Di artikel ini, kita akan membahas secara detail strategi trading Darvas Box — sebuah strategi trading trend following. Strategi trading Darvas Box adalah metode trading berbasis momentum yang diciptakan oleh Nicolas Darvas pada tahun 1950-an. Darvas awalnya adalah seorang penari, tapi dia sangat tertarik dengan pasar saham dan akhirnya mengembangkan sistem trading yang dalam 18 bulan mengubah investasi $10.000 (sekitar Rp160 juta) menjadi $2 juta (sekitar Rp32 miliar).
Siapa Nicolas Darvas?
Sebagai bapak teori box trading, Darvas menciptakan sistem trend following ini pada akhir tahun 1950-an. Dia tidak hanya berhasil melompat dari modal ribuan dolar menjadi jutaan dolar.
Menurut laporan, pada akhir 1950-an, dia mengubah modal ribuan dolar menjadi jutaan dolar. Pada tahun 1960, dia menulis buku populer berjudul How I Made $2,000,000 in the Stock Market, di mana dia menjelaskan secara detail teori box-nya. Buku ini masih masuk daftar bacaan wajib trader sampai sekarang, dan kriteria seleksinya yang unik menggabungkan kebijaksanaan fundamental dan teknikal, menetapkan serangkaian standar untuk menyaring saham yang dia anggap paling potensial.
Sistem trading Darvas Box adalah sistem trend following, yang berarti hanya masuk ke saham yang sudah terkonfirmasi tren naiknya. Saat ini, trader dan investor top menggunakan sistem ini untuk mencari saham growth bermomentum di pasar dan mengikuti trennya untuk mendapatkan profit.
Aturan Trading Darvas Box
Nicolas Darvas menggabungkan analisis fundamental dan teknikal dalam tradingnya, menetapkan serangkaian standar pemilihan saham untuk menemukan saham dengan potensi ledakan. Aturan trading Darvas adalah sebagai berikut:
1. Tentukan tren. Metode Darvas Box hanya efektif jika ada tren. Jika pasar dalam tren naik, cari peluang beli; jika pasar dalam tren turun, cari peluang short (jual di pasar derivatif).
2. Saham mencetak swing high baru 52 minggu, disertai breakout dengan volume tinggi (dia memberikan kepentingan lebih tinggi pada volume).
3. Setelah mencetak swing high 52 minggu, selama tiga hari berturut-turut gagal menembus high tersebut (total empat hari). Swing high 52 minggu ini menjadi bagian atas box.
4. Setelah menemukan bagian atas Darvas Box, cari bagian bawah box: ketika harga saham selama tiga hari berturut-turut tidak mencetak swing low baru (total empat hari), maka bagian bawah box terkonfirmasi.
5. Perpanjang batas atas dan bawah Darvas Box: rentang Darvas Box akan terus diperpanjang sampai ditembus.
6. Beli ketika harga saham breakout melewati high Darvas Box beberapa poin.
7. Jika harga close jatuh di bawah bagian bawah Darvas Box, itu adalah sinyal jual.
8. Ketika harga saham masuk ke Darvas Box baru, kamu bisa menggunakan pyramiding, atau menggunakan bagian bawah box baru sebagai referensi take profit.
Meskipun strategi Darvas Box terutama berbasis analisis teknikal, Darvas menggabungkan analisis fundamental untuk menyaring saham dengan potensi trading terbaik.
Aturan tambahan:
1. Beli saham dengan fundamental yang baik.
2. Periksa tren pasar secara keseluruhan, dan trading mengikuti tren pasar.
3. Konfirmasi apakah saham tersebut termasuk dalam sektor yang kuat.
Kapan harus menghindari trading:
1. Beli breakout di bear market.
2. Gunakan metode ini di ranging market.
3. Abaikan pergerakan sektor
Bagaimana cara menggambar Darvas Box?
Langkah #1: Tentukan tren
Langkah pertama adalah harga saham mencetak swing high 52 minggu, harga saham breakout disertai volume yang besar (Darvas sangat memperhatikan volume).
Langkah #2: Tentukan bagian atas Darvas Box
Tunggu selama 3 hari berturut-turut harga tertinggi gagal menembus high sebelumnya (total 4 hari). High baru terkonfirmasi, dan menjadi bagian atas Darvas Box.
Langkah #3: Tentukan bagian bawah Darvas Box
Setelah menemukan bagian atas box, cari bagian bawah box. Jika saham selama 3 hari berturut-turut tidak mencetak low baru (total 4 hari), maka low tersebut menjadi bagian bawah Darvas Box.
Langkah #4: Strategi entry dan exit sistem trading Darvas
1. Perpanjang batas atas dan bawah box: batas Darvas Box akan terus diperpanjang sampai harga breakout dari box.
2. Sinyal beli: ketika harga breakout bagian atas box dan melewati high sebelumnya beberapa poin, beli.
3. Sinyal jual: ketika harga close di bawah bagian bawah box, jual.
Langkah #5: Teknik pyramiding strategi trading Darvas
Ketika harga masuk ke box baru, kamu bisa menerapkan strategi "pyramiding". Kamu juga bisa menggunakan bagian bawah box berikutnya sebagai referensi take profit, mengunci profit secara bertahap.