Aturan trading Turtle adalah strategi trading yang sangat diperhatikan, sering dianggap oleh investor sebagai "cawan suci trading". Ide intinya adalah bagaimana trader membuat keputusan berdasarkan tren pasar dan sinyal, didukung oleh strategi moving average, dengan harapan dapat membantu investor lebih memahami dinamika pasar, sehingga dapat membuat keputusan investasi yang bijak.
"Sistem Turtle" adalah sebuah sistem trading yang lengkap, yang mencakup semua aspek trading, dan hampir tidak mengandung keputusan subjektif dari trader.
Sebagian besar trader yang sukses menggunakan sistem trading dengan aturan mekanis. Ini bukan kebetulan.
Sistem trading mekanis yang baik akan mengotomatiskan seluruh proses trading. Sistem ini akan memberikan jawaban untuk setiap keputusan dalam trading. Ini membuat trading kita menjadi lebih mudah, karena ada seperangkat aturan yang jelas dan tepat yang menentukan apa yang harus dilakukan. Lebih penting lagi, mekanisme sistem ini dapat menghilangkan keputusan emosional trader — inilah kuncinya.
Jika kamu tahu dengan pasti bahwa sistemmu akan menghasilkan profit dalam jangka panjang, maka bahkan selama fase rugi, kamu akan trading sesuai yang ditunjukkan oleh sistem. Sebaliknya, jika tradingmu bergantung pada penilaian subjektif, maka saat kamu takut kamu harus berani, dan saat kamu serakah kamu harus berhati-hati. Inilah pergulatan psikologis yang dihadapi saat trading tanpa aturan mekanis atau bergantung pada mekanisme emosional.
Jika kamu memiliki sistem trading mekanis yang beroperasi secara efisien, dan selalu mematuhinya dengan ketat, tradingmu akan tetap konsisten, terlepas dari apakah kamu sedang berada dalam fase rentetan rugi atau rentetan profit. Keyakinan, konsistensi, dan disiplin yang dihasilkan dari sistem yang telah diuji secara menyeluruh, adalah kunci kesuksesan banyak trader yang sukses.
Sistem trading Turtle adalah sistem trading yang lengkap. Aturannya mencakup setiap aspek trading, tidak memberikan ruang untuk keputusan subjektif trader.
Komponen-komponen dari sistem yang lengkap
Sistem trading yang lengkap mencakup semua keputusan yang diperlukan untuk trading yang sukses:
■ Pasar — apa yang dibeli atau dijual
■ Ukuran posisi — berapa banyak yang dibeli atau dijual
■ Titik entry — kapan membeli atau menjual
■ Strategi stop loss — kapan keluar dari trading yang rugi
■ Strategi take profit — kapan mengunci profit
■ Strategi eksekusi — bagaimana membeli atau menjual
Faktor pasar — apa yang dibeli atau dijual
Keputusan pertama adalah apa yang dibeli atau dijual. Jika kamu trading di terlalu sedikit pasar, kamu akan secara signifikan mengurangi peluang untuk profit dari tren naik atau turun di pasar yang tidak kamu ikuti. Pada saat yang sama, kamu juga tidak boleh trading di pasar dengan volume yang terlalu rendah atau tren yang tidak jelas (ranging, volatilitas tidak teratur).
Faktor kuantitas — berapa banyak yang dibeli atau dijual
Menentukan berapa banyak yang dibeli atau dijual adalah hal yang sangat mendasar, tetapi hampir semua trader sering mengabaikannya, atau menangani faktor ini dengan tidak tepat. Penyebabnya mungkin karena trader kurang memiliki pemahaman yang cukup tentangnya.
Jumlah yang dibeli atau dijual akan mempengaruhi diversifikasi portofolio dan money management. Diversifikasi portofolio adalah cara menyebarkan risiko ke berbagai produk keuangan (saham, obligasi, forex, komoditas, dll.), sekaligus meningkatkan kemungkinan profit dengan menambah peluang menangkap trading dengan probabilitas keberhasilan tinggi. Esensi dari money management adalah kontrol risiko — menghindari akun mengalami margin call karena rugi terlalu besar sebelum arah pasar sesuai dengan analisismu.
Berapa banyak yang dibeli atau dijual adalah salah satu aspek terpenting dalam trading. Sebagian besar trader pemula mengambil risiko terlalu besar di setiap trading, yang secara signifikan meningkatkan kemungkinan margin call, bahkan jika mereka memiliki sistem trading yang "cukup baik".
Titik entry — waktu untuk membeli atau menjual
Menentukan kapan membeli atau menjual biasanya disebut keputusan entry. Sistem trading biasanya memberikan sinyal entry: menentukan secara tepat level harga dan kondisi pasar untuk masuk ke pasar (baik beli maupun jual). Biasanya, trader paling memperhatikan faktor ini. Saat mempelajari suatu sistem, mereka hanya peduli kapan harus entry, yang sedikit lebih baik mungkin juga peduli kapan harus exit.
Memang benar, faktor entry itu penting, tetapi bukan yang paling penting. Jika kamu tidak memperhatikan faktor lain (yang akan saya sebutkan di bawah), maka sistemmu tidak akan pernah bisa dioptimasi. Inilah mengapa kita terus berganti sistem tetapi tetap rugi.
Strategi stop loss — waktu untuk keluar dari trading yang rugi
Trader tanpa stop loss, dalam jangka panjang tidak akan pernah sukses. Kamu mungkin bisa profit dalam satu trading, tetapi tidak mungkin menang terus, pasti ada saatnya rugi. Jika posisi rugi ini tidak segera di-stop loss, apa yang akan terjadi? Hal terpenting dari stop loss adalah: sebelum menentukan titik entry, kamu harus sudah menentukan terlebih dahulu di posisi mana kamu akan exit.
Strategi take profit — waktu untuk mengunci profit
Banyak yang disebut "sistem trading" dijual dengan nama sistem trading lengkap, tetapi tidak menjelaskan secara jelas rencana exit terbaik untuk posisi profit. Namun, pertanyaan "kapan menutup posisi saat profit" sangat penting untuk profitabilitas sistem. Sistem trading apa pun yang tidak melibatkan strategi exit, bukanlah sistem trading yang lengkap.
Strategi eksekusi — bagaimana mengoptimalkan pembelian atau penjualan
Ketika sinyal mulai muncul, pertimbangan taktis yang terkait dengan mekanisme entry menjadi penting. Hal ini terutama berlaku pada akun kecil, karena titik entry yang lebih baik dapat memberikan keuntungan yang lebih besar (stop loss lebih pendek, take profit lebih panjang, sehingga profit lebih besar dari rugi).
Kesimpulan
Bagi sebagian besar trader, sistem mekanis selalu lebih baik daripada sistem yang bergantung pada penilaian subjektif. Sistem mekanis akan menghilangkan semua keputusan subjektif trader.
Sistem trading yang lengkap mencakup: faktor pasar, faktor kuantitas, titik entry, strategi stop loss, strategi take profit, dan strategi eksekusi.
Trader biasanya hanya memperhatikan titik entry, tetapi mengabaikan atau menangani dengan tidak tepat faktor lainnya, yang menyebabkan rugi dalam jangka panjang.