Jika kamu seorang trader pemula dan tujuanmu adalah menghabiskan uangmu secepat mungkin, maka day trading adalah "jalan pintas" yang tepat.
Dari banyak komentar yang sering kami terima, tidak sedikit trader pemula yang tidak sabar ingin segera mulai trading, dan banyak dari mereka reaksi pertamanya adalah ingin melakukan day trading. Setelah membaca beberapa buku dan menonton beberapa video, para pemula yang penuh semangat namun minim pengalaman ini seolah sudah siap berhadapan langsung dengan para elite Wall Street, dan berharap bisa langsung "menang besar".
Namun, banyak penelitian empiris dengan jelas menunjukkan: day trader, terutama day trader ritel, dalam jangka panjang hampir secara menyeluruh tertinggal dibandingkan investor jangka panjang.
Sebuah penelitian menyatakan, "...individu hampir tidak mungkin mencari nafkah dari day trading, yang sepenuhnya bertentangan dengan klaim para penjual kursus." Penelitian yang sama juga menemukan, "Dari mereka yang bertahan lebih dari 300 hari trading, 97% akhirnya mengalami rugi." Penelitian lain juga menunjukkan, "Kurang dari 1% day trader mampu secara konsisten dan stabil memperoleh return positif setelah dikurangi biaya."
Lalu pertanyaannya: mengapa day trading jauh lebih sulit daripada investasi jangka panjang? Mengapa meskipun peluangnya sangat kecil, pemula tetap tertarik seperti ngengat yang terbang menuju api?
Apa itu day trading?
Day trading adalah cara trading dengan ritme yang sangat cepat dan risiko yang sangat tinggi. Ini mengharuskan trader untuk membuka dan menutup posisi dalam hari yang sama, terkadang bahkan dalam hitungan menit. Day trading bisa sepenuhnya sistematis, dijalankan oleh algoritma komputer; atau bisa mengandalkan penilaian manusia, misalnya menggunakan pola grafik pada timeframe 1 menit atau 5 menit untuk mengambil keputusan. Day trader bisa trading saham, komoditas, CFD, forex, atau instrumen apa pun yang harganya transparan dan likuiditasnya cukup.
Karena sifatnya yang frekuensinya tinggi dan perputarannya cepat, day trader memerlukan data berkualitas tinggi, likuiditas tinggi, komisi rendah, (biasanya) leverage, dan yang paling penting — kemampuan untuk tetap tenang di bawah tekanan.
Teori permainan dalam day trading
Dari perspektif matematis teori permainan, masalah profitabilitas day trading menjadi sangat jelas. Teori permainan adalah cabang matematika yang digunakan untuk menganalisis situasi multivariabel dan multipemain guna membantu pengambilan keputusan.
Dalam kerangka teori permainan, day trading sebenarnya dapat dianggap sebagai zero-sum game — yaitu total profit dan rugi semua peserta sama dengan nol. Dengan kata lain, dalam zero-sum game, agar satu pemain mendapat profit, pasti ada pemain lain yang mengalami rugi.
Ini sebagian besar berlaku dalam day trading, karena day trading lebih bersifat spekulasi daripada investasi. Day trader tidak menanamkan modal ke dalam perusahaan atau aset untuk mendorong penggunaan produktifnya. Dalam trading saham pada level menit atau jam:
✂ Trader tidak mendapatkan dividen
✂ Proyeksi atau laba perusahaan tidak berubah
✂ Produktivitas perusahaan juga tidak meningkat
Sebaliknya, yang dilakukan day trader adalah memanfaatkan perubahan likuiditas, order flow, ketidakseimbangan supply dan demand, atau volatilitas pasar untuk mendapatkan profit.
Jika ini membuatmu bingung, kami akan menjelaskannya dengan sebuah perumpamaan: bayangkan sebuah permainan poker dengan empat pemain, masing-masing mulai dengan 100 dolar AS (sekitar Rp1,6 juta). Dalam permainan ini, jika seorang pemain ingin meninggalkan meja dengan lebih dari 100 dolar AS, pasti ada yang harus pergi dengan kurang dari 100 dolar AS. Karena meja poker tidak menciptakan nilai baru apa pun, uang hanya berpindah antar pemain. Satu-satunya cara total nilai di meja bisa bertambah adalah jika ada pemain baru yang bergabung, tetapi bahkan dengan begitu, setiap ronde berikutnya tetap merupakan zero-sum game. Day trading pada dasarnya juga demikian.
Di sisi lain, investasi jangka panjang bisa menjadi positive-sum game, karena nilai aset secara keseluruhan atau pasar secara keseluruhan dapat tumbuh seiring waktu. Misalnya, nilai keseluruhan indeks saham akan tumbuh seiring lebih banyaknya dana yang mengalir ke perusahaan-perusahaan dalam indeks tersebut, atau seiring meningkatnya laba perusahaan-perusahaan tersebut. Oleh karena itu, investasimu bisa bertambah nilainya tanpa merugikan peserta pasar lainnya. Tentu saja, investor jangka panjang masih bisa kalah dari peserta pasar lain, tetapi dalam lingkungan ekonomi yang menguntungkan, pasar secara keseluruhan bisa menunjukkan bias positif.
Investor jangka panjang memungkinkan pasar tumbuh, karena perusahaan dapat menggunakan modal yang diinvestasikan untuk tujuan produktif. Sedangkan jika di pasar hanya ada day trader, kekayaan tidak akan bertambah; kekayaan hanya akan didistribusikan ulang.
Perlu diperjelas, saya tidak sedang membahas menang-kalah dari segi moral. Yang saya jelaskan adalah realitas matematis dari cara sistem ini bekerja.
Mengapa zero-sum game merugikan investor pemula?
Dalam day trading, trader ritel pemula secara alami berada dalam posisi yang tidak menguntungkan. Lawan mereka sebagian besar adalah lembaga keuangan besar dan trader profesional.
Para pesaing ini memiliki data yang lebih baik, eksekusi yang lebih cepat dan harga yang lebih baik, serta latensi yang lebih rendah. Sebuah penelitian menyimpulkan: "Investor institusional memiliki keunggulan absolut dalam day trading, yang mencerminkan keunggulan informasi mereka."
Selain itu, investor institusional biasanya tidak hanya melakukan day trading, mereka juga mendiversifikasi risiko melalui strategi atau aset, yang memungkinkan mereka bertahan lebih lama di pasar.
Sedangkan trader ritel memiliki data yang terbatas, biaya yang lebih tinggi, eksekusi yang lebih lambat, dan diversifikasi yang lebih sedikit. Kerugian ini dengan cepat mengubah zero-sum game menjadi negative-sum game.
Kembali ke contoh poker, bayangkan setiap pemain sekarang harus membayar biaya masuk kepada bandar untuk setiap ronde. Kamu tidak hanya berisiko kalah dari pemain lain di meja, tetapi semakin lama kamu bermain, semakin sedikit uang yang beredar di meja.
Hampir tidak ada situasi lain di mana pemula yang benar-benar baru akan secara sukarela memasuki dinamika permainan seperti ini — kecuali mereka sama sekali tidak memahami permainan yang sedang dimainkan.
Lalu, mengapa sebagian investor pemula begitu tertarik pada day trading?
Bagi sebagian pemula, day trading tampak seperti permainan yang menawarkan peluang tak terbatas yang bisa diraih dengan keterampilan. Pemahaman mereka yang dangkal tentang pasar membuat mereka keliru mengira bahwa pergerakan jangka pendek mudah diprediksi, sehingga semakin banyak trading maka semakin banyak profit. Namun kenyataannya jauh dari itu, dan sebagian besar pemula akan segera menyadarinya.
Sebenarnya, tujuan utama para trader pemula ini bukanlah menumbuhkan aset melalui investasi, melainkan mengejar sensasi memenangkan trade, stimulasi dari terus melakukan transaksi, dan kepuasan karena bisa menebak dengan benar.
Selain itu, trader pemula seperti ini sering kali menanggung risiko tertinggi dan sangat mudah bangkrut dengan cepat.
Sebuah penelitian tentang day trader menemukan bahwa "Orang yang reaksi emosionalnya lebih kuat terhadap keuntungan dan kerugian uang (baik positif maupun negatif), performa tradingnya secara signifikan lebih buruk." Jika kamu memperlakukan trading sebagai sarana mencari sensasi atau hiburan, kamu akan lebih mudah mengalami rugi.
Jadi, apakah day trading harus dihindari sepenuhnya?
Tidak, saya tidak bermaksud demikian.
Day trading bisa menguntungkan. Namun, day trading yang profitable adalah ranah para trader berpengalaman, seperti yang ditunjukkan oleh banyak bukti.
Memahami teori trading adalah satu hal; sedangkan menangani masalah praktis seperti likuiditas, slippage, masalah eksekusi, dan biaya "tak terlihat" secara real-time adalah hal yang berbeda, dan kamu hanya bisa benar-benar memahaminya melalui praktik langsung di pasar. Mengelola masalah-masalah ini dalam lingkungan day trading yang penuh tekanan adalah dimensi yang sepenuhnya baru.
Jika kamu belum pernah berlari 1 kilometer, kamu tidak akan mencoba berlari maraton. Jika kamu belum pernah mengemudi, kamu tidak akan langsung mengikuti balapan V8 Supercars.
Demikian pula, jika kamu belum pernah trading, kamu juga tidak seharusnya memulai dari day trading.