Price action trading sepenuhnya mengandalkan grafik harga untuk membuat keputusan trading. Pergerakan harga adalah indikator paling murni yang dimiliki trader. Harga menentukan profit dan rugi, titik.
Trader price action percaya: harga sudah memberitahu kamu semua informasi yang kamu butuhkan. Memang benar. Kamu tidak menghasilkan uang karena fundamental, indikator teknikal, atau data statistik. Satu-satunya sumber kamu menghasilkan uang adalah pergerakan harga yang sebenarnya.
Jika kamu beli lalu harga naik, kamu baru punya potensi profit. Dan tidak peduli semua indikator, semua fundamental, semua data ekonomi "menunjukkan" harga seharusnya naik, jika harga ternyata tidak naik, dan kamu sudah beli, maka kamu tidak punya profit apa pun.
Price action adalah raja.
Catatan tambahan: Berita besar bisa membuat harga melonjak atau anjlok dalam sekejap, dan dengan hanya melihat chart kandil kita tidak bisa memprediksi isi berita. Jadi, prinsip saya: sebelum event berita yang berpotensi memicu volatilitas tinggi, saya tutup semua posisi day trading saya, tidak pernah memaksakan diri. Sama halnya, sebelum perusahaan publik merilis laporan keuangan, saya juga jual semua posisi jangka pendek saya, tidak ikut-ikutan trading saat rilis earnings.
Cara Menganalisis Price Action
Konsep paling dasar dari price action adalah menunggu harga bergerak ke suatu arah baru kemudian mengambil tindakan.
◔ Jika harga sedang turun, maka harga memang sedang turun—tidak peduli kamu merasa harga "seharusnya" naik atau turun, itu tidak relevan. Turun ya turun, naik ya naik, dan sideways ya sideways, sampai harga breakout ke atas atau ke bawah.
Trader price action biasanya memerlukan konfirmasi harga sebelum mengambil tindakan. Jika mereka ingin beli, mereka menunggu tanda-tanda bahwa harga mulai berbalik ke atas. Perhatikan, ini bukan berarti harus menunggu kenaikan besar, cukup melihat beberapa bukti bahwa harga mulai berbalik.
Selanjutnya, kita perlu memahami tren.
◔ Tren terbentuk karena gelombang tren lebih besar daripada gelombang koreksi. Jadi, bagaimana kita membedakan gelombang tren dan gelombang koreksi? Lihat ukuran relatifnya.
Gelombang tren harus lebih besar dari gelombang koreksi, kalau tidak harga tidak akan "maju". Ketika suatu gelombang koreksi menjadi sama besarnya dengan gelombang tren sebelumnya, ini biasanya berarti tren mungkin sedang reversal, atau pasar mungkin memasuki fase konsolidasi. Alasannya, untuk membentuk tren, gelombang koreksi harus lebih kecil dari gelombang tren; begitu gelombang koreksi terlalu besar, tren dipertanyakan.
◔ Gelombang juga bisa dipecah lebih lanjut menjadi struktur yang saya sebut "gelombang mikro". Ini adalah osilasi kecil di dalam gelombang tren dan gelombang koreksi. Gelombang mikro ini juga membentuk gelombang tren dan gelombang koreksi, tapi pada skala yang lebih kecil. Setiap trader perlu menentukan sendiri "level" yang cocok untuk mereka (ini berbeda dari timeframe chart), yaitu menemukan skala pergerakan mana yang penting bagi mereka. Dan yang terjadi di dalam pergerakan utama tersebut, itulah gelombang mikro.
Gelombang mikro ini juga bisa dianalisis berdasarkan ukuran pergerakannya.
◔ Jika tren turun (gelombang tren terakhir turun), dan harga sedang koreksi ke atas, kita bisa mengamati gelombang turun yang lebih besar dan gelombang naik yang lebih kecil di dalam gelombang mikro. Ini membantu menilai bahwa koreksi sedang kehabisan tenaga, dan tren turun mungkin segera berlanjut. Begitu harga mulai turun, analisis terbukti benar.
◔ Jika tren naik (gelombang tren terakhir naik), dan harga sedang koreksi ke bawah, maka amati gelombang naik yang lebih besar dan gelombang turun yang lebih kecil di dalam gelombang mikro. Ini menunjukkan koreksi turun sedang kehabisan tenaga, dan tren naik mungkin segera berlanjut. Harga harus bergerak naik untuk mengkonfirmasi analisis.
Untuk lebih memahami ini, kita bisa menghubungkan swing high ke swing high lainnya, dan swing low ke swing low lainnya. Dengan menghubungkan high ke high dan low ke low, kita bisa melihat bagaimana sudut tren berubah, dan bisa melihat perubahan tren dengan lebih jelas dan intuitif.
Kita juga harus ingat bahwa konsep price action bisa diterapkan pada skala besar (mengamati keseluruhan pergerakan harga) atau skala kecil (mengamati setiap ayunan kecil).
Menerapkan Konsep Price Action dalam Trading
Biasanya, kita ingin trading searah dengan gelombang tren, itulah arah tren. Trading searah dengan pergerakan terbesar memberikan potensi profit terbesar... karena pergerakan tersebut lebih besar. Gelombang koreksi lebih kecil, sehingga ruang untuk profit juga lebih sedikit.
Jika harga sangat volatil, dengan pergerakan besar dan tajam di kedua arah, saya juga mungkin trading dua arah. Gelombang tren mungkin masih lebih besar, tapi dalam lingkungan seperti ini, gelombang koreksi juga bisa memberikan potensi profit yang cukup tinggi.
Setelah menentukan arah tren, ini biasanya arah yang ingin kita tradingkan. Arah tren tidak berarti muncul tren naik atau turun yang cantik dan mudah dikenali di chart, seperti yang dipahami kebanyakan orang tentang "tren". Tapi arti sebenarnya dari arah tren adalah: setidaknya ada satu "gelombang tren" (pergerakan yang lebih besar) dalam satu arah tertentu. Kemudian, kita bisa mengamati peluang entry dalam arah tersebut sesuai strategi kita.
Selanjutnya kita akan mengamati gelombang koreksi dengan cermat. Begitu pergerakan kecil dalam koreksi memberikan petunjuk bahwa koreksi sedang kehilangan momentum, kita bersiap untuk entry. Begitu harga bergerak kembali ke arah tren, kita entry searah dengan gelombang tren. Konsep ini sulit disajikan dan dijelaskan hanya dengan satu gambar. Selain itu, konsep-konsep ini juga bisa diterapkan dengan berbagai cara berbeda.
Latihan Analisis Price Action
Latihan analisis price action membutuhkan waktu, tapi tidak sulit. Kuncinya adalah mampu menganalisis apa yang sedang terjadi di pasar secara real-time. Dengan begitu, apa pun yang dilakukan harga, kamu tahu apa yang akan (atau tidak akan) kamu lakukan. Kamu selalu berpikir ke depan.
◎ Buka chart acak.
◎ Mundur ke belakang.
◎ Gambar garis pada pergerakan besar (gelombang tren) dan pergerakan kecil (gelombang koreksi).
◎ Hubungkan swing high ke high, dan swing low ke low.
◎ Tujuan utama kita adalah menentukan arah mana yang akan ditradingkan, dan apa yang perlu terjadi untuk memicu kita entry.
◎ Perhatikan arah tren. Ini biasanya arah trading kita.
◎ Pantau koreksi untuk mencari peluang trading. Pergerakan kecil biasanya membantu menilai kapan koreksi kehilangan momentum. Atau, kamu juga bisa berpikir sederhana: tanda apa yang mengkonfirmasi harga sedang kembali ke arah tren (sehingga layak ditradingkan)?
◎ Kita tidak perlu trading setiap pergerakan harga! Hanya pertimbangkan trading ketika price action memberikan bukti bahwa itu layak (bahkan hanya untuk latihan).
◎ Sideways kecil, juga disebut kontraksi atau konsolidasi, adalah pola pemicu trading yang umum. Ketika harga breakout dari area konsolidasi atau kontraksi searah gelombang tren, peluang bisa muncul.
◎ Perhatikan pergerakan besar (gelombang besar) dan pergerakan kecil (gelombang kecil) secara bersamaan. Ini bukan berarti harus melihat beberapa timeframe. Saya biasanya tidak memantau beberapa timeframe untuk trading. Dalam satu timeframe pun, kamu akan melihat gelombang besar dan osilasi kecil di dalamnya.
◎ Kamu harus selalu berpikir:
Apa yang harus terjadi untuk menyebabkan reversal tren?
Apa yang harus terjadi untuk menunjukkan koreksi sudah berakhir?
Apa yang harus terjadi untuk memicu trading saya?
◎ Berlatih di chart, dengan menggeser satu kandil ke kanan setiap kali untuk mengungkap price action.
◎ Setelah kamu meningkat, coba berlatih menggunakan data harga real-time di akun demo.
False Breakout
False breakout sangat penting bagi trader price action. Terkadang, kamu memantau gelombang koreksi. Contoh: tren sedang turun, dan saat ini berada dalam gelombang koreksi naik. Pergerakan kecil mulai menunjukkan koreksi naik sedang mencapai puncaknya: kita melihat gelombang turun kecil membesar, sementara gelombang naik mengecil, dan harga mulai turun lagi. Strategi kita memberitahu kita untuk short dengan stop loss di atas high koreksi.
Harga tiba-tiba menusuk ke atas, mengenai stop loss kita, tapi kemudian langsung turun lagi dengan cepat. Saat itu kita bisa memilih untuk short lagi.
False breakout memang terjadi. Terkadang harga melakukan sprint cepat sementara ke arah berlawanan, tapi jika sprint itu cepat gagal, dan semua tanda masih menunjuk ke harga yang lebih rendah, kita ingin masuk kembali ke trading tersebut. Price action masih menunjukkan ruang penurunan. Konsep yang terkait dengan false breakout adalah false reversal. Ini adalah ketika tren tampak seperti akan reversal, tapi kemudian dengan cepat kembali ke arah tren semula.
Price Action Tetap Menghasilkan Trading yang Rugi
Trading berdasarkan price action bukan berarti kita selalu benar. Sebenarnya, trading bukan tentang benar atau salah. Inti trading adalah mengikuti sebuah strategi, dan menghasilkan profit dari banyak trading. Hasil dari satu trading individual tidak penting. Seperti strategi apa pun, kita hanya menunggu sinyal yang memberikan keunggulan profit dalam jumlah besar trading.
Kita tidak bisa mengontrol apa yang akan dilakukan pasar. Yang bisa kita lakukan hanyalah trading apa yang terjadi di depan mata. Terkadang kita menemukan setup yang sangat sempurna, tapi harga bergerak ke arah berlawanan. Ini bukan berarti analisis kita salah. Inilah alasan kita memasang stop loss. Harga tidak pernah "seharusnya begini atau begitu", harga hanya bergerak dengan caranya sendiri. Kita memasukkan perubahan harga baru ke dalam analisis dan terus maju. Amati performanya, lalu bertindak berdasarkan itu.
Price action trading menekankan adaptasi. Pergerakan harga mungkin menunjukkan penurunan, tapi kemudian muncul kenaikan tajam. Ini tidak bisa diprediksi—dan kita juga tidak perlu memprediksinya. Uang dihasilkan dari memotong rugi dengan cepat, dan membiarkan trading yang berjalan lancar terus berjalan (target profit lebih besar atau trailing stop).
Ketika harga berbalik, itu memberitahu kita sesuatu. Pikirkan secara objektif apa yang sedang diberitahukan. Jangan memikirkan menang atau kalah, fokus saja pada arah pergerakan harga. Rencanakan apa yang harus kamu lakukan (atau tidak lakukan) berdasarkan apa yang terjadi.
Yang terpenting, jika kamu ingin mahir dalam price action trading, kamu harus terus berlatih!