Beberapa pelajaran terbaik justru dipelajari dari kehilangan uang, bukan dari menghasilkan uang. Saat kita kehilangan uang, kita akhirnya mulai memahami bagaimana uang bisa bekerja untuk kita sekaligus merugikan kita.
Sebuah penelitian beberapa tahun lalu menemukan bahwa hanya sepertiga milenial yang berinvestasi di pasar keuangan, dan sekitar 61% tidak berinvestasi karena mereka takut.
Sebagai seorang day trader, mengarungi pasar yang bergejolak memang penuh tantangan. Meskipun segelintir trader yang beruntung atau berpengalaman sudah mengumpulkan cukup kekayaan di pasar untuk menikmati hidup mewah seperti Lamborghini atau liburan di Bahama, banyak orang yang mencoba kaya lewat cara ini justru hanya melihat dompet mereka menipis.
Trader saham Matthew Schneider mengalami sendiri momen kejayaan dan keterpurukan di pasar saham.
Katanya, "Saya kehilangan tabungan hidup saya lima kali berturut-turut dalam day trading. Meskipun saya masih berusia dua puluhan, jadi ini bukan akhir dunia, tapi rasanya seperti akhir dunia. Dalam hal kerugian riil, sampai usia 19 tahun, saya sudah kehilangan hampir $40.000 (sekitar Rp640 juta), plus hampir $200.000 (sekitar Rp3,2 miliar) dalam unrealized profit."
Meskipun kehilangan tabungan hidup berkali-kali dalam karier trading saham jelas berat, Schneider berhasil bangkit dari setiap pukulan finansial dan mengubah kerugian besar itu menjadi pelajaran berharga. Berikut empat pelajaran yang dipetik Schneider dari kerugian $40.000 (sekitar Rp640 juta) dalam day trading.
1. Confirmation bias itu nyata
Confirmation bias adalah kecenderungan menafsirkan informasi dengan cara yang membenarkan asumsi awal kita. Banyak day trader — bahkan yang berpengalaman — menjadi korban bias kognitif ini, terutama setelah menyusun trading plan dan masuk ke posisi. Mereka dibutakan oleh anggapan yang sudah tertanam, sehingga tidak bisa melihat gambaran secara keseluruhan.
Saat menjadi day trader, setiap setup saham tampak bagus bagi Schneider.
Katanya, "Analisis teknikal dan fundamental kita selalu condong ke kepentingan kita sendiri, mengonfirmasi apa yang kita ingin percaya. Akibatnya, setiap keputusan saya tampak tepat — kalau tidak, saya tidak akan mengambil keputusan itu. Tapi kamu harus belajar mengambil jarak, mencoba perspektif lain, kalau tidak kamu bisa membuat diri sendiri percaya pada sesuatu yang tidak benar."
2. Kadang, membuat keputusan yang benar tetap bisa berujung hasil yang buruk
Meskipun dalam karier tradingnya Schneider merasa sudah membuat pilihan yang baik dan matang, ia menemukan bahwa itu tidak selalu menjamin hasil yang menguntungkan.
Katanya, "Ini aturan klasik dalam perjudian: kamu bisa melakukan hal yang salah dan tetap menang; atau melakukan hal yang benar dan tetap rugi." Lanjutnya, "Strategi dan hasil kita tidak selalu punya kaitan yang jelas, jadi kamu perlu melalui banyak kegagalan — tekankan banyak — untuk bisa mengidentifikasi tren yang benar-benar bekerja."
Kadang keberuntungan mungkin tidak berpihak padamu, jadi kalau strategi trading-mu tidak berjalan sesuai harapan, jangan terlalu menyalahkan diri sendiri. Hidup itu tidak bisa diprediksi, begitu juga investasi dan trading.
3. Sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit
Mengejar keuntungan cepat jangka pendek, alih-alih fokus pada konsistensi dan profitabilitas jangka panjang, bisa berbalik merugikanmu. Sebagai trader yang kehilangan puluhan ribu dolar sepanjang kariernya, Schneider belajar pelajaran kunci ini: sedikit demi sedikit yang terakumulasi akhirnya menjadi jumlah besar.
Katanya, "Saya selalu mengejar keuntungan besar yang bisa melipatgandakan portofolio saya. Percayalah, ketika kamu mengalami hari di mana keuntungan besar menjadi satu-satunya minatmu. Melihat ribuan dolar seolah muncul secara ajaib di akun trading saya, penuh dopamin, tapi perasaan itu tidak pernah bertahan lama."
Meskipun ia mengakui pernah terpikat oleh keuntungan yang mengubah hidup, Schneider sekarang menganggap kebiasaan itu sebagai salah satu penyesalan terbesarnya. Pelajarannya? Jangan dibutakan oleh kemungkinan keuntungan besar. Sebaliknya, percayalah pada proses, kejar stabilitas dan profitabilitas jangka panjang.
4. Mengalahkan emosi itu sangat sulit
Ketika trader melihat portofolionya tergerus karena kerugian besar, mereka sering panik dan membuat keputusan impulsif atau melakukan revenge trading. Kalau kamu pemula, kamu mungkin meyakinkan diri sendiri bahwa kamu bisa mengalahkan emosi, tapi Schneider memperingatkan bahwa kemungkinan besar kamu sama emosionalnya dengan 99% trader lainnya.
Katanya, "Entah itu keberuntungan pemula atau rasa superioritas, kita selalu merasa bisa lebih pintar dari investor lain, bisa mengambil keputusan sebelum mereka. Kita melihat apa yang tidak mereka lihat. Kita bertindak sebelum mereka. Kita bisa memprediksi reaksi pasar terhadap sesuatu, padahal kemungkinan besar kita salah."
Meskipun kamu bisa mencoba mengendalikan emosi dengan mengenali pemicunya, itu menjadi sangat sulit ketika kamu mempertaruhkan tabungan hidupmu.
Cara paling sederhana agar emosi tidak mengendalikanmu adalah mengurangi dampak emosional dari trading, yaitu dengan memperkecil ukuran posisi. Cara lain adalah membangun trading plan yang solid dan tetap menjalankannya saat pasar bergejolak dan emosimu berubah-ubah.
Strategi yang saya gunakan untuk menjaga jarak emosional antara lain:
◎ Menjauh dari layar saat emosi sedang memuncak
◎ Menghindari trading saat sedang emosional atau tidak rasional
◎ Mematuhi trading plan dan aturan manajemen risiko saya
◎ Meditasi dan latihan mindfulness
Menekan emosi sepenuhnya itu mustahil. Tapi dengan mengembangkan kesadaran diri, kamu bisa secara sadar menghindari trading saat emosi sedang tinggi.
Rugi dalam day trading adalah kesempatan belajar
Katanya, "Rugi dalam day trading adalah kesempatan untuk mengevaluasi ulang pengetahuan dan keterampilanmu." Jadi, meskipun wajar merasa frustrasi setelah kehilangan tabungan besar, jangan biarkan kemunduran itu menghalangimu untuk meningkatkan kemampuan.
Schneider menyarankan kita mempelajari tren pasar, belajar analisis teknikal dan fundamental, serta memahami faktor-faktor yang memengaruhi aset yang kamu trading-kan.
Katanya, "Dengan meningkatkan pemahamanmu tentang pasar, kamu bisa membuat keputusan yang lebih bijak dan meningkatkan peluang sukses."
Ia juga menyarankan untuk menjaga trading journal, mencatat trading, strategi, dan hasilmu, agar kamu bisa mengidentifikasi pola, kelebihan, dan kekurangan, sehingga bisa mengoptimalkan pendekatan trading-mu.
Kesimpulan
Day trading menghadirkan rangkaian tantangan yang kompleks, tapi juga berpotensi memberikan imbalan yang besar. Dengan belajar dari pengalaman trader berpengalaman, menyusun strategi yang solid, dan berkomitmen pada peningkatan diri yang berkelanjutan, kamu bisa secara bertahap menguasai bidang yang sangat kompetitif ini.
Poin-poin utamanya meliputi:
Kesuksesan membutuhkan kesabaran dan disiplin yang besar
Mengelola risiko melalui stop loss dan position sizing itu krusial
Menguasai psikologi pasar memberikan keunggulan
Riset, backtest, dan analisis trading yang ketat membantu perbaikan
Menjaga kondisi emosi yang tenang bisa menghindarkan dari impulsivitas
Teknologi dan tools adalah pelengkap yang kuat untuk active trading
Bimbingan dan arahan bisa memperpendek kurva belajar
Ketangguhan mental dan ekspektasi yang realistis itu sangat penting
Saya mendorong kamu untuk bereksperimen, menganalisis hasil, menyesuaikan strategi, dan belajar dari kesalahan. Bertahanlah melewati masa-masa sulit, dan ambil motivasi dari kemajuan bertahap.
Dengan mengejar penguasaan dan komitmen pada pendidikan berkelanjutan, kamu bisa menjadi trader yang konsisten profit.
Perjalanan ini akan sangat menantangmu, tapi juga memberikan imbalan yang besar. Saya mendoakan kesuksesanmu dalam menerapkan pelajaran-pelajaran ini.