Oleh/Cory Mitchell, Analis Teknikal Pasar Bersertifikat, trader senior, telah fokus di pasar trading sejak 2005.
Price Action Trading sepenuhnya mengandalkan grafik harga untuk membuat keputusan trading. Pergerakan harga adalah indikator paling murni bagi trader. Harga menentukan profit dan rugi, faktor lain tidak penting.
Trader price action percaya bahwa harga sudah memberi tahu kamu semua yang perlu kamu ketahui. Ini fakta. Kamu tidak bisa menghasilkan uang dari fundamental, indikator, atau data statistik. Profit hanya bisa diwujudkan berdasarkan pergerakan harga. Jika kamu beli lalu harga naik, kamu punya peluang profit potensial. Bahkan jika semua indikator, fundamental, dan data ekonomi menunjukkan suatu aset seharusnya naik, tapi jika tidak naik, dan kamu sudah beli, maka kamu tidak bisa profit dari situ.
Price action adalah raja.
Menganalisis price action adalah mengamati bagaimana harga bergerak, sehingga bisa memilih kapan dan strategi apa yang akan diterapkan.
Catatan tambahan: Peristiwa berita besar bisa berdampak drastis dan cepat terhadap harga aset apa pun. Price action tidak bisa memberi tahu kita apa isi berita tersebut. Karena itu, saya tidak akan memegang posisi trading forex selama peristiwa berita yang berpotensi memicu pergerakan harga besar, karena bisa menyebabkan harga menembus stop loss saya dengan cepat. Sama halnya, saya juga tidak akan memegang posisi swing trading saham selama pengumuman laporan keuangan.
Bagaimana Menganalisis Price Action
Konsep paling dasar dari price action adalah, sebelum mengambil tindakan, kamu perlu menunggu harga bergerak ke suatu arah.
◎ Jika harga sedang turun, maka harga memang sedang turun. Terlepas dari apakah kamu pikir seharusnya naik, turun ya turun, naik ya naik. Sama halnya, konsolidasi ya konsolidasi, sampai harga breakout dan mulai naik atau turun.
Trader price action perlu konfirmasi harga sebelum mengambil tindakan apa pun. Jika mereka ingin beli, mereka akan menunggu sinyal harga mulai naik.
Selanjutnya, kita perlu memahami tren.
◎ Tren terbentuk karena gelombang tren lebih besar daripada gelombang koreksi. Bagaimana kita tahu mana yang gelombang tren dan mana yang gelombang koreksi? Dari ukuran relatifnya.
Gelombang tren harus lebih besar dari gelombang koreksi, kalau tidak, tren tidak akan terbentuk. Ketika ukuran gelombang koreksi setara dengan gelombang tren sebelumnya, ini bisa menandakan potensi perubahan tren atau masuk ke fase konsolidasi. Pada titik ini, tren sebelumnya dipertanyakan, karena keberadaan tren membutuhkan gelombang koreksi yang lebih kecil dari gelombang tren.
Seiring grafik harga berkembang, tren berbalik karena penurunan menjadi lebih besar daripada kenaikan.
Kita terus menganalisis besarnya pergerakan harga untuk membantu menilai kekuatan tren, kapan tren dipertanyakan, dan kapan tren berbalik.
Fluktuasi juga bisa dipecah menjadi bagian yang saya sebut "fluktuasi kecil". Ini adalah osilasi kecil di dalam gelombang tren dan gelombang koreksi. Fluktuasi kecil ini juga bisa dianalisis berdasarkan besarnya pergerakan.
◎ Jika tren sedang turun (gelombang tren terbaru adalah turun), dan kita sedang dalam koreksi naik, kita bisa mengamati fluktuasi kecil di mana penurunan lebih besar dan kenaikan lebih kecil. Ini membantu menunjukkan bahwa koreksi akan segera berakhir, dan tren turun mungkin segera berlanjut. Begitu harga mulai turun, analisis terkonfirmasi.
◎ Jika tren sedang naik (gelombang tren terbaru adalah naik), dan kita sedang dalam koreksi turun, amati fluktuasi kecil di mana kenaikan lebih besar dan penurunan lebih kecil. Ini menunjukkan koreksi turun akan segera berakhir, dan tren naik mungkin segera berlanjut. Harga harus bergerak naik untuk mengkonfirmasi analisis.
Untuk membantu analisis, kita bisa menghubungkan swing high dengan swing high lainnya, dan swing low dengan swing low lainnya. Dengan menghubungkan high ke high dan low ke low, kita bisa lebih visual mengamati perubahan sudut tren, dan menangkap sinyal visual perubahan tren dengan jelas.
Yang perlu kita perhatikan khusus adalah, analisis price action bisa diterapkan baik pada level makro (mengamati gelombang harga secara keseluruhan) maupun fokus pada level mikro (setiap fluktuasi kecil).
Prinsip Inti Penerapan Price Action Trading
Biasanya, kita ingin trading searah dengan gelombang tren. Ini adalah arah tren. Trading searah dengan pergerakan terbesar memberikan potensi profit terbesar... karena pergerakan ini lebih besar. Gelombang koreksi lebih kecil, ruang profitnya juga lebih kecil.
Jika harga bergerak volatil, dan muncul pergerakan besar di kedua arah, saya mungkin akan trading di kedua arah. Gelombang tren mungkin masih lebih besar, tapi dalam kasus ini, gelombang koreksi juga bisa memberikan potensi profit yang besar.
Begitu kita menentukan arah tren, ini biasanya arah yang ingin kita tradingkan. Arah tren tidak berarti ada tren naik atau turun yang jelas dan mudah diidentifikasi (ini pemahaman kebanyakan orang tentang tren). Ini sebenarnya hanya berarti setidaknya ada satu gelombang tren (pergerakan yang lebih besar) di suatu arah. Lalu, kita bisa mengamati peluang entry di arah tersebut berdasarkan strategi.
Selanjutnya, kita mengamati gelombang koreksi dengan cermat. Begitu fluktuasi dalam koreksi memberi kita petunjuk bahwa koreksi akan segera berakhir, kita bersiap untuk bertindak. Ketika harga mulai bergerak ke arah tren lagi, kita entry searah dengan gelombang tren. Ini adalah konsep yang sulit dijelaskan dengan satu grafik saja.
Praktik Analisis Price Action
Menguasai analisis price action butuh waktu, tapi bukan hal yang sulit. Kuncinya adalah mengembangkan kemampuan analisis real-time, memastikan bahwa tidak peduli bagaimana harga bergerak, kamu bisa mengantisipasi tindakan yang akan diambil (atau memilih untuk tidak bertindak), selalu berpikir ke depan.
Langkah praktik:
1) Buka grafik secara acak.
2) Lihat kembali pergerakan historis.
3) Tandai gelombang besar (gelombang tren) dan gelombang kecil (gelombang koreksi).
4) Hubungkan swing high dengan high, swing low dengan low.
5) Tujuan utamanya adalah menentukan arah trading dan kondisi yang memicu trading.
6) Perhatikan arah tren (yaitu arah yang kita tradingkan).
7) Perhatikan peluang trading dalam koreksi/gelombang koreksi. Fluktuasi sekunder sering membantu menentukan apakah koreksi hampir berakhir, atau mengkonfirmasi apakah harga kembali ke arah tren (sehingga memutuskan apakah akan trading).
8) Kita tidak perlu trading di setiap pergerakan harga! Hanya pertimbangkan trading ketika bukti price action mendukung (bahkan saat latihan pun harus begitu).
9) Periode konsolidasi jangka pendek (kontraksi atau konsolidasi) adalah sinyal pemicu trading yang umum. Ketika harga breakout dari area konsolidasi atau kontraksi searah gelombang tren, itu bisa berarti peluang trading akan datang.
10) Selain itu, perhatikan fluktuasi level besar (gelombang besar) dan fluktuasi level kecil (osilasi). Ini bukan berarti mengganti timeframe, saya biasanya tidak memantau beberapa timeframe dalam trading. Dalam satu timeframe, kamu bisa mengamati gelombang tren utama, dan juga menangkap fluktuasi sekunder di dalamnya.
11) Terus berpikir:
◎ Kondisi apa yang bisa menyebabkan reversal tren?
◎ Sinyal apa yang menunjukkan gelombang koreksi berakhir?
◎ Kondisi apa yang memicu saya untuk entry trading?
12) Gulir grafik secara bertahap ke kanan, ungkap price action per kandil, lakukan analisis di atas.
13) Seiring kemampuan meningkat, coba praktikkan dengan data harga real-time di akun demo.
False Breakout
False breakout sangat penting bagi trader price action. Terkadang, kamu akan mengamati gelombang koreksi. Misalkan tren sedang turun, dan kita sedang dalam gelombang koreksi naik. Fluktuasi mulai menunjukkan koreksi naik akan mencapai puncak. Kita melihat gelombang turun yang lebih besar, sementara gelombang naik lebih kecil, dan harga mulai turun lagi. Berdasarkan strategi, kita memilih short, dan menempatkan stop loss di atas swing high koreksi.
Harga tiba-tiba naik, memicu stop loss kita, tapi kemudian dengan cepat mulai turun lagi. Saat ini, kita bisa memilih untuk short lagi.
Price Action Trading Tetap Bisa Menghasilkan Rugi
Trading berdasarkan price action tidak berarti kita selalu benar. Sebenarnya, trading bukan tentang benar atau salah. Trading adalah tentang mengikuti strategi, menghasilkan uang melalui banyak transaksi. Hasil dari satu transaksi tidak penting. Seperti strategi apa pun, kita hanya menunggu sinyal yang memberi kita keunggulan profit dalam banyak transaksi.
Kita tidak bisa mengontrol pergerakan pasar. Yang bisa kita lakukan adalah trading berdasarkan perubahan pasar. Terkadang kita punya setup trading yang sempurna, tapi harga bergerak ke arah sebaliknya. Ini tidak berarti analisis kita salah. Inilah mengapa kita punya stop loss. Harga tidak pernah bertindak sesuai ekspektasi, ia hanya bergerak dengan caranya sendiri. Kita memasukkan pergerakan harga baru ke dalam analisis, dan terus maju. Ikuti perilaku harga dan ambil tindakan yang sesuai.
Inti dari price action trading adalah adaptasi. Pergerakan harga mungkin menunjukkan tren turun, tapi kemudian bisa muncul kenaikan tajam. Ini tidak bisa diprediksi, dan kita juga tidak perlu memprediksinya. Kunci profit adalah segera cut loss, dan menangkap transaksi yang berhasil (target profit lebih besar atau trailing stop).
Ketika harga bergerak ke arah sebaliknya, ini memberi tahu kita sesuatu. Pikirkan secara objektif apa yang sedang disampaikan, jangan pertimbangkan profit atau rugi. Cukup pikirkan arah pergerakan harga, dan rencanakan langkah selanjutnya berdasarkan situasi aktual (atau tidak bertindak).
Yang terpenting, jika kamu ingin mahir dalam price action trading, kamu perlu berlatih!