ini memberimu risk-reward ratio yang lebih baik.
◎ Kamu bisa mengontrol risiko dengan lebih baik, karena posisi stop loss lebih jelas.
Kekurangan trading pullback:
◎ Jika harga tidak masuk ke area yang kamu identifikasi, kamu bisa melewatkan pergerakan.
◎ Kamu mungkin trading melawan momentum yang mendasarinya.
Breakout
Breakout adalah ketika harga bergerak keluar dari batas yang sudah ditetapkan.
Batas dapat didefinisikan melalui support dan resistance klasik.
Kamu mungkin bertanya: Apa kelebihan dan kekurangan trading breakout?
Kelebihan trading breakout:
◎ Kamu selalu bisa menangkap pergerakan.
◎ Kamu trading searah dengan momentum yang mendasarinya.
Kekurangan trading breakout:
◎ Posisi tradingmu kurang baik.
◎ Kamu mungkin mengalami banyak false breakout.
Failed Test
Teknik ini mungkin berasal dari Victor Sperandeo, dan penelitian Adam Grimes menunjukkan bahwa teknik ini memiliki keunggulan statistik di pasar.
Cara kerjanya seperti ini: Ketika harga melakukan false breakout terhadap support/resistance, kamu entry trading. Dengan demikian memanfaatkan trader yang terjebak karena trading breakout.
Cara entry ini bisa diterapkan pada trending market atau ranging market.
Selanjutnya, yang perlu kamu pelajari adalah…
Bagaimana menetapkan stop loss
"Tetapkan stop loss pada titik di mana, jika tercapai, secara wajar menunjukkan bahwa trade tersebut salah, bukan berdasarkan jumlah maksimum yang bersedia kamu tanggung." ——Bruce Kovner
Saya akan berbagi dua metode denganmu:
1. Volatility stop
2. Structure stop
Volatility Stop
Volatility stop mempertimbangkan volatilitas pasar.
Indikator untuk mengukur volatilitas adalah Average True Range (ATR), yang dapat membantumu menetapkan stop loss.
Kamu perlu menentukan nilai ATR saat ini, dan mengalikannya dengan koefisien pilihanmu. Misalnya, 2ATR, 3ATR, 4ATR, dan seterusnya.
Kelebihan:
● Stop loss-mu didasarkan pada volatilitas pasar.
● Ini adalah cara objektif untuk menentukan berapa banyak "ruang buffer" yang dibutuhkan dari titik entry-mu.
Kekurangan:
● Ini adalah indikator lagging, karena didasarkan pada harga masa lalu.
Structure Stop
Structure stop mempertimbangkan struktur pasar, dan menetapkan stop loss sesuai dengan itu.
Sebagai contoh: support adalah area di mana harga mungkin naik dari area tersebut. Dengan kata lain, ini adalah "barrier" yang mencegah harga turun lebih jauh.
Oleh karena itu, masuk akal untuk menetapkan stop loss di bawah support. Resistance sebaliknya.
Kamu ingin menetapkan stop loss di tempat yang memiliki struktur di pasar, yang dapat berfungsi sebagai "barrier"-mu.
Kelebihan:
● Kamu bisa tahu dengan jelas kapan kamu salah, karena struktur pasar sudah rusak.
● Kamu memanfaatkan "barrier" di pasar untuk mencegah harga menyentuh stop loss-mu.
Kekurangan:
● Jika struktur pasar besar, kamu memerlukan stop loss yang lebih lebar (ini menyebabkan position sizing lebih kecil, agar risiko tetap konstan).
Mari kita lanjutkan…
Apa itu confluence, dan bagaimana pengaruhnya terhadap tradingmu
Faktanya adalah begini:
Kamu tidak akan entry long hanya karena Stochastic oversold atau pasar sedang uptrend.
Kamu memerlukan "bukti pendukung" tambahan untuk memberimu sinyal entry. "Bukti pendukung" ini disebut confluence.
Confluence adalah ketika dua atau lebih faktor memberikan sinyal trading yang sama. Misalnya, pasar sedang uptrend, dan harga pullback ke area support.
Berikut adalah dua prinsip panduan:
1. Tidak lebih dari empat faktor confluence
Semakin banyak faktor confluence, semakin tinggi probabilitas keberhasilan trade-mu. Namun, di dunia nyata, strategi trading-mu sebaiknya mengandung 2 hingga 4 faktor confluence.
Jika melebihi jumlah ini, kamu mungkin mendapatkan peluang trading yang sangat sedikit. Selain itu, edge-mu mungkin membutuhkan waktu lama untuk bekerja.
Kamu bisa menerima peluang trading tingkat menengah, dan tetap profit dalam jangka panjang.
2. Jangan ada beberapa faktor confluence dalam kategori yang sama
Jika kamu berencana menggunakan indikator (oscillator) untuk mengidentifikasi area overbought/oversold, maka gunakan hanya satu.
Jangan menambahkan Stochastic, RSI, dan CCI sekaligus, karena ini akan menyebabkan analysis paralysis. Sama halnya, menambahkan simple moving average, exponential moving average, dan weighted moving average sekaligus di grafik juga tidak masuk akal.
Jika kamu masih bertahan membaca sampai di sini, maka kamu akan mendapatkan sesuatu. Karena selanjutnya adalah bagian yang paling berharga.
Satu strategi trading probabilitas tinggi, yang membuatmu bisa profit baik di bull market maupun bear market
Ini rahasiaku (yaitu yang baru saja kamu pelajari)…
◎ Trading mengikuti tren
◎ Trading di area value
◎ Menemukan titik entry
◎ Menetapkan stop loss
◎ Merencanakan exit
Jika sebuah trade memenuhi 5 kondisi ini, maka bagiku itu adalah trade yang baik.
Sekarang, mari kita pelajari strategi trading baru, yang bisa memberimu peluang trading probabilitas tinggi.
Sudah siap?
● Jika 200-day moving average mengarah ke atas dan harga berada di atasnya, maka itu adalah uptrend (trading mengikuti tren).
● Jika uptrend, tunggu harga pullback ke area support (trading di area value).
● Jika harga pullback ke area support, tunggu entry failed test (trigger entry saya).
● Jika ada entry failed test, long pada pembukaan kandil (candle) berikutnya (trigger entry saya).
● Jika masuk trade, tetapkan stop loss di bawah low kandil, dan take profit di swing high terdekat (exit dan target profit saya).
Downtrend sebaliknya.
Disclaimer: Segala profit atau loss yang timbul dari penggunaan strategi trading ini bukan tanggung jawab kami. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa depan. Harap uji di paper trading atau lakukan due diligence sebelum mempertaruhkan uang hasil kerja kerasmu.
Masalahnya adalah: kamu mungkin tidak terbiasa menggunakan strategi trading saya, karena mungkin tidak cocok untukmu.
Jadi, yang perlu kamu lakukan adalah "menyesuaikannya", agar cocok untukmu. Inilah yang akan kita bahas selanjutnya…
"Menurut saya, trader tidak bisa mengikuti aturan trading dalam jangka panjang, kecuali aturan tersebut mencerminkan gaya trading mereka sendiri."—— Ed Seykota
Bagaimana menyusun strategi trading probabilitas tinggi (template yang bisa kamu gunakan)
Kamu bisa "mix and match" berbagai teknik trading yang saya bagikan sebelumnya.
Tapi pada akhirnya, strategi trading-mu perlu menjawab 7 pertanyaan berikut:
1. Bagaimana kamu mendefinisikan tren?
Kamu bisa mempertimbangkan moving average, trendline, struktur, dan lain-lain.
2. Bagaimana kamu mendefinisikan area value?
Kamu bisa mempertimbangkan dynamic support dan resistance, weekly high/low, Stochastic, dan lain-lain.
3. Bagaimana kamu entry?
Kamu bisa mempertimbangkan pullback, breakout, failed test, moving average crossover, dan lain-lain.
4. Bagaimana kamu exit?
Ada banyak cara exit.
5. Berapa risiko yang bersedia kamu tanggung per trade?
Saya menyarankan risiko per trade tidak lebih dari 1% dari akun, untuk menghindari risiko kebangkrutan.
6. Bagaimana kamu mengelola trade?
Apakah kamu akan mengurangi posisi secara bertahap atau menambah posisi? Jika ya, berapa banyak?
7. Pasar mana yang akan kamu tradingkan?
Apakah kamu fokus pada satu pasar atau beberapa pasar? Jika kamu trading di beberapa pasar, kamu perlu memahami korelasi antar pasar.
Jika kamu bisa menjawab 7 pertanyaan ini dengan percaya diri, kamu sedang dalam perjalanan untuk menyusun strategi trading probabilitas tinggi milikmu sendiri.
FAQ
#1: Bisakah saya menerapkan teknik-teknik ini pada timeframe yang lebih rendah?
Ya, konsep-konsep ini bisa diterapkan pada timeframe yang lebih rendah, karena "pola-pola" ini juga muncul pada timeframe yang lebih rendah. Selain itu, pada timeframe yang lebih rendah kamu akan mendapatkan lebih banyak peluang trading, karena pasar cenderung bergerak lebih cepat.
Tapi perhatikan, jika kamu trading pada timeframe yang lebih rendah, kamu akan menghasilkan lebih banyak biaya trading, dan tekanan akan lebih besar dibandingkan timeframe yang lebih tinggi.
#2: Ketika grafik terbentuk, bagaimana saya tahu pullback ini sementara atau tren akan segera berubah?
Kamu tidak akan pernah bisa memastikan apakah pasar akan pullback atau reversal tren. Namun, rentang kandil saat pullback akan memberimu beberapa petunjuk.
Biasanya, saat pullback, rentang kandil relatif kecil. Sedangkan saat reversal tren, kandil pullback cenderung lebih besar.
#3: Saya bingung menentukan target profit, bisakah kamu menjelaskannya?
Kamu bisa merujuk pada swing high/low dan support/resistance sebagai area target profit yang mungkin. Jika kamu ingin menangkap tren besar, maka kamu perlu menggunakan pendekatan trend following, yaitu tanpa menetapkan target profit, melainkan menggunakan trailing stop.
Jadi, apa yang harus dilakukan selanjutnya?
Kamu baru saja belajar bagaimana mengidentifikasi peluang trading probabilitas tinggi, dan bagaimana menyusun strategi trading probabilitas tinggi milikmu sendiri.
Ketika kamu menggabungkan manajemen risiko, disiplin, dan konsistensi dalam trading, kamu akan sangat meningkatkan peluangmu menjadi trader yang konsisten profit.
Ini berlaku untuk berbagai pasar——baik untuk menyusun strategi forex maupun strategi trading saham.